Langkah Timnas Indonesia U-17 untuk kembali berlaga di ajang Piala Dunia U-17 2026 dipastikan terhenti. Kegagalan ini terjadi setelah skuad Garuda Muda menelan kekalahan 1-3 saat menghadapi Jepang pada pertandingan penentu.
Kekalahan ini membuat tradisi partisipasi Indonesia di putaran final Piala Dunia U-17 dalam dua edisi terakhir resmi terputus. Hasil di lapangan menunjukkan tantangan besar bagi tim nasional untuk mempertahankan konsistensi di level Asia.
Persaingan Ketat di Grup B Piala Asia U-17
Kekalahan dari Jepang membuat perolehan poin Indonesia tertahan, sementara Jepang melesat dengan sembilan poin sempurna. Di laga lainnya, kemenangan China atas Qatar semakin memperumit posisi Indonesia di klasemen Grup B.
Meskipun Indonesia, China, dan Qatar memiliki poin yang sama, aturan selisih gol menjadi penentu peringkat akhir. China akhirnya keluar sebagai runner-up grup karena memiliki catatan gol yang lebih baik dibandingkan Indonesia.
Berikut adalah rangkuman statistik poin di Grup B Piala Asia U-17 2026:
| Peringkat | Negara | Status | Hasil Akhir |
|---|---|---|---|
| 1 | Jepang | Juara Grup | Lolos Piala Dunia |
| 2 | China | Runner-up | Lolos Piala Dunia |
| 3 | Qatar | Peringkat 3 | Gagal Lolos |
| 4 | Indonesia | Juru Kunci | Gagal Lolos |
Data di atas memperlihatkan posisi Indonesia yang harus puas berada di dasar klasemen akibat selisih gol minus tiga. Hal ini sekaligus menutup peluang Indonesia untuk mengamankan tiket menuju Piala Dunia U-17 2026.
Catatan Sejarah dan Perbandingan Persiapan
Sebelumnya, Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan tampil di Piala Dunia U-17 edisi 2023 dan 2025 secara beruntun. Pada edisi 2023 Indonesia bertindak sebagai tuan rumah, sedangkan pada 2025 tim nasional lolos murni melalui jalur kualifikasi.
Perbedaan mencolok terlihat pada proses persiapan tim antara periode pelatih Nova Arianto dan Kurniawan Dwi Yulianto. Program pemusatan latihan dan rangkaian uji coba internasional kali ini dianggap jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya.
Poin penting mengenai perbedaan persiapan Timnas U-17:
- Periode Nova Arianto: Menjalani persiapan panjang sejak awal 2024 dengan banyak laga uji coba di Spanyol, Qatar, dan Bulgaria.
- Periode Kurniawan Dwi Yulianto: Baru ditunjuk pada Februari 2025 dengan waktu persiapan kurang dari dua bulan sebelum turnamen dimulai.
- Uji Coba Internasional: Intensitas uji coba di luar negeri pada edisi 2025 jauh lebih tinggi dibandingkan persiapan edisi 2026.
- Program TC: Pemusatan latihan di Thailand menjadi satu-satunya agenda utama sebelum tim terjun ke kompetisi resmi.
Perbedaan skema persiapan ini menjadi sorotan utama dalam mengevaluasi kegagalan tim di ajang Piala Asia kali ini. Persiapan yang lebih matang terbukti memberikan dampak yang lebih signifikan pada performa pemain di lapangan.
Evaluasi Menuju Masa Depan
Manajemen waktu penunjukan pelatih dan durasi pemusatan latihan menjadi catatan kritis bagi PSSI ke depannya. Program yang terkesan mendadak dinilai tidak cukup kuat untuk menghadapi tim-tim papan atas Asia seperti Jepang.
Kini, evaluasi menyeluruh diperlukan agar Timnas Indonesia U-17 bisa segera bangkit dan membangun kembali kekuatannya. Konsistensi dalam pembinaan dan persiapan panjang menjadi kunci agar tiket Piala Dunia bisa diraih kembali di masa mendatang.