YouTuber Jeffry Jouw, yang lebih populer dengan nama Jejouw, harus mengubur keinginannya untuk memboyong motor gede idamannya. Ia gagal mendapatkan Harley Davidson incarannya dalam acara lelang Badan Pemulihan Aset (BPA) Fair yang digelar di Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Mei 2026.
Kekecewaan ini muncul lantaran harga penawaran terakhir jauh melampaui estimasi awal yang telah ia siapkan. Jejouw mengaku cukup terkejut melihat angka yang terus melonjak selama proses pelelangan berlangsung.
Rincian mengenai kegagalan penawaran harga oleh Jejouw tersebut adalah sebagai berikut:
- Barang yang menjadi incaran utama adalah satu unit motor gede bermerek Harley Davidson.
- Jejouw telah menyiapkan dana sekitar Rp700 juta untuk membawa pulang kendaraan mewah tersebut.
- Harga jual akhir di lokasi lelang justru melonjak drastis hingga menyentuh angka hampir Rp900 juta.
Selisih harga yang mencapai ratusan juta rupiah tersebut membuat pendiri USS Networks ini memilih untuk mundur dari persaingan lelang. Ia tidak menyangka antusiasme peserta lain begitu tinggi hingga mengerek harga sangat jauh dari ekspektasinya.
Selain mengincar motor gede, Jejouw sebenarnya merasa sangat penasaran dengan aset-aset sitaan milik pasangan Sandra Dewi dan Harvey Moeis. Harvey sendiri merupakan terpidana dalam kasus korupsi besar terkait tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk.
Jejouw sengaja datang karena mendengar kabar bahwa banyak koleksi mewah milik pasangan tersebut yang dipajang. Namun, rasa penasaran pria yang hobi mengoleksi barang-barang vintage ini tidak membuahkan hasil manis.
Beberapa kendala yang dialami Jejouw saat mencari barang milik Sandra Dewi di antaranya:
- Seluruh koleksi tas mewah dan perhiasan milik Sandra Dewi sudah ludes terjual ke peserta lain.
- Jejouw terlambat tiba di lokasi sehingga tidak sempat mengikuti proses penawaran untuk barang-barang tersebut.
- Ia hanya bisa melihat sisa-sisa kemeriahan lelang setelah banyak aset fenomenal berpindah tangan.
Kondisi tersebut membuat Jejouw hanya bisa melihat-lihat sisa barang yang tersedia tanpa bisa melakukan penawaran lagi. Meski gagal berbelanja, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kualitas aset yang ditampilkan dalam acara tersebut.
Melihat banyaknya aset berharga yang disita oleh negara, Jejouw mengaku merasa miris dengan skala kasus korupsi yang terjadi. Baginya, pemandangan tumpukan barang mewah hasil tindak pidana tersebut merupakan sebuah peringatan nyata bagi semua orang.
Ia menekankan pentingnya mencari nafkah dengan cara yang benar dan tidak melanggar hukum. Jejouw berharap masyarakat bisa mengambil hikmah dari kasus-kasus besar yang berakhir pada penyitaan harta benda seperti ini.
Pesan moral dan kesan yang disampaikan oleh Jejouw dalam acara tersebut meliputi:
- Menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga dalam berbisnis dan bekerja.
- Pentingnya menghasilkan uang dengan cara yang bersih, jujur, serta halal bagi setiap individu.
- Apresiasi terhadap kualitas barang dan koleksi mobil yang dilelang karena kondisinya yang sangat terawat.
Meskipun kali ini pulang dengan tangan hampa, semangat Jejouw untuk berpartisipasi dalam lelang negara tidak luntur begitu saja. Ia berencana untuk kembali mencoba peruntungannya pada kesempatan berikutnya yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Jejouw membocorkan niatnya untuk ikut kembali pada lelang bulan Agustus mendatang, terutama saat mobil-mobil mewah milik Harvey Moeis mulai ditawarkan. Ia berharap bisa mendapatkan unit kendaraan yang sesuai dengan kriteria dan budget yang ia miliki nanti.