Apex Legends Diretas, Hacker Kini Bisa Kendalikan Pemain Secara Langsung!

Apex Legends Diretas, Hacker Kini Bisa Kendalikan Pemain Secara Langsung!
Foto: Apex Legends Diretas, Hacker Kini Bisa Kendalikan Pemain Secara Langsung!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Game Battle Royale populer besutan Respawn Entertainment, Apex Legends, kembali menjadi sasaran serangan siber. Para peretas dilaporkan berhasil mengeksploitasi sistem keamanan game untuk mengendalikan karakter pemain secara langsung.

Insiden ini menambah daftar panjang masalah keamanan yang menghantui Apex Legends dalam beberapa tahun terakhir. Para pemain kini mulai merasa khawatir dengan perlindungan privasi dan kenyamanan mereka saat bertanding di arena.

Kronologi Hacker Mengambil Alih Karakter Pemain

Kabar mengenai serangan ini pertama kali mencuat melalui sebuah unggahan video dari akun X bernama juicy shmooves. Dalam rekaman berdurasi dua menit tersebut, terlihat seorang pemain bernama xeaul menjadi korban serangan peretas.

Saat sedang menggunakan karakter Horizon, pemain tersebut tiba-tiba kehilangan kendali atas akunnya sendiri. Hacker memaksa karakter tersebut untuk membuang seluruh isi tas (inventory) ke luar peta secara berulang-ulang.

Kejadian ini bukanlah fenomena baru bagi komunitas Apex Legends yang sudah sering menghadapi masalah serupa. Sebelumnya pada Januari 2025, sejumlah akun milik pemain profesional ternama juga sempat dibobol oleh peretas.

Bahkan pada Maret 2024, turnamen resmi Apex Legends Global Series (ALGS) sempat terhenti karena gangguan operator tak dikenal. Pola serangan yang terjadi kali ini dinilai sangat mirip dengan insiden memalukan di panggung kompetisi tersebut.

Respon Cepat Respawn Entertainment dan Kritik Pemain

Pihak Respawn Entertainment segera memberikan tanggapan resmi melalui akun media sosial mereka setelah isu ini viral. Mereka mengakui adanya celah sistem yang memungkinkan pihak luar mengendalikan pemain secara jarak jauh.

Tim pengembang menyatakan bahwa investigasi mendalam terhadap kode game telah dilakukan untuk mencari titik lemah tersebut. Mereka berupaya memahami bagaimana peretas bisa menyisipkan program atau kode berbahaya ke dalam sistem.

Respawn mengklaim bahwa masalah keamanan ini telah berhasil diatasi melalui perbaikan sistem terbaru. Mereka menganalogikan persaingan antara tim keamanan dan peretas ini layaknya permainan "kucing dan tikus" yang terus berlanjut.

Meski klaim perbaikan sudah disampaikan, para penggemar setia Apex Legends tetap melontarkan kritik tajam. Banyak pemain yang merasa sistem keamanan game ini terlalu rapuh dan mudah ditembus oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Berikut adalah beberapa poin kritik utama yang disampaikan oleh komunitas pemain kepada developer:
  • Kekecewaan terhadap sistem keamanan yang dianggap tidak kunjung menunjukkan kemajuan signifikan.
  • Anggapan bahwa developer terlalu fokus pada penyeimbangan karakter (buff/nerf) dan perilisan event baru.
  • Tuntutan agar tim keamanan bekerja lebih serius dalam memproteksi akun dan data para pemain dari serangan siber.
  • Kekhawatiran akan keberlanjutan ekosistem kompetitif jika masalah kendali jarak jauh ini terus terulang.

Para pemain berharap kejadian ini menjadi teguran keras bagi Respawn dan EA untuk lebih memprioritaskan sekuritas game. Fokus pada konten visual dan event musiman dianggap sia-sia jika keamanan dasar bagi pemain tidak terjamin dengan baik.

Hingga saat ini, komunitas terus memantau apakah langkah perbaikan dari pengembang benar-benar efektif. Keamanan data dan kenyamanan bermain tetap menjadi isu utama yang harus diselesaikan oleh tim Apex Legends ke depannya.

Artikel terkait

Rekomendasi