Langkah Mohammad Zaki Ubaidillah di turnamen Thailand Open 2026 resmi terhenti pada babak 16 besar. Pebulu tangkis muda Indonesia ini harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok Jin.
Dalam pertandingan yang digelar di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada Kamis, pemain yang akrab disapa Ubed ini kalah dalam dua gim langsung. Papan skor menunjukkan angka 13-21 dan 5-21 untuk kemenangan lawan.
Kesulitan Menghadapi Tekanan Lawan
Sepanjang pertandingan, Ubed terlihat kesulitan untuk keluar dari pola permainan agresif yang diterapkan oleh Jeon Hyeok Jin. Ia mengakui bahwa lawan tampil sangat dominan dan jauh di luar ekspektasinya.
Rasa ragu yang muncul sejak awal pertandingan membuat Ubed gagal mengembangkan permainan terbaiknya. Fokusnya mulai menurun setelah tidak mampu mengimbangi tekanan bertubi-tubi dari lawan.
Meskipun sempat mencoba melawan melalui reli-reli panjang, konsistensi Jeon tetap sulit ditembus. Pemain Korea Selatan tersebut sangat minim melakukan kesalahan sendiri, terutama pada gim kedua.
Ubed merasa tidak puas dengan performanya di lapangan kali ini. Ia menganggap kegagalan ini sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki kesiapan mental di level turnamen yang lebih tinggi.
Hasil Perjalanan Ubed di Thailand Open 2026
Sebelum takluk di babak 16 besar, Ubed sebenarnya menunjukkan performa menjanjikan di babak sebelumnya. Berikut adalah rangkuman perjalanan singkat Mohammad Zaki Ubaidillah dalam turnamen ini:
Rangkuman Hasil Pertandingan Mohammad Zaki Ubaidillah:
- Babak Pertama: Menang meyakinkan atas wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 21-10 dan 21-18.
- Babak 16 Besar: Kalah telak dari Jeon Hyeok Jin (Korea Selatan) dengan skor akhir 13-21 dan 5-21.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi tantangan besar bagi pemain muda Indonesia ini. Meski sempat tampil apik di awal, ia belum mampu meredam lawan yang lebih berpengalaman.
Krisis Tunggal Putra Indonesia
Kekalahan yang dialami Ubed memastikan Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor tunggal putra pada ajang BWF Super 500 ini. Hal ini menjadi catatan serius bagi tim bulu tangkis tanah air.
Sebelumnya, andalan utama Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, sudah lebih dulu angkat koper. Ginting harus mengakui ketangguhan wakil China, Shi Yu Qi, sejak babak pertama turnamen dimulai.
Dengan hasil ini, sektor tunggal putra Indonesia harus pulang tanpa gelar dari Bangkok. Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu meningkatkan kualitas para atlet untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya.