Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menempati posisi kedua sebagai perguruan tinggi negeri yang paling diminati dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Antusiasme calon mahasiswa terlihat sangat besar dengan jumlah pendaftar mencapai 91.611 orang pada tahun ini.
Dari total pendaftar tersebut, UNS hanya meloloskan 3.624 peserta melalui jalur tes ini. Rincian penerimaan terdiri dari 2.961 mahasiswa jenjang sarjana, 363 mahasiswa sarjana terapan (D4), serta 300 mahasiswa jenjang diploma tiga (D3).
Program Studi Sarjana dengan Persaingan Terketat
Pada seleksi tahun ini, UNS menawarkan pilihan program studi yang sangat beragam bagi calon mahasiswa. Terdapat 75 prodi sarjana yang terbagi dalam rumpun Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).
Beberapa program studi menunjukkan tingkat persaingan yang sangat tinggi. Berikut adalah daftar program studi sarjana yang memiliki angka ketetatan paling rendah, yang menandakan tingkat kesulitan masuk yang lebih besar.
Daftar program studi sarjana rumpun Saintek dengan tingkat persaingan tertinggi:
- Farmasi: Keketatan 2,13%
- Teknik Industri: Keketatan 3,10%
- Kedokteran: Keketatan 3,14%
- Teknik Elektro: Keketatan 3,39%
- Informatika: Keketatan 3,69%
- Ilmu dan Teknologi Pangan: Keketatan 3,83%
- Teknik Mesin: Keketatan 4,27%
- Teknik Sipil: Keketatan 4,29%
- Psikologi: Keketatan 4,30%
- Ilmu Lingkungan: Keketatan 4,52%
Data di atas menunjukkan bahwa Farmasi menjadi prodi paling kompetitif di kelompok Saintek. Tingkat persaingan yang mencapai 2,13% berarti hanya segelintir pendaftar yang berhasil menyisihkan ribuan pesaing lainnya.
Daftar program studi sarjana rumpun Soshum dengan tingkat persaingan tertinggi:
- Bisnis Digital: Keketatan 2,57%
- Ilmu Komunikasi: Keketatan 2,95%
- Manajemen: Keketatan 3,14%
- Akuntansi: Keketatan 3,52%
- Ilmu Administrasi Negara: Keketatan 4,01%
- Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok: Keketatan 4,20%
- Sastra Inggris: Keketatan 4,70%
- Hubungan Internasional: Keketatan 4,94%
- Bimbingan dan Konseling: Keketatan 5,34%
- Sosiologi: Keketatan 6,25%
Pada rumpun Soshum, Bisnis Digital menjadi prodi yang paling sulit ditembus. Tingginya minat pada bidang teknologi bisnis membuat persaingan di prodi ini jauh lebih ketat dibandingkan prodi sosial lainnya.
Persaingan Ketat di Jenjang Vokasi
Selain program sarjana, jenjang vokasi di UNS juga menjadi incaran banyak pendaftar. Bahkan, tingkat ketetatan di beberapa prodi diploma jauh lebih tinggi dibandingkan jenjang sarjana.
Berikut adalah daftar program studi jenjang Vokasi (D3 dan D4) dengan ketetatan tertinggi:
| Peringkat | Program Studi | Keketatan (%) |
|---|---|---|
| 1 | D4 Keperawatan Anestesiologi | 0,48% |
| 2 | D4 Manajemen Bisnis | 0,51% |
| 3 | D3 Farmasi | 0,64% |
| 4 | D3 Manajemen Administrasi | 0,76% |
| 5 | D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja | 0,77% |
| 6 | D3 Budi Daya Ternak | 1,07% |
| 7 | D3 Perpajakan | 1,11% |
| 8 | D3 Akuntansi | 1,24% |
| 9 | D3 Agribisnis | 1,32% |
| 10 | D4 Bahasa Inggris Bisnis & Profesional | 1,46% |
D4 Keperawatan Anestesiologi mencatatkan diri sebagai prodi paling sulit ditembus di seluruh UNS. Angka keketatan yang di bawah 0,5% menunjukkan betapa masifnya jumlah peminat dibandingkan kuota yang tersedia.
Program Studi Baru di Jalur Mandiri
Bagi calon mahasiswa yang belum beruntung di jalur SNBT, UNS masih membuka peluang melalui jalur mandiri. Menariknya, terdapat beberapa pilihan program studi baru yang mulai ditawarkan tahun ini.
Daftar program studi baru yang dibuka UNS pada seleksi mandiri:
- S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang
- S1 Ekonomi dan Keuangan Islam
- D4 Perpustakaan dan Informasi
- D4 Teknologi Rekayasa Pangan
- D4 Teknologi Informasi dan Kecerdasan Artifisial
Penambahan prodi baru ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan industri modern. Calon mahasiswa kini memiliki lebih banyak opsi untuk mendalami bidang spesifik seperti kecerdasan artifisial maupun ekonomi syariah.