Aksi Memukau Barry Likumahuwa di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik Terbaru 2026 yang Intim di Jakarta

Aksi Memukau Barry Likumahuwa di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik Terbaru 2026 yang Intim di Jakarta
Foto: Aksi Memukau Barry Likumahuwa di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik Terbaru 2026 yang Intim di Jakarta. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Musisi jazz kenamaan Barry Likumahuwa turut memeriahkan acara bertajuk POP: SELAH yang berlangsung di HeArt Space 2.0, Jakarta. Gelaran yang diadakan oleh Living Words Music Group pada Jumat, 22 Mei 2026 ini menghadirkan suasana pujian yang mendalam.

Acara tersebut dirancang sebagai wadah ibadah yang lebih personal melalui perpaduan harmonis antara musik dan refleksi spiritual. Melalui inisiatif ini, para peserta diajak untuk menyelami pengalaman batin yang lebih kuat dan bermakna.

Konsep Ibadah Intim Lewat Psalm of Praise

Nama POP sendiri merupakan akronim dari Psalm of Praise, sebuah Intellectual Property (IP) yang dikembangkan oleh Living Words Records. Program ini bertujuan mentransformasikan karya musik studio menjadi sebuah pengalaman ibadah yang dapat dirasakan langsung.

Pada edisi kali ini, tema "Selah" diangkat sebagai pengingat penting bagi masyarakat untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang padat. Fokus utamanya adalah mengajak setiap individu untuk belajar hadir sepenuhnya dalam momen yang sedang dijalani.

Sederet musisi dan pemimpin pujian yang turut memeriahkan acara ini antara lain:

  • Barry Likumahuwa
  • Regiesla
  • Umbu Kaborang
  • Aldrin Joshua
  • Justin Ablasio
  • JERE
  • Josephine Widia

Kehadiran para talenta berbakat ini memberikan warna tersendiri dalam menciptakan ruang perjumpaan spiritual yang personal bagi audiens di Jakarta. Setiap musisi membawa karakter unik yang memperkaya nuansa penyembahan selama acara berlangsung.

Menjawab Keresahan Generasi Muda

Calvin Sutandy selaku CEO Living Words Music mengungkapkan bahwa POP: SELAH lahir dari sebuah kegelisahan terhadap fungsi musik rohani saat ini. Ia merasa musik religius seharusnya tidak sekadar menjadi konsumsi pendengaran, tetapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan.

Selama bertahun-tahun fokus pada pengembangan artis di studio, pihak penyelenggara mulai memikirkan cara menciptakan ruang nyata bagi pendengar. Tujuannya adalah agar orang-orang tidak hanya mendengar kuasa pujian, melainkan benar-benar hidup di dalamnya.

Beberapa poin penting mengenai latar belakang penyelenggaraan acara ini meliputi:

  • Respon Gaya Hidup: Menanggapi kebiasaan generasi muda yang sulit lepas dari gawai dan notifikasi digital.
  • Hadir Sepenuhnya: Membantu individu menemukan kembali kemampuan untuk fokus dan hadir secara utuh (present).
  • Pengalaman Personal: Menyediakan ruang untuk mengekspresikan rasa syukur melalui perjumpaan spiritual yang nyata.

Calvin menegaskan bahwa kegiatan ini jauh dari sekadar hiburan musik rohani pada umumnya. POP: SELAH diposisikan sebagai oase di tengah dunia yang bergerak sangat cepat dengan arus informasi yang tidak pernah berhenti.

Melalui acara ini, diharapkan generasi muda Indonesia dapat menemukan keseimbangan batin di tengah hiruk-pikuk modernitas. Pengalaman ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang bertahan lama bagi pertumbuhan spiritual setiap pengunjung.

Artikel terkait

Rekomendasi