Kepercayaan terhadap dunia supranatural, termasuk mantra, kutukan, hingga praktik santet, ternyata masih mengakar kuat di berbagai penjuru dunia. Indonesia pun tidak luput dari fenomena ini dan masuk dalam daftar negara dengan tingkat kepercayaan mistis yang cukup signifikan.
Fakta tersebut terungkap melalui riset terbaru dari Pew Research Center, sebuah lembaga riset terkemuka asal Amerika Serikat. Survei yang dirilis pada Mei 2025 ini melibatkan responden dewasa dari 35 negara untuk memetakan pengaruh sihir dalam kehidupan masyarakat.
Dinamika Kepercayaan Mistis di Berbagai Benua
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan terhadap hal-hal gaib masih sangat dominan di beberapa wilayah tertentu. Negara-negara di Benua Afrika, Amerika Latin, hingga Asia Tenggara menunjukkan kecenderungan yang kuat dalam mempercayai kekuatan di luar nalar manusia.
Ghana menempati posisi puncak sebagai negara yang paling meyakini adanya kekuatan mistis di dunia. Sebanyak 87 persen masyarakat dewasa di sana percaya bahwa kutukan atau mantra memiliki dampak nyata bagi nasib seseorang.
Di wilayah Amerika Latin, Kolombia menyusul dengan angka mencapai 72 persen, sementara Meksiko berada di angka 56 persen. Tingginya angka ini memperlihatkan bahwa unsur tradisional masih sangat kental di tengah modernisasi wilayah tersebut.
Menariknya, negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada justru memiliki persentase yang jauh lebih rendah. Di Amerika Serikat, tercatat hanya sekitar 30 persen penduduk dewasa yang masih menaruh kepercayaan pada hal-hal bersifat klenik atau magis.
Posisi Indonesia dan Tetangga ASEAN
Jika menilik kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi ke-17 dari total 35 negara yang menjadi subjek penelitian. Sebanyak 48 persen masyarakat Indonesia mengakui adanya pengaruh supranatural dalam keseharian mereka.
Namun, angka ini masih berada di bawah Malaysia yang menduduki peringkat ketujuh secara global. Dengan persentase mencapai 61 persen, masyarakat Malaysia terlihat lebih meyakini peran sihir dan mantra dibandingkan penduduk Indonesia.
Kepercayaan semacam ini sering kali menjadi cara bagi masyarakat untuk memahami peristiwa yang sulit dijelaskan secara logika. Hal ini membuktikan bahwa faktor budaya dan latar belakang historis masih berperan besar dalam membentuk pola pikir masyarakat modern.
Berikut adalah urutan negara berdasarkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hal mistis:- Ghana: 87%
- Kenya: 76%
- Kolombia: 72%
- Nigeria: 72%
- Afrika Selatan: 71%
- Chile: 64%
- Malaysia: 61%
- Argentina: 59%
- Peru: 59%
- Brasil: 58%
- Meksiko: 56%
- Filipina: 55%
- Singapura: 52%
- Turki: 52%
- India: 49%
- Thailand: 49%
- Indonesia: 48%
Daftar di atas memperlihatkan keberagaman tingkat kepercayaan masyarakat dunia terhadap pengaruh supranatural. Terlihat bahwa negara berkembang cenderung memiliki angka kepercayaan yang lebih tinggi dibanding negara industri maju.
Data lengkap perbandingan tingkat kepercayaan mistis di berbagai negara terpilih:| Peringkat | Negara | Persentase Kepercayaan |
|---|---|---|
| 1 | Ghana | 87% |
| 7 | Malaysia | 61% |
| 13 | Singapura | 52% |
| 17 | Indonesia | 48% |
| 25 | Amerika Serikat | 30% |
| 28 | Korea Selatan | 25% |
| 34 | Jepang | 20% |
Tabel ini merangkum posisi beberapa negara kunci yang menunjukkan perbedaan kontras antara wilayah Asia Tenggara dan negara maju di Asia Timur serta Amerika. Semakin maju sebuah negara secara teknologi, cenderung semakin rendah tingkat kepercayaan mistis masyarakatnya.