Alasan Dimas Djay Pilih Gaya Vintage di OST Warkop DKI Terbaru 2026, Ternyata Ini Rahasianya

Alasan Dimas Djay Pilih Gaya Vintage di OST Warkop DKI Terbaru 2026, Ternyata Ini Rahasianya
Foto: Alasan Dimas Djay Pilih Gaya Vintage di OST Warkop DKI Terbaru 2026, Ternyata Ini Rahasianya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Rumah produksi Falcon Pictures baru saja meluncurkan teaser untuk video klip lagu berjudul "NDOKASIN". Lagu ini merupakan lagu tema orisinal atau original soundtrack (OST) untuk film komedi terbaru berjudul Warkop DKI: Viralin Dong yang dijadwalkan tayang pada 2026.

Cuplikan pendek tersebut berhasil menarik perhatian publik karena kental dengan nuansa nostalgia. Visual yang ditampilkan mengusung gaya jadul dengan bumbu humor absurd yang menjadi ciri khas grup lawak legendaris Dono, Kasino, dan Indro.

Menariknya, proyek video klip ini menjadi momentum kembalinya sutradara kenamaan Dimas Djayadiningrat ke industri musik. Setelah absen selama sepuluh tahun, Dimas akhirnya bersedia kembali menduduki kursi sutradara untuk sebuah video musik.

Dimas sengaja menerapkan estetika visual vintage yang terkesan "tidak sempurna" dalam karya terbarunya ini. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali ruh komedi Warkop DKI dalam format yang lebih modern namun tetap terasa otentik.

Alasan Dimas Djay Kembali Menyutradarai Video Klip

Dalam sesi konferensi pers yang digelar di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (23/5/2026), Dimas Djay berbagi cerita di balik keterlibatannya. Ia mengungkapkan bahwa konsep visual "Ndokasin" berakar dari keinginannya mengemas lawakan legendaris dalam bahasa gambar masa kini.

Dimas mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Warkop DKI sejak dirinya masih kecil. "Sudah 10 tahun saya tidak menyutradarai video klip," ungkapnya saat menjelaskan keputusannya untuk kembali terjun ke proyek ini.

Ketertarikannya muncul karena ia merasa sangat dekat dengan karya-karya Warkop DKI. Ia menyatakan bahwa dirinya adalah penggemar berat yang tumbuh besar dengan menonton film-film mereka, sehingga proyek ini terasa sangat personal baginya.

Untuk mendapatkan tekstur gambar yang sesuai dengan era 1980-an, Dimas menggunakan perangkat kamera lawas selama proses syuting. Hal ini dilakukan demi menciptakan kesan visual yang benar-benar mirip dengan rekaman televisi atau film zaman dulu.

Beberapa fakta menarik mengenai elemen visual dalam video klip Ndokasin antara lain:

  • Penggunaan Kamera Lawas: Teknik ini sengaja dipilih untuk menghasilkan gambar dengan tekstur yang tidak sempurna namun memberikan kesan autentik era 80-an.
  • Gaya Busana Vintage: Para pemeran seperti Desta, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro tampil mengenakan pakaian mencolok khas dekade lawas.
  • Lokasi Syuting Historis: Pemilihan tempat dilakukan di lokasi yang memiliki sejarah panjang dengan produksi film Warkop asli.
  • Nuansa Warna: Pengaturan warna dibuat lebih hidup dan jenaka untuk mendukung atmosfer komedi yang ceria.

Dimas menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk perayaan terhadap warisan besar yang ditinggalkan oleh Warkop DKI. Ia berupaya memvisualisasikan pengertiannya tentang lawakan Dono, Kasino, dan Indro ke dalam sebuah frame yang bisa dinikmati generasi sekarang.

Pemilihan lokasi di Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, juga bukan tanpa alasan yang kuat. Taman tersebut sering menjadi latar tempat dalam berbagai judul film Warkop terdahulu, sehingga memperkuat rasa nostalgia bagi para penonton setia.

Peran Penting Desta dalam Membujuk Dimas Djay

Kembalinya Dimas Djay ke dunia video klip ternyata tidak lepas dari campur tangan Desta Mahendra. Selama satu dekade terakhir, Dimas memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menggarap iklan-iklan komersial secara eksklusif.

Desta menceritakan perjuangannya saat membujuk sang sutradara yang dikenal memiliki idealisme tinggi tersebut. "Waktu gue membujuk mas Dimas, dia bilang 'Des, kasih gua satu hari untuk mikir.' Besokannya dia mau," kata Desta mengenang momen tersebut.

Desta pun memberikan pujian setinggi langit terhadap hasil kerja Dimas dalam proyek "Ndokasin". Menurutnya, setiap bingkai gambar yang dihasilkan menunjukkan kejeniusan Dimas dalam merangkai detail unik yang tidak terpikirkan oleh orang lain.

Ia menambahkan bahwa ada beberapa adegan yang dianggapnya sangat brilian dan menunjukkan identitas kuat seorang Dimas Djayadiningrat. Bagi Desta, sentuhan kreatif sang sutradara selalu berhasil membuat sebuah karya menjadi luar biasa.

Dimas sendiri tidak menampik bahwa faktor pertemanan menjadi salah satu pertimbangan utamanya. Bekerja bersama kawan-kawan lama seperti Vino G. Bastian, Tora Sudiro, dan Desta membuatnya merasa nyaman selama proses produksi berlangsung.

Rasa rindu untuk berkarya di luar format iklan juga menjadi pendorong lain bagi Dimas. Hubungan personalnya dengan para pemeran memudahkan koordinasi dan penyamaan visi untuk menghadirkan kembali semangat grup lawak legendaris tersebut.

Detail Proses Syuting dan Keunikan di Balik Layar

Meskipun hasil akhirnya terlihat sangat jenaka dan santai, proses pengambilan gambar video klip ini memakan waktu yang cukup intens. Dimas mengungkapkan bahwa tim menghabiskan waktu sekitar 11 jam untuk menyelesaikan seluruh adegan.

Proses dimulai dari pukul 10 pagi hingga berakhir pada jam 9 malam. Waktu tersebut banyak digunakan untuk mengeksplorasi konsep secara spontan guna menemukan momen universal yang pas dengan karakter musik Warkop DKI yang gemar bernyanyi.

Salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam teaser tersebut adalah kemunculan adegan-adegan yang tidak masuk akal atau absurd. Salah satunya adalah adegan seorang ibu yang menggoreng makanan menggunakan tangan kosong tanpa alat bantu sutil.

Dimas menceritakan bahwa ide tersebut muncul secara tiba-tiba saat mereka sedang berada di lokasi syuting. Menurutnya, penggunaan sutil terasa kurang menarik, sementara aksi menggoreng dengan tangan memberikan kesan "sakti" khas ibu-ibu yang unik.

Berikut adalah ringkasan teknis mengenai proses produksi video musik Ndokasin:

Aspek Produksi Keterangan Detail
Durasi Syuting Sekitar 11 jam (10.00 WIB - 21.00 WIB)
Lokasi Utama Taman Bunga Wiladatika, Cibubur
Metode Kerja Improvisasi spontan dan eksplorasi adegan absurd
Pemilihan Figuran Karakter wajah yang memiliki nuansa otentik era 80-an

Data di atas menunjukkan betapa seriusnya tim dalam menggarap video klip ini meskipun tema yang diangkat adalah komedi. Keseriusan ini terlihat dari pemilihan figuran yang wajahnya dianggap sangat mewakili masyarakat pada dekade 1980-an.

Desta pun mengaku sangat terkesan dengan ketelitian Dimas dalam memilih karakter pendukung. Ia merasa kagum karena Dimas bisa menemukan orang-orang dengan tampilan yang sangat pas untuk mendukung suasana nostalgia yang ingin dibangun.

Sebagai penutup, Dimas menjelaskan bahwa kunci dari video klip ini adalah lelucon yang tidak dibuat-buat atau tidak berlebihan. Ia ingin penonton merasa terganggu secara positif oleh detail kecil yang ada, sehingga mereka tertarik untuk menonton videonya berulang kali.

Strategi penempatan komedi yang halus dan tidak selalu menjadi sorotan utama atau close-up sengaja diterapkan. Dengan cara ini, Dimas berharap penonton dapat menemukan hal-hal baru dan lucu setiap kali mereka memutar kembali video klip "Ndokasin".

Artikel terkait

Rekomendasi