Meraih trofi Liga Champions merupakan dambaan tertinggi bagi setiap pesepak bola yang meniti karier di daratan Eropa. Turnamen ini dianggap sebagai puncak prestasi karena tingkat kesulitannya yang luar biasa bagi klub mana pun.
Gengsi mengangkat trofi "Si Kuping Besar" begitu besar sehingga sering kali menjadi tolok ukur kesuksesan karier seorang pemain. Banyak pemain hebat yang diakui dunia namun tetap merasa kurang karena belum pernah memenangi ajang ini.
Faktanya, beberapa nama ikonik seperti Gianluigi Buffon, Ronaldo Nazario, hingga Zlatan Ibrahimovic harus pensiun tanpa gelar Liga Champions. Kegagalan para superstar tersebut membuktikan bahwa talenta besar saja tidak cukup untuk menjadi juara.
Namun, di sisi lain, ada deretan pemain yang justru berhasil meraih medali juara meski namanya jarang disebut dalam sejarah turnamen. Berikut adalah lima pemain yang tercatat pernah menjuarai Liga Champions namun sering kali terlupakan oleh publik.
Daftar Pemain dengan Medali Liga Champions yang Tak Terduga
Beberapa nama berikut mungkin akan mengejutkan Anda karena jarang diasosiasikan dengan kejayaan di kompetisi antarklub kasta tertinggi Eropa :
- Rhian Brewster (Liverpool)
- Jeremy Mathieu (Barcelona)
- Ivan Perisic (Bayern Munchen)
- Ross Turnbull (Chelsea)
- Sulley Muntari (Inter Milan)
Para pemain di atas memiliki kontribusi dan cerita unik di balik medali emas yang mereka dapatkan bersama klub masing-masing. Beberapa di antaranya bahkan meraih gelar tersebut saat berstatus sebagai pemain cadangan atau pemain pinjaman.
1. Rhian Brewster
Nama Rhian Brewster awalnya sangat dielu-elukan saat masih menimba ilmu di akademi Chelsea sebelum akhirnya pindah ke Liverpool. Banyak pihak yang memprediksi dirinya akan menjadi ujung tombak masa depan bagi skuad asuhan Jurgen Klopp.
Sayangnya, karier Brewster di tim utama Liverpool tidak berjalan sesuai rencana karena ia lebih sering bermain untuk tim muda. Selama di Anfield, sang penyerang tercatat hanya tampil sebanyak empat kali dengan total durasi bermain selama 191 menit.
Meski kontribusinya sangat minim dan tidak pernah menginjakkan kaki di rumput kompetisi Eropa, ia tetap mendapatkan medali juara. Hal ini terjadi pada musim 2018/2019 ketika namanya masuk dalam daftar pemain cadangan Liverpool di laga final.
Kala itu, Liverpool berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 di partai puncak yang berlangsung di Madrid. Brewster kemudian dilepas ke Sheffield United dengan nilai transfer 23 juta pounds pada tahun 2020 silam.
2. Jeremy Mathieu
Selama membela Barcelona di era kepelatihan Luis Enrique, bek asal Prancis ini sering kali menjadi sasaran kritik dari para penggemar. Namun, catatan statistiknya justru menunjukkan bahwa ia adalah bagian penting dari periode emas klub asal Catalan tersebut.
Publik biasanya hanya mengingat ketajaman trio MSN (Messi, Suarez, Neymar) saat Barcelona meraih prestasi treble pada musim 2014/2015. Padahal, Jeremy Mathieu memiliki peran yang cukup signifikan dengan mencatatkan 41 penampilan di semua kompetisi pada tahun tersebut.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah kehadirannya dalam laga final Liga Champions melawan Juventus. Mathieu dimasukkan sebagai pemain pengganti di masa tambahan waktu untuk membantu mengamankan kemenangan Blaugrana.
Selama tiga tahun masa baktinya di Camp Nou, ia berhasil mengoleksi banyak trofi bergengsi lainnya. Meski sering dianggap sebagai titik lemah, Mathieu tetap terukir sebagai salah satu bek yang pernah merasakan kejayaan di Eropa.
3. Ivan Perisic
Ivan Perisic dikenal sebagai salah satu pemain sayap paling konsisten yang pernah membela berbagai klub raksasa seperti Inter Milan, Borussia Dortmund, hingga Tottenham Hotspur. Kariernya yang mentereng membuat banyak orang menganggap wajar jika ia memiliki gelar Liga Champions.
Namun, banyak yang lupa kapan tepatnya pemain asal Kroasia ini berhasil memenangi trofi paling prestisius tersebut. Kejayaan Perisic justru terjadi saat ia sedang menjalani masa peminjaman dari Inter Milan menuju Bayern Munchen.
Pada musim 2019/2020, Bayern Munchen tampil sangat dominan di bawah arahan pelatih Hansi Flick dan sukses meraih treble. Perisic menjadi bagian dari tim tersebut dengan memainkan peran penting, meskipun 17 dari 35 penampilannya dimulai dari bangku cadangan.
Ia bahkan tampil di babak kedua laga final saat Bayern menundukkan Paris Saint-Germain dengan skor tipis 1-0. Setelah sukses di Jerman, ia sempat kembali ke Inter Milan sebelum akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Liga Inggris.
4. Ross Turnbull
Kisah Ross Turnbull mungkin menjadi yang paling unik dalam daftar ini karena keterlibatannya yang sangat minim di lapangan. Kiper asal Inggris ini tidak bermain satu menit pun selama kampanye Liga Champions Chelsea pada musim 2011/2012.
Turnbull mendapatkan medali juara karena posisinya sebagai pelapis utama bagi Petr Cech sepanjang turnamen. Meski hanya duduk di bangku cadangan, ia merasa kemenangan tersebut adalah hasil kerja keras seluruh elemen di dalam tim.
Dalam sebuah kesempatan, Turnbull mengenang bahwa perjalanan Chelsea menuju gelar juara kala itu sangat penuh tantangan. Mereka harus menghadapi badai cedera yang menimpa pemain pilar seperti David Luiz dan Gary Cahill di lini pertahanan.
Kehadiran Turnbull di bangku cadangan memastikan Chelsea selalu siap menghadapi situasi darurat di sektor penjaga gawang. Berkat kesuksesan timnya, ia kini tercatat sebagai salah satu pemain yang pernah merasakan indahnya menjadi juara Eropa.
5. Sulley Muntari
Pemain asal Ghana ini memiliki rekam jejak karier yang cukup berwarna di sepak bola Eropa dengan membela klub seperti Portsmouth dan AC Milan. Namun, puncak kejayaan Muntari terjadi saat ia berada di bawah komando Jose Mourinho di Inter Milan.
Muntari pernah bercerita bahwa ia sangat terkejut ketika ditelepon langsung oleh Mourinho untuk bergabung dengan skuad Nerazzurri. Tanpa perlu berpikir dua kali, ia segera menerima tawaran tersebut dan menjadi bagian dari rencana besar "The Special One".
Meskipun posisinya mulai tergeser saat Rafael Benitez menggantikan Mourinho, kontribusi Muntari di ajang Eropa tetap diakui. Ia tercatat sebagai pemain yang ikut berjuang saat Inter Milan menyingkirkan Barcelona di semifinal dan mengalahkan Bayern Munchen di final.
Muntari memang hanya menjadi starter dalam dua pertandingan Liga Champions musim 2009/2010. Namun, kehadirannya di lapangan memberikan keseimbangan di lini tengah Inter yang saat itu berhasil meraih status sebagai tim terbaik di Eropa.
Ringkasan Pencapaian Pemain Terlupakan
Berikut adalah tabel ringkasan mengenai musim juara dan klub yang dibela oleh para pemain tersebut saat memenangi Liga Champions :
| Nama Pemain | Klub Juara | Musim | Status di Tim |
|---|---|---|---|
| Rhian Brewster | Liverpool | 2018/2019 | Cadangan/Pemain Muda |
| Jeremy Mathieu | Barcelona | 2014/2015 | Pemain Rotasi Utama |
| Ivan Perisic | Bayern Munchen | 2019/2020 | Pemain Pinjaman |
| Ross Turnbull | Chelsea | 2011/2012 | Kiper Cadangan |
| Sulley Muntari | Inter Milan | 2009/2010 | Pemain Skuad Utama |
Data di atas menunjukkan bahwa untuk menjadi juara Liga Champions, seorang pemain tidak harus selalu menjadi bintang utama di setiap laga. Terkadang, berada di tim yang tepat pada waktu yang tepat adalah kunci untuk mengukir sejarah dalam buku rekor sepak bola dunia.
Kisah-kisah mereka memberikan perspektif baru bahwa sepak bola adalah permainan tim yang melibatkan semua anggota skuad, baik yang bermain reguler maupun yang duduk di bangku cadangan. Gelar juara tersebut tetap sah dan menjadi bagian dari warisan karier mereka yang tak ternilai harganya.