AS Larang Maskapai Iran Masuk, Layanan Haji dan Umrah 2026 Tetap Aman

AS Larang Maskapai Iran Masuk, Layanan Haji dan Umrah 2026 Tetap Aman
Foto: AS Larang Maskapai Iran Masuk, Layanan Haji dan Umrah 2026 Tetap Aman. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk memperketat tekanan ekonomi dengan menutup ruang gerak bagi maskapai penerbangan sipil milik Iran di kancah internasional.

Meski sanksi ini diprediksi akan berdampak luas, AS memberikan jaminan bahwa kebijakan tersebut tidak akan menghalangi umat Muslim yang ingin menunaikan ibadah Haji atau Umrah.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa perjalanan keagamaan dan mobilitas kemanusiaan yang sah tetap mendapatkan perlindungan khusus dan dikecualikan dari daftar target sanksi.

Melalui pernyataan di media sosial X pada Kamis (28/5/2026), Bessent mengungkapkan rencana besar AS untuk memutus total akses maskapai Iran terhadap berbagai fasilitas penerbangan global.

Rincian pembatasan akses penerbangan yang direncanakan pemerintah AS:

  • Penutupan izin pendaratan di bandara-bandara internasional.
  • Penghentian layanan pengisian bahan bakar bagi pesawat milik Iran.
  • Pemblokiran sistem penjualan tiket maskapai Iran di pasar luar negeri.

Bessent menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk menghentikan operasional maskapai Iran secara menyeluruh di wilayah internasional, sebagaimana dikutip dari laporan AFP.

Walaupun sang menteri tidak merinci nama perusahaan penerbangan dalam pengumuman terbarunya, maskapai nasional Iran Air dan Mahan Air diketahui sudah lebih dulu masuk dalam daftar sanksi.

Kebijakan anyar ini diperkirakan akan memberikan tekanan yang sangat berat bagi seluruh entitas penerbangan yang memiliki afiliasi langsung dengan negara Iran.

Bessent juga mengeluarkan peringatan tegas bahwa ketegangan ekonomi ini tidak akan mereda selama belum ada kesepakatan dalam proses diplomasi antar kedua negara.

Menurutnya, hanya hasil negosiasi yang dianggap memuaskan yang bisa menghentikan tren penurunan hubungan diplomatik dan ekonomi yang saat ini sedang terjadi.

Jaminan bagi Jemaah Haji dan Umrah

Di tengah agresivitas AS dalam menyasar sektor penerbangan Iran, Bessent memberikan klarifikasi penting mengenai hak-hak warga sipil dalam menjalankan ibadah keagamaan.

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis sore, ia memastikan bahwa warga Iran yang ingin beribadah ke Tanah Suci tetap bisa melakukan perjalanan dengan aman.

Bessent menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membatasi pergerakan manusia atas alasan agama, termasuk warga Iran yang berniat pergi ke Mekkah atau Madinah.

Selain memberikan kelonggaran untuk urusan religi, Amerika Serikat juga tetap membuka jalur bagi perjalanan internasional yang didasari oleh urgensi kemanusiaan.

“Kami juga tetap memberikan izin bagi perjalanan dengan alasan kemanusiaan yang terbukti valid,” tambah Bessent sebagaimana dilaporkan oleh APT.

Eskalasi ketegangan ini bermula saat Kementerian Keuangan AS merilis sanksi terhadap lembaga "Persian Gulf Strait Authority" pada hari Rabu sebelumnya.

Langkah tersebut menjadi pemantik terbaru dalam rangkaian konflik ekonomi antara Washington dan Teheran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Artikel terkait

Rekomendasi