9 Kejadian Mengejutkan di Lokasi Syuting American Horror Story Terbaru 2026

9 Kejadian Mengejutkan di Lokasi Syuting American Horror Story Terbaru 2026
Foto: 9 Kejadian Mengejutkan di Lokasi Syuting American Horror Story Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Serial antologi American Horror Story (AHS) garapan Ryan Murphy memang dikenal luas karena menghadirkan kisah-kisah yang menyeramkan, unik, dan sering kali terasa ganjil di layar kaca. Namun, ketegangan yang dirasakan penonton ternyata tidak sebanding dengan intensitas berbagai kejadian aneh yang berlangsung di balik layar selama proses produksi.

Sebagai salah satu tayangan favorit global, AHS terus berlanjut hingga kini dan dijadwalkan kembali dengan musim ke-13 pada September 2026 mendatang. Menjelang musim barunya, mari kita ulas kembali serangkaian kejadian tidak biasa yang dialami para pemeran dan kru di lokasi syuting.

Gangguan Mistis dan Pengalaman Tak Kasat Mata

Salah satu pengalaman paling mencekam dialami oleh Gabourey Sidibe saat memerankan tokoh Queenie dalam musim Coven. Di lokasi syuting yang berada di New Orleans, ia mengaku merasa sangat tidak nyaman dengan atmosfer yang ada.

Ketakutan Sidibe memuncak saat ia harus mengucapkan mantra sihir asli dalam sebuah adegan untuk memanggil roh. Ia merasa kata-kata dalam naskah tersebut memiliki kekuatan nyata yang bisa mengundang entitas yang tidak diinginkan.

Pengakuan mengejutkan Gabourey Sidibe kepada The Hollywood Reporter terkait gangguan gaib yang dialaminya:

  • Saat sedang berada di ruang rias bersama penata rambut, Sidibe mendengar suara garukan keras di dinding seolah ada sesuatu yang memaksa masuk.
  • Dalam kondisi panik, ia meminta penata rias tersebut untuk segera berdoa demi keselamatan mereka dari gangguan suara misterius itu.
  • Beberapa kru sempat berseloroh bahwa itu adalah ulah Papa Legba, namun Sidibe dengan tegas meminta mereka diam karena percaya ucapan tersebut punya dampak mistis.
  • Ia juga sempat merasakan sensasi jari tak terlihat yang menyentuh bibirnya hingga membengkak secara tiba-tiba.

Kejadian aneh tersebut rupanya tidak hanya menimpa Sidibe, karena rekannya, Sarah Paulson, juga merasakan hal serupa. Bengkak di bibir Sidibe baru mengempis setelah ia menghubungi teman gerejanya untuk berdoa bersama melalui telepon.

Meski sempat mengalami teror mental di lokasi syuting, Sidibe terbukti tetap profesional. Ia memutuskan untuk tetap kembali bergabung dalam waralaba ini saat membintangi musim Hotel.

Ketakutan Kru Terhadap Karakter Ikonik

Kemampuan akting John Carroll Lynch dalam menghidupkan karakter jahat memang tidak perlu diragukan lagi. Namun, performanya sebagai Twisty the Clown dalam musim Freak Show ternyata memberikan dampak psikologis bagi orang-orang di sekitarnya.

Lynch sendiri mengaku terkejut saat menyadari bahwa banyak kru film yang justru merasa ngeri melihatnya di lokasi syuting. Kostum badut yang ia kenakan dianggap sangat menyeramkan hingga banyak orang berusaha menjaga jarak darinya.

Cerita John Carroll Lynch kepada Cinema Blend mengenai suasana mencekam saat ia mengenakan kostum Twisty:

  • Pada sebuah adegan malam hari di hutan, Lynch harus berdiri diam memantau karakter lain dari kejauhan dalam kegelapan.
  • Setelah proses pengambilan gambar selesai, ia berjalan melewati kerumunan kru yang tampak sangat tidak nyaman dengan kehadirannya.
  • Seorang rekan aktor bahkan secara terbuka mengakui bahwa penampilan Lynch benar-benar membuat bulu kuduk berdiri.

Menanggapi hal tersebut, Lynch tidak merasa tersinggung dengan perlakuan dingin dari rekan kerjanya. Ia sangat memaklumi bahwa fobia terhadap badut adalah hal yang umum, apalagi dengan citra badut jahat yang sering muncul di sinema.

Transformasi Riasan yang Berujung Masalah

Kualitas tata rias prostetik dalam AHS memang sangat luar biasa, hingga terkadang membuat para aktornya sulit dikenali. Hal inilah yang dialami oleh Naomi Grossman saat bertransformasi menjadi karakter Pepper yang ikonik di musim Asylum.

Saking berbedanya penampilan Grossman dengan wajah aslinya, ia pernah mengalami insiden memalukan di lokasi syuting. Petugas keamanan yang berjaga sempat mengusirnya dari area kerja karena mengira ia adalah orang asing yang menyelinap.

Kesan Naomi Grossman saat harus bersembunyi di balik riasan ekstrem menurut wawancaranya dengan The Huffington Post:

  • Grossman harus disembunyikan di bawah kain penutup sebelum kamera mulai merekam agar penampilannya tetap menjadi rahasia.
  • Kondisi ini membuatnya merasa terkucilkan karena tidak ada satu pun orang di lokasi yang berani menatap wajahnya secara langsung.
  • Ia menggambarkan pengalaman awal saat memerankan Pepper sebagai sesuatu yang sangat canggung dan membuat tidak nyaman.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Denis O'Hare saat berperan sebagai Larry Harvey dalam musim Murder House. Wajahnya dirias sedemikian rupa hingga menyerupai korban luka bakar tingkat tiga yang sangat realistis.

Sayangnya, riasan yang terlalu nyata itu justru membuat O'Hare merasa mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Banyak orang di sekitar lokasi yang tidak menyadari bahwa ia adalah aktor dan justru memandang iba atau memalingkan wajah karena ngeri.

Merasa tidak nyaman dengan tatapan-tatapan tersebut, Denis O'Hare akhirnya memilih untuk mengisolasi diri. Ia lebih banyak menghabiskan waktu sendirian selama jeda syuting untuk menghindari interaksi sosial yang membuatnya merasa aneh.

Totalitas Akting dan Ritual Pembersihan Diri

Aktris legendaris pemenang Oscar, Kathy Bates, juga menunjukkan dedikasi luar biasa saat berperan di serial ini. Saat memerankan Ethel Darling atau "Wanita Berjanggut" di musim Freak Show, ia harus menguasai aksen Baltimore yang sangat spesifik.

Tantangan ini begitu berat hingga Bates memilih untuk terus menggunakan aksen tersebut bahkan saat sedang tidak di depan kamera. Ia khawatir jika ia berhenti sejenak, ia akan kehilangan intonasi khas yang sulit dipelajari itu.

Metode unik yang dilakukan Kathy Bates untuk menjaga kesehatan mentalnya setelah memerankan karakter gelap:

  • Bates menjalankan ritual detoksifikasi harian setiap kali selesai melakukan proses syuting di penghujung hari.
  • Saat menghapus riasan dan melepas kostum, ia melakukan visualisasi untuk membuang seluruh energi negatif yang menempel.
  • Proses ini baginya sangat krusial untuk menegaskan kembali jati dirinya dan memisahkan kehidupan pribadi dari karakter jahat yang ia perankan.

Dedikasi Bates terhadap perannya terkadang memberikan efek takut bagi rekan mainnya, seperti yang dirasakan Cheyenne Jackson di musim Roanoke. Jackson mengaku sempat merasa sangat ketakutan saat harus beradu akting dalam adegan pembunuhan.

Adegan tersebut diambil pada pukul empat pagi di tengah hutan yang diselimuti kabut tebal yang dingin. Melihat Bates mendekat dengan membawa pisau daging besar dalam kondisi seperti itu menciptakan ketakutan yang terasa sangat nyata bagi Jackson.

Ketidaknyamanan Fisik dan Kejadian Memalukan

Bagi beberapa aktor, tantangan terbesar bukan terletak pada naskah, melainkan pada kondisi fisik yang harus mereka jalani. Chloe Sevigny merasakan ketidaknyamanan luar biasa saat memerankan Shelley di musim Asylum.

Akibat skenario yang mengharuskan kakinya diamputasi, Sevigny dipasangi prostetik yang memaksa kakinya tertekuk seharian. Kondisi ini membuatnya harus bergantung pada kursi roda dan bantuan kru untuk berpindah tempat.

Sevigny mengaku merasa sangat aneh dan tidak berdaya karena harus dilayani terus-menerus oleh orang lain. Baginya, mobilitas yang terbatas selama syuting memberikan tekanan mental yang cukup mengganggu selama berada di set.

Di sisi lain, Evan Peters memiliki kenangan memalukan yang tidak akan pernah ia lupakan. Saat proses syuting Asylum, ia harus mengenakan kostum yang minim dan menggunakan banyak pelumas agar bisa masuk ke dalam kostum karet.

Dalam sebuah adegan yang mengharuskan dirinya membungkuk di atas meja, sebuah insiden tidak terduga terjadi. Peters secara tidak sengaja memperlihatkan bagian intimnya kepada lawan mainnya, Jessica Lange dan Sarah Paulson, yang tentu saja memicu rasa malu yang luar biasa.

Drama Hubungan yang Mengganggu Produksi

Kejadian tidak biasa di lokasi syuting tidak hanya datang dari hal mistis atau teknis, tapi juga dari hubungan asmara antar pemain. Evan Peters dan Emma Roberts memiliki hubungan yang sangat fluktuatif di kehidupan nyata, yang berdampak langsung pada pekerjaan mereka.

Detail ketegangan antara Evan Peters dan Emma Roberts yang sempat menghebohkan lokasi syuting:

Musim Produksi Kejadian Penting Dampak di Lokasi Syuting
AHS: Freak Show Pertengkaran hebat di depan publik. Kru dan pemain lain merasa sangat tidak nyaman dan kewalahan.
AHS: Coven Momen perdamaian setelah perselisihan. Terjadi di hadapan banyak orang, menciptakan atmosfer yang emosional.
Insiden Hotel Tuduhan kekerasan fisik di Montreal. Emma Roberts sempat ditangkap pihak berwenang karena melukai Evan Peters.

Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa pasangan ini sering kali terlibat cekcok mulut saat kamera sedang mati. Namun anehnya, sesaat setelah bertengkar, mereka bisa kembali bermesraan seolah tidak terjadi masalah apa pun sebelumnya.

Kejadian di Montreal menjadi puncak dari hubungan intens mereka, di mana polisi dipanggil karena laporan keributan di kamar hotel. Pihak berwenang menemukan hidung Evan Peters berdarah, yang berujung pada penangkapan singkat Emma Roberts.

Segala dinamika unik ini membuktikan bahwa American Horror Story memang serial yang penuh drama, baik di depan maupun di belakang layar. Mulai dari teror makhluk halus, tantangan riasan yang ekstrem, hingga konflik asmara, semuanya menjadi bumbu yang menyertai kesuksesan serial horor ini.

Artikel terkait

Rekomendasi