Viral di Medsos, Anggota DPRD Bangkalan Malah Senyum Saat Didemo Anak Sendiri

Viral di Medsos, Anggota DPRD Bangkalan Malah Senyum Saat Didemo Anak Sendiri
Foto: Viral di Medsos, Anggota DPRD Bangkalan Malah Senyum Saat Didemo Anak Sendiri. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sebuah momen unik terjadi di depan kantor DPRD Bangkalan saat sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa. Salah satu anggota dewan yang menemui massa aksi tak mampu menahan tawa lantaran pengunjuk rasa yang sedang berorasi adalah anak kandungnya sendiri.

Peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut memperlihatkan seorang mahasiswa berdiri di atas mobil pengeras suara untuk menyampaikan tuntutan. Di saat yang sama, sang ayah yang mengenakan seragam dinas berwarna kuning kunyit tampak tersenyum melihat aksi sang putra.

Cerita di Balik Orasi Sang Anak

Anggota DPRD Bangkalan dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Syukur, mengonfirmasi kebenaran kejadian tersebut kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa aksi demonstrasi itu berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 yang lalu.

Syukur mengaku saat itu ia sedang mendampingi Ketua DPRD Bangkalan untuk menemui para mahasiswa yang berdemo. Namun, ia sama sekali tidak menyangka bahwa putranya akan menjadi salah satu orator dalam aksi tersebut.

Kehadiran sang anak di atas mobil komando baru disadarinya ketika putranya mulai angkat bicara. Momen ini seketika memancing perhatian dan sorak-sorai dari para mahasiswa lain yang menyadari hubungan ayah dan anak tersebut.

Syukur sempat menjadi bahan candaan rekan-rekan sesama anggota dewan yang berada di lokasi kejadian. Merasa canggung karena terus digoda, ia akhirnya memutuskan untuk masuk kembali ke dalam gedung kantor.

Berikut adalah beberapa poin menarik terkait kejadian unik tersebut:

  • Aksi demonstrasi mahasiswa terjadi di depan gedung DPRD Bangkalan pada Senin, 18 Mei 2026.
  • Mohammad Syukur merupakan anggota DPRD dari Partai NasDem yang menemui massa.
  • Sang putra naik ke atas mobil sound system untuk menyampaikan orasi secara langsung.
  • Reaksi Syukur yang tersenyum menjadi sorotan mahasiswa dan rekan sesama anggota dewan.

Poin-poin di atas menunjukkan sisi humanis dalam dinamika demokrasi, di mana perbedaan peran antara orang tua dan anak tidak menghalangi kebebasan berpendapat.

Menghargai Konsentrasi Sang Anak

Keputusan Syukur untuk masuk ke dalam gedung bukan tanpa alasan yang jelas. Ia mengaku tidak ingin keberadaannya justru memecah konsentrasi sang anak yang sedang menyampaikan aspirasi.

Ia juga merasa tidak kuat menahan tawa karena terus dipicu oleh candaan dari anggota dewan lainnya. Baginya, momen tersebut merupakan bentuk profesionalisme sang anak sebagai aktivis mahasiswa dalam menyuarakan pendapat masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi