Raksasa otomotif Stellantis secara resmi mengumumkan strategi global terbaru yang lebih berorientasi pada kebutuhan pasar. Langkah ini diambil dengan menurunkan gengsi perusahaan demi menghadirkan kembali kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Di pasar Amerika Utara, Stellantis berencana meluncurkan sejumlah model yang sangat kompetitif dari segi harga. Perusahaan menargetkan dua model baru akan dipasarkan dengan harga di bawah 30.000 US Dollar atau sekitar Rp513 jutaan.
Ekspansi Model Murah dan Strategi Multi-Energi
Selain dua model paling terjangkau tersebut, Stellantis juga tengah menyiapkan tujuh kendaraan murah lainnya. Model-model ini diproyeksikan akan dijual dengan harga maksimal 40.000 US Dollar atau setara Rp708 jutaan.
Target ambisius ini diharapkan dapat terealisasi sepenuhnya dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun ke depan. Untuk wilayah Amerika Utara sendiri, Stellantis menjadwalkan kehadiran 11 model baru hingga tahun 2023.
Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi produk global yang mencakup peluncuran 60 model baru serta pembaruan besar pada 50 model lainnya. Menariknya, Stellantis tidak hanya terpaku pada pengembangan mobil listrik murni yang pasarnya mulai jenuh.
Perusahaan kini mengalihkan fokus pada penggunaan teknologi penggerak ganda atau hybrid untuk memenuhi beragam preferensi konsumen. Berikut adalah rincian rencana portofolio kendaraan Stellantis di masa depan:
Rencana pengembangan lini kendaraan Stellantis berdasarkan teknologi mesin:
- Mobil Listrik Murni (EV): Sebanyak 29 model kendaraan listrik berbasis baterai akan diproduksi.
- Plug-in Hybrid (PHEV): Terdapat 15 model yang menggunakan sistem pengisian daya kabel atau teknologi perpanjang jarak tempuh.
- Hybrid Murni (HEV): Stellantis menyiapkan 24 model kendaraan hybrid konvensional.
- Mesin Konvensional & Mild Hybrid: Hampir 40 model akan tetap menggunakan mesin pembakaran internal atau sistem bantuan listrik ringan.
Strategi keragaman mesin ini bertujuan untuk memberikan pilihan yang luas bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik. Perusahaan percaya bahwa transisi energi memerlukan pendekatan yang fleksibel.
Inovasi Platform STLA One dan Teknologi Terkini
Pengembangan puluhan kendaraan tersebut akan berpijak pada platform modular terbaru yang dinamakan STLA One. Platform ini dirancang secara fleksibel agar bisa digunakan untuk berbagai jenis bodi, mulai dari hatchback kompak hingga SUV berukuran sedang.
Keunggulan STLA One terletak pada kemampuannya untuk mengadopsi berbagai sistem penggerak serta integrasi fitur kemudi elektronik mutakhir. Salah satu teknologi yang akan disematkan adalah STLA AutoDrive untuk asisten mengemudi cerdas.
Berikut adalah beberapa komponen inti yang menjadi standar pada platform modular Stellantis:
| Komponen Teknologi | Fungsi dan Manfaat |
|---|---|
| STLA Brain | Arsitektur perangkat lunak pusat untuk sistem kendali mobil. |
| STLA SmartCockpit | Antarmuka canggih untuk interaksi pengendara dengan fitur kendaraan. |
| Cell-to-Body Battery | Integrasi baterai ke rangka untuk memangkas bobot dan biaya produksi. |
Penerapan teknologi baterai cell-to-body diklaim mampu meningkatkan efisiensi kendaraan listrik secara signifikan. Teknologi ini memungkinkan biaya produksi ditekan sehingga harga jual ke konsumen pun bisa menjadi lebih murah.
Stellantis juga melakukan reposisi pada jajaran merek di bawah naungannya untuk memperkuat dominasi pasar. Merek-merek legendaris seperti Jeep, Ram, Peugeot, dan Fiat kini ditetapkan sebagai pilar utama dalam pasar global dengan dukungan dana pengembangan yang lebih besar.