Apa Arti Kami dari 27 Bulan Mei yang Viral dan Banyak Dicari di 2026?

Apa Arti Kami dari 27 Bulan Mei yang Viral dan Banyak Dicari di 2026?
Foto: Apa Arti Kami dari 27 Bulan Mei yang Viral dan Banyak Dicari di 2026?. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Media sosial X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter kembali diramaikan oleh ungkapan khas "Kami dari 27 bulan Mei" yang berhasil masuk ke jajaran trending topic. Fenomena ini muncul setiap kali kalender menunjukkan tanggal 27 Mei, di mana ribuan pengguna mengunggah pesan serupa secara serentak.

Ungkapan tersebut biasanya dibarengi dengan berbagai macam meme kreatif yang mengundang tawa bagi para pembacanya. Menariknya, banyak netizen baru yang merasa kebingungan mengenai maksud dan asal-usul dari kalimat yang mendadak viral tersebut.

Mengenal Tren Kami dari 27 Bulan Mei

Istilah "Kami dari 27 bulan Mei" sebenarnya merupakan bagian dari sebuah fenomena budaya digital yang muncul secara berulang setiap tahunnya. Sejak pagi hari, linimasa media sosial Indonesia sudah dipenuhi oleh cuitan yang menggunakan kalimat ikonik ini.

Berbagai macam gambar lucu, mulai dari foto artis papan atas hingga karakter kartun populer, diedit sedemikian rupa dengan tambahan teks "Kami dari 27 bulan Mei". Meski terlihat acak, tren ini menjadi cara unik netizen Indonesia dalam merayakan tanggal tersebut di ruang siber.

Keseruan ini tidak memiliki kaitan dengan peringatan hari besar nasional atau agenda resmi pemerintah mana pun. Kehadirannya murni merupakan bentuk nostalgia digital yang terus dipelihara oleh para pengguna aktif internet di tanah air.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai asal-usul dan alasan di balik populernya tren ini di media sosial:

  • Asal Lagu: Kalimat ini diambil dari lirik lagu berjudul "Tongkrongan Sopan" yang dipopulerkan oleh grup PBSU 275.
  • Meledak di TikTok: Lagu ini pertama kali menjadi fenomena besar pada tahun 2022 melalui aplikasi TikTok dengan potongan audio yang sangat ikonik.
  • Versi Populer: Publik lebih mengenal lagu ini dengan judul "Tongkrongan Kami Bukan Tongkrongan Pecundang" sesuai dengan baris liriknya yang paling diingat.
  • Aksi Para Artis: Banyak selebritas dan influencer ternama yang pernah ikut meramaikan tren ini dengan membuat video menggunakan lagu tersebut.

Lagu "Tongkrongan Sopan" sendiri pada awalnya merupakan lagu internal sebuah kelompok yang kemudian meledak ke publik luas. Liriknya yang unik dan ritmenya yang mudah diingat membuatnya sangat pas untuk dijadikan latar musik konten video pendek.

Bedah Lirik Lagu Tongkrongan Sopan - PBSU 275

Untuk memahami mengapa tanggal 27 Mei begitu melekat di ingatan netizen, kita perlu menengok kembali lirik lengkap dari lagu aslinya. Lagu ini menggambarkan identitas sebuah kelompok pemuda dengan gaya bahasa yang blak-blakan dan penuh dengan istilah lokal.

Isi lengkap lirik lagu yang menjadi sumber tren viral ini adalah sebagai berikut:

Tongkrongan kami sopan, Tongkrongan kami sopan
Tongkrongan yang bukan makan kawan (ya parah)
Tongkrongan dia edan, Tongkrongan perkampungan
Tongkrongan yang ada di jembatan (broker anjing)

Getok ember kalo dibacok darah luber (darah luber)
Kalo dibacok darah luber
Kami remaja setia kawan bukan pesawat
Apa lagi yang ada di jembatan (broker anjing)

Anjing pesawat yang beraninya di kandangan ga berani berkoar di luaran
Malamnya turun hujan, Siangnya mentari
PBSU lagi wara-wiri
Walau musuh menghadang, Broker pun menerjang, PBSU tak kan pernah goyang (tak kan pernah goyang bos!)

Getok batu kalo dibacok manggil pertu (tak pertu pertu)
Kalo dibacok manggil pertu
Kami dari 27 bulan mei (bulan mei)
Ayo dong bantai kami (ayo dong bang)
Kalau elo punya nyali (kalau punya nyali ye)

Tongkrongan kami bukan tongkrongan pecundang (pecundang pecundang)
Kami siap membuktikan (membuktikan)
Cobalah daerah kampungan
Jalan kedepan dikit ketemu restupala (restupala)
Yang mukanya kaya karma, Gue bacok bilang emak (ah parah)

Jalan ke Setka Tengah ketemu silahturahmi (silaturahmi)
Tatarannye anjing nginjek tai (ya parah)
Sampe jamet jarang mandi (ya parah, mandi mandi mandi)
Jalan ke Sukajadi ketemu anak rindo (rindo kontol)
Bocahnye dongo-dongo (dongo dongo), Doni acang gede bego

Jalan ke Duri B ketemu anak kampak (tak kampak)
Reptunya setan valak, Jagoane dua sempak (ya parah)
Muter ke Banjir Kanal ketemu anak broker (broker anjing)
Yang katanya keker-keker, Rajip tolol makan ager (ya parah)

Jalan ke Pasar Kanuran ketemu anak pesawat (pesawat anjing)
Yang katanya rajin sholat (rajin sholat ga tuh!?)
Punya BR boleh ngembat (parah, maling maling)

All base kami bukan All base takut pedang
All base kami tak pernah mundur
Basis-basis kami tak akan takut pedang
Walau musuh bawa pedang panjang
Kami tahan dengan tas selempang
Kami tahan dengan tangan doang
Dar der dor pake besum, Minta gedor nih bang

Dari baris lirik tersebut, terlihat jelas bahwa penyebutan "27 bulan Mei" merupakan bagian dari identitas kelompok yang menyanyikannya. Namun, seiring berjalannya waktu, konteks aslinya perlahan bergeser menjadi candaan umum bagi seluruh netizen Indonesia.

Menjadi Tradisi Tahunan di Dunia Maya

Kini, ungkapan "Kami dari 27 bulan Mei" telah berubah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti-nantikan kehadirannya oleh warga internet. Fenomena ini membuktikan betapa kuatnya pengaruh sebuah lagu viral dalam membentuk budaya media sosial dalam jangka panjang.

Meskipun tren ini mungkin terasa aneh bagi mereka yang tidak mengikuti perkembangan media sosial, bagi komunitas digital, ini adalah momen kebersamaan. Netizen saling berinteraksi dengan membagikan meme-meme paling lucu yang mereka temukan atau buat sendiri.

Selain menjadi ajang hiburan, fenomena ini juga menunjukkan sisi kreatif netizen dalam mengolah referensi lama menjadi sesuatu yang tetap relevan. Penggunaan istilah-istilah unik dalam lagu tersebut bahkan telah menjadi bagian dari perbendaharaan kata gaul di media sosial.

Banyak orang memprediksi bahwa tren ini tidak akan hilang dalam waktu dekat dan akan terus muncul setiap tahunnya. Kita bisa mengekspektasikan hal yang sama akan terjadi kembali pada tanggal 27 Mei tahun depan dengan variasi meme yang lebih segar.

Seiring dengan berakhirnya tanggal tersebut, tren ini biasanya akan mereda dengan sendirinya dan kembali "bersembunyi" hingga tahun berikutnya. Jadi, bagi Anda yang hari ini melihat banyak postingan serupa, kini Anda sudah tahu latar belakang di balik keramaian tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi