Viral di Medsos, TV Inggris Dikecam Usai Tak Sorot Pemain Asia saat Selebrasi Juara 2026

Viral di Medsos, TV Inggris Dikecam Usai Tak Sorot Pemain Asia saat Selebrasi Juara 2026
Foto: Viral di Medsos, TV Inggris Dikecam Usai Tak Sorot Pemain Asia saat Selebrasi Juara 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Dunia maya tengah diramaikan oleh sorotan tajam para penggemar sepak bola terhadap siaran televisi di Inggris. Hal ini dipicu oleh kecenderungan kamera yang seolah sengaja menghindari momen pemain asal Asia saat prosesi angkat trofi.

Insiden terbaru terjadi saat Hull City menghadapi Middlesbrough dalam laga final playoff promosi Premier League di Stadion Wembley akhir pekan lalu. Kemenangan tipis 1-0 memastikan tim berjuluk The Tigers tersebut berhak tampil di kasta tertinggi musim depan.

Selama prosesi penyerahan medali, kamera televisi awalnya menyoroti setiap pemain Hull City satu demi satu. Namun, sebuah kejanggalan terjadi ketika tiba giliran pemain asal Jepang, Yu Hirakawa, untuk mengangkat trofi juara.

Sudut pandang kamera mendadak berubah tepat saat Hirakawa, yang menjadi pemberi assist gol kemenangan, bersiap mengangkat piala tersebut. Alhasil, momen bersejarah bagi pemain berusia 25 tahun itu tidak terekam dalam siaran langsung.

Kamera baru kembali menyoroti area podium juara setelah Hirakawa menyerahkan trofi kepada rekan setim berikutnya. Hilangnya momen tersebut memicu reaksi keras dari para penonton yang merasa ada pola diskriminasi terselubung.

Fenomena Berulang terhadap Pemain Asal Asia

Kejadian yang dialami Yu Hirakawa ternyata bukan merupakan peristiwa tunggal dalam sejarah penyiaran olahraga di Inggris. Para penggemar mulai mengumpulkan bukti-bukti serupa yang menunjukkan bahwa pemain Asia seringkali "dilewatkan".

Bek Manchester City asal Uzbekistan, Abdukodir Khusanov, mengalami nasib yang sama pada final Piala FA tanggal 16 Mei 2025. Saat ia hendak mengangkat trofi, sudut pandang kamera langsung dialihkan ke arah lain secara tiba-tiba.

Bila ditarik lebih jauh, daftar pemain yang mengalami perlakuan serupa ternyata cukup panjang dan melibatkan nama-nama besar. Berikut adalah beberapa catatan sejarah terkait insiden yang dialami para pemain Asia di kompetisi Inggris:

Daftar pemain yang momen angkat trofinya tidak terekam kamera TV Inggris:

  • Shinji Okazaki: Pemain asal Jepang ini tidak mendapat sorotan penuh saat merayakan gelar juara Premier League bersama Leicester City pada tahun 2016.
  • Takumi Minamino: Momen kemenangannya saat Liverpool menjuarai Carabao Cup 2022 juga mengalami gangguan teknis serupa pada sudut kamera.
  • Park Ji-sung dan Son Heung-min: Kedua bintang Korea Selatan ini pernah mengalami perlakuan serupa dalam siaran pertandingan Liga Champions di Inggris.
  • Lee Kang-in: Namanya turut masuk dalam jajaran pemain yang momen krusialnya terabaikan oleh operator kamera televisi setempat.

Data di atas memperlihatkan bahwa pola ini telah terjadi selama bertahun-tahun di berbagai ajang bergengsi. Para penggemar kini menyebut fenomena sistematis ini dengan istilah khusus di media sosial.

Kontroversi Istilah Asian Passing

Istilah "Asian Passing" kini menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet sebagai bentuk protes atas perlakuan tidak adil tersebut. Mereka meyakini adanya unsur kesengajaan dalam pengaturan transisi gambar saat pemain Asia berada di titik pusat perhatian.

Seorang penggemar di platform X menyatakan keheranannya atas pola yang terus berulang setiap kali ada pemain Asia yang sukses. Ia merasa sangat aneh karena siaran selalu dipotong tepat pada momen pengangkatan trofi.

Pengguna lain menambahkan bahwa pola "Asian Passing" ini sebenarnya sudah lama disadari oleh basis penggemar di negara-negara Asia. Ia merasa terkejut karena banyak penonton di luar wilayah Asia yang baru menyadari hal tersebut sekarang.

Secara teknis, perubahan sudut kamera memang hal yang lumrah dalam siaran langsung untuk menangkap suasana perayaan secara luas. Namun, frekuensi kejadian yang hanya menimpa pemain tertentu memunculkan rasa sensitif bagi para pendukung.

Mengingat pentingnya momen tersebut bagi karier seorang pemain, hilangnya rekaman sejarah ini dianggap merugikan citra pemain Asia di kancah global. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyiar terkait dugaan pola yang kontroversial ini.

Artikel terkait

Rekomendasi