Aktris Acha Septriasa memberikan peringatan serius mengenai bahaya memendam masalah dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, kebiasaan melakukan silent treatment atau mendiamkan persoalan bisa menjadi bom waktu yang siap menghancurkan hubungan kapan saja.
Pernyataan ini disampaikan Acha saat berkunjung ke kantor Suara.com pada Senin, 18 Mei 2026. Ia menekankan bahwa komunikasi yang terbuka adalah kunci utama untuk menjaga keharmonisan pasangan dalam jangka panjang.
Pentingnya Kejujuran Mengenai Luka Masa Lalu
Acha menilai setiap orang membawa latar belakang dan luka masa lalu yang berbeda saat memasuki sebuah pernikahan. Sayangnya, banyak pasangan yang justru gagal membicarakan trauma tersebut secara jujur sejak awal hubungan mereka dimulai.
Bintang film Heart ini menyarankan agar setiap individu berani memaparkan segala hal dengan transparan kepada pasangannya. Dengan meletakkan semua kartu di atas meja, potensi konflik yang bersumber dari masa lalu bisa diminimalisir.
Beberapa poin utama yang ditekankan Acha Septriasa terkait hubungan sehat:
- Kejujuran mengenai latar belakang trauma atau luka masa lalu kepada pasangan.
- Keberanian untuk mendeteksi tanda-tanda awal hubungan yang tidak sehat atau red flags.
- Penyelesaian masalah secara langsung tanpa menunda-nunda atau mendiamkannya.
- Keterbukaan untuk mencari bantuan profesional jika hubungan mulai terasa toksik.
Acha menjelaskan bahwa jika gejala hubungan toksik dideteksi lebih dini, pasangan tersebut masih memiliki peluang besar untuk menemukan solusi terbaik. Masalah yang masih di tahap awal jauh lebih mudah diperbaiki daripada yang sudah mengakar menahun.
Bertahan Demi Anak Bukan Selalu Solusi Terbaik
Salah satu fenomena yang disoroti Acha adalah kecenderungan orang tua untuk tetap bertahan dalam pernikahan toksik hanya demi alasan anak. Padahal, lingkungan rumah tangga yang penuh tekanan justru bisa memberikan dampak buruk bagi perkembangan mental sang buah hati.
Menurut Acha, berpisah terkadang menjadi keputusan yang lebih bijak untuk menyelamatkan perspektif anak tentang hubungan yang sehat. Hal ini dilakukan agar anak tidak menganggap pola hubungan yang kasar atau tidak sehat sebagai sesuatu yang normal.
Perbandingan pandangan umum vs sudut pandang Acha Septriasa:
| Aspek Pertimbangan | Pandangan Umum | Perspektif Acha Septriasa |
|---|---|---|
| Penyelesaian Masalah | Sering didiamkan agar tidak ribut. | Harus dibicarakan agar tidak jadi bom waktu. |
| Status Perceraian | Dianggap sebagai kegagalan hidup. | Langkah menyelamatkan masa depan anak. |
| Alasan Bertahan | Demi kebahagiaan anak di masa depan. | Mengajarkan anak tentang hubungan yang sehat. |
Tabel di atas merangkum bagaimana Acha mencoba mengubah stigma negatif mengenai kegagalan pernikahan di mata masyarakat. Ia menegaskan bahwa keluar dari hubungan yang merusak bukan berarti seseorang gagal secara total dalam kehidupannya.
Acha sangat memahami bahwa memutuskan untuk berpisah bagi orang tua yang sudah memiliki anak merupakan perkara yang amat berat. Namun, kebahagiaan dan keamanan lingkungan bagi anak harus tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.