Gelar juara Liga Champions merupakan impian tertinggi bagi setiap pesepak bola yang meniti karier di liga-liga elite Benua Biru. Seorang pemain baru dianggap mencapai puncak kesuksesan jika mampu merasakan atmosfer mengangkat trofi paling bergengsi dalam kompetisi antarklub di Eropa tersebut.
Lionel Messi menjadi representasi sempurna mengenai bagaimana raihan trofi dapat menjadi tolok ukur kesuksesan seorang pemain bintang. Selama berseragam Barcelona, megabintang asal Argentina tersebut telah memenangkan seluruh gelar yang tersedia, termasuk beberapa trofi Liga Champions yang prestisius.
Karier Messi semakin terlihat sempurna setelah ia berhasil memimpin Tim Nasional Argentina meraih gelar juara Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar. Pencapaian ini membuat reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola menjadi semakin tidak terbantahkan lagi.
Sebaliknya, nasib kurang beruntung justru dialami oleh Kylian Mbappe yang kini membela raksasa Spanyol, Real Madrid, namun belum pernah mencicipi gelar juara Liga Champions. Meskipun kemampuannya tidak diragukan lagi sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini, absennya trofi Si Kuping Besar tetap menjadi celah dalam kariernya.
Keputusan Mbappe meninggalkan Paris Saint-Germain untuk bergabung dengan Los Blancos didasari oleh ambisi besar untuk segera memenangkan kompetisi kasta tertinggi di Eropa tersebut. Namun, kenyataan pahit harus diterima sang pemain karena mimpinya tersebut masih harus tertunda lebih lama akibat kegagalan di musim terbaru.
Mbappe bukanlah satu-satunya pemain bintang yang masih berjuang keras demi mendapatkan medali juara Liga Champions pertama mereka di panggung sepak bola. Berdasarkan laporan dari Planet Football, setidaknya ada tujuh pemain aktif lainnya yang membutuhkan gelar tersebut untuk memperkuat posisi mereka sebagai legenda lapangan hijau.
1. Kylian Mbappe
Kylian Mbappe memegang rekor sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak di Liga Champions yang belum pernah memenangkan trofi kompetisi tersebut sepanjang sejarahnya. Penyerang asal Prancis ini tercatat sudah membukukan 70 gol dari 98 penampilan, sebuah angka yang hanya bisa dilampaui oleh pemain legendaris sekelas Ronaldo hingga Messi.
Sepanjang kariernya, Mbappe baru satu kali merasakan atmosfer pertandingan final Liga Champions, tepatnya saat PSG dikalahkan oleh Bayern Munchen pada edisi tahun 2020. Ironisnya, kegagalan tersebut terjadi meski dirinya sudah berstatus sebagai pemenang Piala Dunia bersama tim nasional negaranya sejak usia yang sangat muda.
2. Lamine Yamal
Lamine Yamal merupakan talenta muda yang sudah menunjukkan sinar kebintangannya bersama Barcelona meskipun usianya baru menginjak angka 18 tahun pada musim ini. Remaja berbakat ini telah mencatatkan 11 gol di ajang Liga Champions dan 30 gol di kompetisi domestik La Liga melalui total ratusan penampilan kompetitif.
Barcelona sendiri sudah cukup lama tidak merasakan gelar juara Liga Champions sejak terakhir kali mengangkat trofi tersebut pada tahun 2015 yang lalu. Yamal memiliki beban besar untuk membawa klubnya kembali ke puncak Eropa demi menyamai reputasi para pendahulunya seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.
3. Harry Kane
Harry Kane memilih untuk hengkang dari Tottenham Hotspur menuju Bayern Munchen pada tahun 2023 dengan ambisi utama mengakhiri puasa gelar dalam karier profesionalnya. Langkah ini diambil karena dominasi Bayern yang luar biasa di Jerman dianggap sebagai jalur paling realistis bagi Kane untuk memenangkan trofi besar.
Namun, nasib kurang beruntung masih membayangi kapten tim nasional Inggris tersebut setelah Bayern gagal total pada musim debutnya dan kembali tersingkir di semifinal musim ini. Meski sudah mencetak lebih dari 500 gol sepanjang kariernya, waktu Kane untuk memenangkan Liga Champions semakin menipis seiring usianya yang menginjak 32 tahun.
4. Michael Olise
Michael Olise tampil sangat impresif di lini serang Bayern Munchen dengan mencatatkan statistik assist yang luar biasa sepanjang musim kompetisi berlangsung saat ini. Mantan pemain Crystal Palace tersebut bahkan sempat masuk dalam bursa calon pemenang Ballon d’Or jika timnya mampu meraih kesuksesan besar di level klub dan internasional.
Harapan tersebut harus pupus setelah Bayern Munchen gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions, yang secara otomatis memengaruhi penilaian terhadap performa individu sang pemain. Memenangkan kompetisi ini dianggap krusial bagi Olise untuk membuktikan bahwa dirinya sudah berada di level elit pemain bintang dunia yang sesungguhnya.
5. Bukayo Saka
Sebagai andalan utama di Arsenal, Bukayo Saka sangat membutuhkan gelar prestisius untuk memvalidasi statusnya sebagai salah satu pemain terbaik di kompetisi Liga Inggris. Hingga saat ini, koleksi trofi Saka masih terbatas pada gelar Piala FA serta Community Shield, sementara timnya terus berjuang menjadi penantang gelar juara.
Setelah menandatangani kontrak jangka panjang baru, Saka menegaskan komitmennya untuk memenangkan seluruh kompetisi besar yang diikuti oleh Arsenal, termasuk ajang Liga Champions. Keberhasilan di level Eropa akan sangat membantu meningkatkan reputasi internasional pemain yang menjadi tulang punggung tim nasional Inggris tersebut secara signifikan.
6. Declan Rice
Declan Rice telah membuktikan kualitasnya sebagai gelandang kelas dunia sejak memutuskan untuk pindah ke Stadion Emirates dari West Ham United pada tahun 2023. Rice sebelumnya telah mencicipi gelar juara UEFA Conference League, namun ia merasa bahwa level permainannya saat ini menuntut trofi yang jauh lebih besar.
Pada usia 27 tahun, Rice kini berada di masa keemasan kariernya dan telah terpilih masuk dalam Tim Terbaik Liga Champions musim lalu berkat performa konsistennya. Ambisi terbesarnya saat ini adalah mengamankan gelar Liga Champions guna melengkapi pencapaian individunya yang sudah sangat mengesankan di kancah sepak bola profesional.
7. Lautaro Martinez
Lautaro Martinez memiliki catatan emosional dengan kompetisi ini setelah merasakan dua kekalahan pahit di partai final Liga Champions dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Penyerang Inter Milan ini harus mengakui keunggulan lawan-lawannya di laga puncak, yang membuat ambisinya untuk menyandingkan gelar klub dengan trofi Piala Dunia tetap tertunda.
Meskipun ia merupakan pencetak gol ulung dengan koleksi lebih dari 170 gol untuk Inter, beberapa pengamat masih meragukan kemampuannya memimpin lini depan sendirian. Sayangnya, Martinez harus menunggu musim depan untuk mencoba lagi karena Inter Milan secara mengejutkan tersingkir dari tim underdog Bodo/Glimt pada babak play-off musim ini.
8. Luis Diaz
Luis Diaz mengalami perkembangan karier yang sangat pesat sejak memutuskan untuk bergabung dengan Bayern Munchen setelah mengakhiri masa baktinya di klub Inggris, Liverpool. Pemain asal Kolombia ini sudah pernah mencicipi posisi runner-up Liga Champions, namun ia sangat berhasrat untuk mengubah medali perak tersebut menjadi emas.
Pada usia 29 tahun, Diaz menyadari bahwa kesempatan untuk menjadi juara Eropa tidak akan datang selamanya meskipun kontraknya bersama Bayern masih tersisa tiga tahun. Ia bertekad menunjukkan standar permainan tertinggi secara konsisten demi membantu raksasa Bavaria tersebut kembali mendominasi panggung sepak bola Benua Biru di masa mendatang.
| Nama Pemain | Klub Saat Ini | Usia | Pencapaian Terbaik di UCL |
|---|---|---|---|
| Kylian Mbappe | Real Madrid | 27 | Finalis (2020) |
| Harry Kane | Bayern Munchen | 32 | Finalis (2019) |
| Lautaro Martinez | Inter Milan | 28 | Finalis (2023, 2025) |
| Bukayo Saka | Arsenal | 24 | Perempat Final |
| Lamine Yamal | Barcelona | 18 | Perempat Final |
| Declan Rice | Arsenal | 27 | Semifinal |
| Luis Diaz | Bayern Munchen | 29 | Finalis (2022) |