Artikel ini merangkum tentang enam film satir yang mengeksplorasi sisi gelap dari maskulinitas normatif serta bagaimana pandangan patriarki mempengaruhi perilaku pria dalam berbagai situasi sosial. Film-film seperti American Psycho, The Art of Self-Defense, dan Our Sunhi menampilkan tokoh-tokoh pria yang terjebak dalam standar maskulinitas toksik melalui berbagai kisah psikologis, drama, dan komedi. Film-film ini mengajak penonton untuk memikirkan kembali konsep kejantanan tradisional serta dampaknya terhadap relasi sosial dan identitas diri pada zaman sekarang.
Gertakan langsung sering kali tidak cukup untuk membuat perubahan, karena itu dihadirkanlah satire — sebuah seni mengekspresikan pendapat melalui sindiran. Tidak melulu harus kocak, sindiran bisa dibungkus dengan cara yang menonjol bahkan tragis. Tujuannya adalah memicu pemikiran penonton untuk mengevaluasi masalah tertentu, misalnya maskulinitas, yang banyak dibicarakan namun sering salah dipahami dan dianggap normatif padahal sebenarnya toksik. Ketika kemarahan tidak mampu mengubah orang, muncul berbagai karya seni satir yang menyindir maskulinitas.
Berikut adalah enam film yang menyindir maskulinitas normatif:
1. American Psycho (2000)
American Psycho adalah film thriller psikologis yang mengkritik maskulinitas toksik melalui tokoh seorang pria yang terlihat ideal dalam pandangan sosial normatif. Meski kariernya gemilang, cerdas, dan berpenampilan rapi, pria ini menyimpan "hobi" menyeramkan sebagai seorang sosiopat. Patrick Bateman, karakter utama yang diciptakan Mary Harron, menggambarkan pria yang tampaknya diuntungkan oleh kapitalisme dan patriarki, namun sebetulnya menghadapi kegamangan.
2. The Art of Self-Defense (2019)
Film ini bercerita tentang Casey, pemuda yang merasa lemah dan memutuskan belajar seni bela diri di sebuah dojo. Namun, dojo tersebut menerapkan prinsip yang ekstrem, membuat Casey terdoktrin dan nekat melakukan hal tak terduga. Kisah ini sebuah ironi dengan hasil yang justru menjadi senjata makan tuan.
3. Crash Land (2026)
Crash Land mengikuti dua pemuda yang merasa bosan menjadi aktor pengganti dan berencana membuat film mereka sendiri. Dempsey Byrk mengajak kita melihat persahabatan pria dengan cara unik dan mengungkap adanya kecenderungan pria mengambil risiko demi ekspresi diri.
4. The Death of Stalin (2017)
Meski tidak berbentuk dokumenter, The Death of Stalin adalah parodi tentang peristiwa di sekitar kematian diktator Soviet itu. Mereka di sekitarnya justru sibuk dengan kepentingan sendiri. Banyak dari mereka adalah pria yang dihantui rasa insecure namun tampilannya kocak.
5. Our Sunhi (2013)
Karya Hong Sang Soo ini menyoroti fenomena mansplaining melalui karakter Sunhi, seorang wanita muda yang menghadapi perilaku ini dari tiga pria di hidupnya. Ini memberikan sindiran terhadap pria yang merasa terancam ketika berhadapan dengan wanita berambisi.
6. Daytime Drinking (2008)
Film indie Korea ini berpusat pada Hyuk Jin yang setelah diputuskan pacar, memutuskan untuk melakukan perjalanan. Tanpa sengaja ia bertemu pria-pria lain dan terjebak dalam siklus mabuk yang tak ada akhir. Film ini bisa jadi double feature bareng Another Round.
Plot dari keenam film yang mengeksplorasi maskulinitas normatif ini tidaklah biasa, dan wajib disaksikan oleh penggemar film untuk menambah wawasan tentang isu sosial.