Kabar mengejutkan datang dari pemanggilan skuad Timnas Inggris untuk ajang Piala Dunia 2026. Tidak ada satu pun pemain dari klub raksasa Liverpool yang masuk dalam daftar pilihan pelatih untuk turnamen bergengsi tersebut.
Kepastian ini terungkap setelah Timnas Inggris secara resmi merilis 26 nama pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026 pada Jumat (22/5). Pengumuman ini dikemas unik melalui video kreatif yang menggandeng referensi budaya dari band legendaris The Beatles.
Video tersebut menggunakan latar musik lagu ikonik "Come Together" karya John Lennon dan kawan-kawan. Meski kental dengan nuansa kota Liverpool, ironisnya tak ada penggawa The Reds yang dipanggil memperkuat Tiga Singa.
Catatan Sejarah yang Terulang Setelah Puluhan Tahun
Absennya wakil Liverpool di skuad Inggris merupakan fenomena langka bagi sejarah sepak bola mereka. Menurut data statistik Opta, ini adalah momen pertama sejak Piala Dunia 1986 di mana tidak ada pemain Liverpool di tim nasional.
Kondisi ini terbilang miris mengingat status Liverpool sebagai salah satu klub tersukses di tanah Inggris. Bahkan, klub rival sekota mereka, Everton, masih mengirimkan perwakilan lewat sosok kiper utama Jordan Pickford.
Di bawah asuhan manajer Arne Slot musim ini, Liverpool memang tercatat jarang memberikan menit bermain yang dominan bagi talenta lokal Inggris. Beberapa nama penggawa asli Inggris lebih sering menghuni bangku cadangan atau menjadi pemain pelapis.
Pemain lokal Liverpool yang gagal menembus skuad Piala Dunia 2026:
- Joe Gomez: Bek berusia 28 tahun ini sebenarnya memiliki pengalaman 15 caps internasional, namun performanya musim ini dianggap tidak konsisten akibat sering didera cedera.
- Curtis Jones: Gelandang yang sudah mengoleksi 6 caps ini gagal mencuri perhatian Thomas Tuchel sejak jeda internasional bulan Maret lalu.
- Rio Ngumoha: Meski dianggap sebagai talenta muda masa depan, pemain berusia 17 tahun ini dinilai masih terlalu dini untuk dipromosikan ke level senior di Piala Dunia.
Kegagalan para pemain ini masuk ke skuad nasional tidak lepas dari performa buruk Liverpool sepanjang musim 2025/2026. Klub asal Merseyside tersebut dipastikan menutup musim tanpa satu pun raihan gelar juara.
Padahal, Mohamed Salah dan kolega mengawali kompetisi dengan ekspektasi tinggi sebagai juara bertahan Premier League. Penurunan performa kolektif ini tampaknya berdampak langsung pada penilaian Thomas Tuchel terhadap para pemain Inggris di kubu Anfield.
Keputusan Tuchel untuk mengabaikan pemain bintang Liverpool menunjukkan ketegasan sang pelatih dalam memilih skuad berdasarkan kebutuhan taktik. Ia seolah tidak ragu menyingkirkan nama besar demi menjaga ambisi Inggris membawa pulang trofi Piala Dunia.