Toyota berencana mengambil langkah strategis dengan mengalihkan basis produksi dua model MPV andalannya, yakni Noah dan Voxy. Mulai Oktober 2026, kedua mobil kelas menengah tersebut untuk pasar Jepang tidak lagi diproduksi secara domestik melainkan diimpor dari Taiwan.
Keputusan ini diambil sebagai solusi untuk menata ulang sistem produksi di Jepang sekaligus mengatasi masalah keterlambatan pengiriman unit. Melansir laporan dari Nikkei Asia, langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan kepada konsumen yang selama ini tertunda.
Permintaan Tinggi Picu Antrean Panjang
Saat ini, Toyota Noah dan Voxy masih diproduksi di pabrik Jepang, namun perusahaan mulai kewalahan menghadapi lonjakan permintaan yang sangat masif. Setiap tahunnya, angka penjualan kedua model ini mampu menembus angka 70.000 hingga 80.000 unit.
Kapasitas produksi yang terbatas mengakibatkan calon pembeli harus bersabar dalam daftar tunggu atau inden yang cukup lama. Kondisi ini bahkan sempat memaksa pihak Toyota untuk menghentikan sementara penerimaan pesanan baru guna mengelola penumpukan antrean.
Kenta Kon, Presiden dan CEO Toyota yang menjabat sejak April lalu, mengonfirmasi bahwa kendala pasokan menjadi penyebab utama panjangnya antrean pengiriman. Ia mengkhawatirkan jika masalah ini tidak segera diatasi, konsumen potensial bisa saja beralih memilih produk dari merek pesaing.
Optimalisasi Pabrik di Taiwan
Nantinya, fasilitas manufaktur Toyota di Taiwan akan memiliki jalur khusus untuk memproduksi Noah dan Voxy yang ditujukan bagi pasar Jepang. Fokus utama dari jalur produksi di Taiwan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan varian tipe terendah dari kedua model tersebut.
Fasilitas di Taiwan memiliki rekam jejak produksi yang mumpuni dengan kapasitas mencapai 100.000 unit kendaraan per tahun. Berikut adalah beberapa poin utama mengenai profil dan rencana produksi Toyota di wilayah tersebut:
Fakta Produksi Toyota di Taiwan:
- Kapasitas Tahunan: Pabrik mampu merakit hingga 100.000 unit mobil dalam satu tahun.
- Model Eksisting: Saat ini sudah memproduksi model populer seperti Toyota Corolla dan Yaris Cross.
- Sistem Kerjasama: Operasional pabrik merupakan hasil kolaborasi strategis dengan perusahaan lokal setempat.
- Target Distribusi: Mayoritas unit ekspor ke Jepang akan difokuskan pada varian standar atau tipe terendah.
Langkah impor ini menjadi bagian dari strategi besar Toyota untuk mempertahankan target penjualan domestik di Jepang sebesar 3.000.000 unit per tahun. Tantangan besar yang dihadapi perusahaan saat ini meliputi keterbatasan tenaga kerja serta kenaikan biaya material dan operasional.
Dengan memindahkan sebagian beban produksi ke Taiwan, Toyota berupaya tetap kompetitif di tengah tekanan biaya tenaga kerja yang terus meningkat. Strategi ini diharapkan dapat menyeimbangkan antara kapasitas produksi global dengan kebutuhan pasar Jepang yang tetap tinggi.