Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat mengidentifikasi kontak erat dari klaster maut Hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Langkah ini dilakukan setelah adanya laporan darurat dari otoritas kesehatan Inggris mengenai penyebaran virus tersebut.
Diketahui bahwa jenis virus yang mewabah di kapal tersebut adalah virus Andes. Spesies ini sangat diwaspadai karena memiliki kemampuan untuk menular antarmanusia secara langsung.
Persiapan Ratusan Rumah Sakit Rujukan
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan pihaknya telah menyiapkan 198 rumah sakit jejaring pengampuan infeksi emerging. Sebanyak 21 di antaranya merupakan rumah sakit sentinel Penyakit Infeksi Emerging (PIE) yang tersebar di 20 provinsi.
Langkah ini bertujuan untuk memantau potensi kasus baru dan mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di tanah air. Andi menegaskan bahwa fasilitas medis tersebut sudah dalam kondisi siap siaga sepenuhnya.
Selain kesiapan fasilitas perawatan, pemerintah juga memastikan ketersediaan perangkat pengujian yang memadai. Saat ini, sudah tersedia 221 unit alat PCR di seluruh wilayah Indonesia untuk mendeteksi virus secara akurat.
Rincian fasilitas medis yang telah disiapkan pemerintah mencakup:
- Ketersediaan tempat tidur ICU dengan tekanan standar sebanyak 3.467 unit.
- Ruang ICU dengan tekanan negatif sebanyak 535 unit untuk kasus berat.
- Ruang isolasi bertekanan standar sebanyak 3.968 unit.
- Ruang isolasi bertekanan negatif sebanyak 1.235 unit untuk meminimalkan risiko penularan.
- Persediaan APD coverall mencapai 143.917 unit dan alat swab sebanyak 2.185 unit.
Data tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan kasus melalui penyediaan sarana medis yang lengkap dan merata di seluruh daerah terdampak.
Daftar Rumah Sakit Pengampuan Utama
Sejumlah rumah sakit besar telah ditunjuk sebagai pusat penanganan utama infeksi emerging di Indonesia. Berikut adalah daftar rumah sakit yang menjadi garda terdepan dalam antisipasi ini.
| Nama Rumah Sakit | Lokasi |
|---|---|
| RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso | Jakarta Utara, DKI Jakarta |
| RSUP Persahabatan | Jakarta Timur, DKI Jakarta |
| RSUP Dr. Soetomo | Surabaya, Jawa Timur |
| RSUP Hasan Sadikin | Bandung, Jawa Barat |
| RSUP Dr. Kariadi | Semarang, Jawa Tengah |
| RSUP Dr. Sardjito | Sleman, DI Yogyakarta |
| RSUP Ngoerah | Denpasar, Bali |
| RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo | Sulawesi Selatan |
| RSUP H. Adam Malik | Medan, Sumatera Utara |
Tabel di atas merinci fasilitas kesehatan utama yang memiliki kompetensi khusus dalam menangani wabah penyakit menular di berbagai wilayah strategis. Rumah sakit ini menjadi rujukan utama bagi kasus-kasus yang memerlukan penanganan intensif.
Perbedaan Varian Hantavirus
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terkait keberadaan Hantavirus di Indonesia. Faktanya, virus ini sebenarnya sudah ditemukan di tanah air sejak tahun 1991 silam.
Meskipun demikian, Andi menekankan bahwa tipe Hantavirus yang ada di Indonesia berbeda dengan varian virus Andes yang ditemukan di MV Hondius. Fokus utama saat ini adalah memastikan kontak erat dari kapal tersebut menjalani karantina ketat setibanya di Jakarta.