Akamai Technologies, raksasa keamanan siber dan komputasi awan, secara resmi mengumumkan rencana akuisisi terhadap LayerX, perusahaan rintisan yang fokus pada keamanan AI.
Kesepakatan besar ini bernilai sekitar 205 juta dollar AS atau setara dengan Rp3,65 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.800 per dollar AS.
Langkah Strategis Memperkuat Keamanan Browser
Langkah akuisisi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Akamai dalam memantau penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di dalam ekosistem perusahaan.
Teknologi yang dimiliki LayerX akan memperluas cakupan perlindungan keamanan langsung melalui peramban (browser) yang digunakan oleh para karyawan.
Browser saat ini telah menjadi pintu gerbang utama bagi pekerja untuk mengakses aplikasi internal, layanan SaaS, hingga berbagai platform AI generatif.
Melalui integrasi ini, Akamai berupaya memperkokoh portofolio keamanan Zero Trust mereka guna menjawab tantangan adopsi AI yang kian masif.
Fakta utama mengenai proses akuisisi Akamai terhadap LayerX:
- Nilai Transaksi: Mencapai 205 juta dollar AS atau Rp3,65 triliun.
- Target Integrasi: Bergabung dengan divisi keamanan Zero Trust Akamai.
- Waktu Penyelesaian: Transaksi diproyeksikan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026.
- Proyeksi Pendapatan: Diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan (ARR) sebesar 10 juta dollar AS pada akhir 2026.
Informasi tersebut merangkum rincian finansial dan target strategis yang ingin dicapai oleh Akamai lewat aksi korporasi ini.
Tantangan Keamanan di Era Kecerdasan Buatan
Executive Vice President Akamai, Mani Sundaram, menyoroti bahwa banyak perusahaan saat ini kesulitan mengontrol bagaimana karyawan berinteraksi dengan AI.
Kontrol keamanan konvensional dianggap sudah tidak memadai untuk memantau data yang dibagikan ke dalam large language models (LLM).
Solusi dari LayerX hadir untuk menjawab persoalan tersebut dengan memberikan visibilitas penuh secara real-time saat karyawan menggunakan chatbot AI.
Hebatnya, teknologi ini dapat diterapkan tanpa memaksa karyawan berpindah ke browser khusus atau mengubah infrastruktur IT yang sudah ada.
Kemampuan utama yang ditawarkan oleh teknologi LayerX meliputi:
- Pemantauan aktivitas saat pengguna memasukkan perintah (prompt) ke chatbot AI.
- Kontrol keamanan saat melakukan pengunggahan dokumen ke platform berbasis AI.
- Pengawasan akses terhadap berbagai aplikasi AI agent secara langsung.
- Kemudahan implementasi tanpa mengganggu ekosistem teknologi perusahaan yang tersedia.
Fitur-fitur tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal tanpa mengorbankan produktivitas maupun kenyamanan kerja karyawan.
Fokus pada Perlindungan AI Agent
CEO sekaligus Co-Founder LayerX, Or Eshed, menegaskan bahwa mengamankan interaksi manusia dan AI agent adalah tantangan terbesar keamanan perusahaan saat ini.
Setelah proses akuisisi selesai, seluruh tim LayerX beserta para pendirinya akan resmi bergabung ke dalam unit bisnis Akamai.
Menariknya, LayerX menjadi perusahaan keamanan asal Israel keempat yang dicaplok oleh Akamai dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan standar baru dalam menjaga kerahasiaan data perusahaan di tengah gempuran tren kecerdasan buatan.