Arab Saudi Kecam Serangan Drone di Nuklir UEA, Pilih Tak Salahkan Iran

Arab Saudi Kecam Serangan Drone di Nuklir UEA, Pilih Tak Salahkan Iran
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Kecam Serangan Drone di Nuklir UEA, Pilih Tak Salahkan Iran.
Ukuran teks

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap serangan pesawat nirawak atau drone yang menyasar wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Insiden tersebut dilaporkan memicu kebakaran di luar area utama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah.

Meskipun insiden ini memicu ketegangan di kawasan, Arab Saudi dalam pernyataan resminya memilih untuk tidak menunjuk Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut. Hal ini menunjukkan sikap hati-hati Riyadh dalam merespons situasi keamanan yang terjadi di negara tetangganya.

Kronologi Insiden di Fasilitas Nuklir UEA

Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan dua unit drone yang mencoba masuk ke wilayah tersebut. Namun, terdapat drone ketiga yang berhasil lolos dan menghantam sebuah generator listrik di dekat fasilitas nuklir yang berlokasi di Al-Dhafra, Abu Dhabi.

Pihak militer menjelaskan bahwa pesawat nirawak tersebut terdeteksi masuk melalui perbatasan bagian barat. Meski demikian, belum ada rincian lebih lanjut mengenai asal-usul pastinya atau kelompok mana yang bertanggung jawab atas pengiriman drone tersebut.

Poin penting terkait dampak serangan drone tersebut:

  • Serangan berhasil diredam sebagian oleh sistem pertahanan udara UEA.
  • Dampak kerusakan dilaporkan terjadi pada generator listrik di luar perimeter utama PLTN Barakah.
  • Otoritas darurat Abu Dhabi memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini.
  • Operasional fasilitas nuklir tetap dalam pengawasan ketat pasca-ledakan drone.

Kantor Media Abu Dhabi menyatakan bahwa tim darurat telah bergerak cepat menangani situasi di lokasi kejadian. Keamanan di sekitar fasilitas strategis tersebut kini telah ditingkatkan untuk mencegah potensi ancaman serupa di masa mendatang.

Dukungan Diplomatik Arab Saudi terhadap Uni Emirat Arab

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan serangan terang-terangan yang sangat tidak bisa diterima. Riyadh menilai aksi militer ini menjadi ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah.

Sebagai bentuk solidaritas, Arab Saudi menyatakan dukungan penuh bagi UEA dalam mengambil segala langkah yang diperlukan. Hal ini mencakup upaya perlindungan terhadap kedaulatan, integritas wilayah, serta keamanan warga negara UEA.

Detail komunikasi diplomatik antara kedua negara:

Pihak yang Terlibat Isi Pembahasan Utama Waktu Pelaporan
Pangeran Faisal bin Farhan & Sheikh Abdullah bin Zayed Peninjauan langkah keamanan pasca-serangan Senin, 18 Mei 2026
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi Pernyataan solidaritas dan kecaman resmi Segera setelah insiden

Data di atas menunjukkan koordinasi cepat yang dilakukan oleh para petinggi diplomatik di kawasan Teluk. Fokus utama pembicaraan tersebut adalah penguatan koordinasi keamanan untuk memitigasi risiko serangan pesawat nirawak di masa depan.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, diketahui telah berkomunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan Sheikh Abdullah bin Zayed dari UEA. Berdasarkan laporan dari Saudi Press Agency (SPA), keduanya secara intens membahas langkah-langkah pengamanan wilayah udara pasca-insiden tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi