Pemilik West Ham United, David Sullivan, kedapatan meninggalkan London Stadium dengan terburu-buru. Momen ini terjadi sesaat sebelum klub berjuluk The Hammers itu dipastikan terdegradasi dari Premier League.
Melansir laporan The Sun, Sullivan terlihat berada di boks khusus pejabat klub dalam laga krusial melawan Leeds United pada Minggu (24/5/2026). Sepanjang pertandingan berlangsung, ia terus menjadi sasaran sorakan kekecewaan dari para pendukung.
Drama Pekan Terakhir yang Menyakitkan
Skenario bertahan bagi West Ham sebenarnya cukup berat karena mereka harus menang sambil berharap Tottenham Hotspur terpeleset. Namun, harapan publik London Timur itu akhirnya pupus di pekan terakhir kompetisi.
Meskipun West Ham berhasil mengamankan kemenangan telak 3-0 atas Leeds, pesaing mereka juga meraih poin penuh. Tottenham Hotspur mampu menundukkan Everton dengan skor tipis 1-0 di waktu yang bersamaan.
Hasil pertandingan penentu nasib West Ham di Premier League:
- West Ham United vs Leeds United: Menang 3-0 tetapi tetap gagal mengamankan posisi aman.
- Tottenham Hotspur vs Everton: Menang 1-0 yang memastikan keselamatan The Lilywhites.
Daftar hasil di atas menegaskan bahwa perjuangan West Ham sudah terlambat. Kemenangan Spurs memastikan mereka bertahan di posisi 17, sementara West Ham tetap tertahan di zona merah.
Posisi Klasemen Akhir Zona Degradasi
Kekalahan tipis dalam perolehan poin akhir musim membuat West Ham United harus menerima kenyataan pahit. Selisih dua angka menjadi pemisah antara tetap berada di kasta tertinggi atau turun divisi.
| Peringkat | Klub | Poin | Status Akhir |
|---|---|---|---|
| 17 | Tottenham Hotspur | 41 | Bertahan di Premier League |
| 18 | West Ham United | 39 | Degradasi ke Championship |
Tabel tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di papan bawah hingga laga pemungkas. Kegagalan ini memaksa David Sullivan segera beranjak dari tempat duduknya bersama tunangannya, Ampika Pickston, tepat setelah peluit panjang berakhir.
Perjalanan Musim yang Mengecewakan
Performa West Ham sepanjang musim ini memang terlihat sangat tidak stabil sejak awal kompetisi bergulir. Pergantian pelatih di tengah jalan pun tidak mampu memberikan dampak signifikan terhadap posisi klub.
Di bawah asuhan Graham Potter, tim ini hanya mencatat satu kemenangan dari lima laga perdana. Setelah Potter dipecat, penunjukan Nuno Espirito Santo pun gagal mengangkat performa tim secara konsisten.
Nuno hanya mampu mempersembahkan sembilan kemenangan di sisa musim hingga akhirnya West Ham finis di peringkat 18. Ini menjadi kegagalan besar bagi klub yang memiliki sejarah panjang di liga utama.
Kejadian ini menandai kembalinya West Ham United ke kasta Championship setelah bertahan cukup lama. Terakhir kali mereka turun kasta adalah pada musim 2011/2012, tepatnya sekitar 14 tahun yang lalu.