Legenda bulu tangkis dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, kini menjalani babak baru dalam hidupnya setelah resmi gantung raket pada April 2026. Keputusan besar ini diambil saat ia menginjak usia 32 tahun akibat cedera punggung kronis yang terus menghantui kariernya.
Meski tidak lagi berkompetisi di lapangan, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024 ini mengaku tetap menjaga rutinitas harian yang terstruktur. Fokus utamanya saat ini beralih pada peran sebagai ayah dan pengelolaan bisnis investasi yang sedang ia kembangkan.
Fokus Keluarga dan Menjaga Kondisi Fisik
Dalam acara bertajuk Celebrating the Legacy of Viktor Axelsen di Jakarta, ia menceritakan betapa berharganya waktu yang kini bisa ia habiskan bersama kedua putrinya. Axelsen berusaha hadir sepenuhnya dalam keseharian anak-anaknya, mulai dari mengantar sekolah hingga bermain bersama.
Walaupun jadwal kompetisinya sudah berakhir, mantan tunggal putra nomor satu dunia ini tetap disiplin menjaga kebugaran tubuhnya. Di sela waktu luangnya, ia masih rutin melakukan latihan fisik agar kondisi tubuhnya tetap prima dan sehat di masa pensiun.
Keputusan Pensiun demi Kesehatan Jangka Panjang
Langkah untuk mengakhiri karier profesional sebenarnya didasari oleh kondisi kesehatan yang tidak lagi memungkinkan untuk bertanding di level tertinggi. Cedera punggung yang dialaminya sering kambuh dan menimbulkan rasa sakit luar biasa meski sebelumnya sudah menempuh jalur operasi.
Axelsen akhirnya memilih untuk memprioritaskan kesehatan jangka panjangnya daripada terus memaksakan diri tampil dalam turnamen. Baginya, kenyamanan hidup di masa depan jauh lebih penting dibandingkan terus mengejar prestasi dengan kondisi fisik yang terus menurun.
Rencana Masa Depan di Luar Lapangan
Banyak penggemar penasaran apakah Axelsen akan kembali ke dunia bulu tangkis sebagai pelatih, namun ia menegaskan hal itu belum masuk dalam agendanya. Ia memang berencana untuk tetap berkontribusi bagi olahraga yang membesarkan namanya, tetapi belum menentukan peran yang spesifik.
Saat ini, gairah baru Axelsen justru terletak pada sektor bisnis yang jauh berbeda dari dunia olahraga. Bersama rekannya yang ahli dalam bidang analisis risiko dan kecerdasan mesin, ia kini serius mengelola bisnis manajemen risiko investasi.
Beberapa fokus utama kehidupan Viktor Axelsen setelah pensiun adalah:
- Menghabiskan waktu berkualitas bersama kedua putrinya dan keluarga.
- Mengelola bisnis investasi dan manajemen risiko bersama pakar teknologi.
- Melakukan latihan fisik rutin untuk menjaga kebugaran di sela kesibukan bisnis.
- Menjalankan kolaborasi strategis dengan berbagai sponsor global.
- Menjaga kesehatan tulang belakang pasca cedera kronis.
Aktivitas bisnis ini memberikan kepuasan tersendiri bagi Axelsen karena menawarkan tantangan baru yang sangat ia nikmati. Ia merasa senang bisa mempelajari hal-hal di luar dunia atlet yang selama ini menjadi fokus utamanya selama belasan tahun.
Kolaborasi dengan Sponsor dan Nilai Kehidupan
Selain bisnis pribadi, Axelsen tetap menjalin hubungan erat dengan para sponsor lama seperti Yonex, Monitor ERP, dan HSBC. Ia merasa kerja sama ini tetap bertahan karena adanya kesamaan nilai dalam profesionalisme dan integritas yang mereka anut.
Pihak sponsor pun melihat sosok Axelsen sebagai figur yang tepat untuk merepresentasikan kualitas dan standar tinggi. Hubungan ini melampaui sekadar urusan kontrak profesional, melainkan didasari oleh visi yang searah dalam membangun komunitas yang lebih baik.
Ringkasan profil dan aktivitas pasca pensiun Viktor Axelsen:
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Waktu Pensiun | April 2026 (Usia 32 Tahun) |
| Penyebab Utama | Cedera punggung kronis pasca operasi |
| Bidang Bisnis | Manajemen risiko dan investasi |
| Prioritas Saat Ini | Keluarga dan kesehatan jangka panjang |
| Status Kepelatihan | Belum memiliki rencana menjadi pelatih |
Tabel di atas merangkum transisi besar yang dialami oleh sang legenda dari seorang atlet papan atas menjadi seorang pengusaha dan kepala keluarga. Perjalanan Axelsen membuktikan bahwa kesuksesan seorang atlet tidak berhenti saat mereka meninggalkan lapangan pertandingan.
CEO Asia Tenggara Monitor ERP, Daniel Haggmark, turut memberikan apresiasi atas visi Axelsen yang sejalan dengan komitmen perusahaan. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri manufaktur, khususnya di wilayah Indonesia.