Astra Motor Yogyakarta kembali menggelar agenda rutin Media Gathering pada Jumat (22/5/2026) untuk mempererat hubungan dengan awak media sekaligus mendukung pariwisata lokal. Dalam kesempatan istimewa ini, para jurnalis diajak melakukan perjalanan seru menuju Desa Sejahtera Astra (DSA) Krebet menggunakan skutik premium Honda PCX 160 Roadsync.
Perjalanan dimulai dari Kantor Main Dealer Astra Motor Yogyakarta tepat pada pukul 09.20 WIB. Berdasarkan data panel instrumen digital pada unit yang dikendarai tim redaksi, odometer awal tercatat berada di angka 1.796,7 km.
Rute yang ditempuh meliputi jalur perkotaan Yogyakarta hingga medan menanjak di kawasan perbukitan Bantul yang cukup menantang. Honda PCX 160 Roadsync terbukti sangat mumpuni dalam melibas tanjakan dan memberikan kenyamanan berkendara yang optimal selama perjalanan.
Dengan kecepatan jelajah rata-rata di kisaran 50 km/jam, rombongan akhirnya tiba di Desa Wisata Krebet, Pajangan, Bantul, pada pukul 10.00 WIB. Jarak tempuh sejauh 19,3 km berhasil diselesaikan dengan santai dalam waktu tempuh hanya 40 menit.
Mengenal Desa Wisata Krebet sebagai Sentra Batik Kayu
Desa Wisata Krebet bukanlah destinasi sembarangan karena wilayah ini merupakan pemenang Juara 1 Kategori Kelembagaan dan SDM pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Selain prestasi nasional, desa ini juga menyabet predikat Juara 1 Lomba Desa Wisata tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Pengelola Desa Wisata Krebet, Jati Kumara, bersama Bendahara Desa Wisata, Mas Panut. Sambutan dilakukan di sebuah pendopo yang dihiasi perabotan unik hasil karya batik kayu asli buatan warga setempat.
Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai tata kelola dan fasilitas yang tersedia di Desa Wisata Krebet:
- Konsep Pariwisata Mandiri: Pariwisata di Krebet sepenuhnya digerakkan oleh masyarakat lokal melalui konsep Community Based Tourism (CBT).
- Divisi Pengelola: Terdapat 11 divisi khusus yang mengelola berbagai aspek, mulai dari penginapan (homestay), kuliner, hingga jasa pemandu wisata.
- Media Seni Unik: Berbeda dengan batik kain pada umumnya, seniman di desa ini melukis motif batik menggunakan malam dan canting langsung di atas media kayu.
- Kapasitas Penginapan: Desa ini memiliki 25 homestay yang sanggup menampung hingga 300 tamu bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman tinggal bersama warga.
Informasi di atas menunjukkan bahwa Desa Krebet telah memiliki sistem organisasi yang sangat matang dalam menyambut wisatawan mancanegara maupun domestik. Hal ini didukung dengan ketersediaan fasilitas penunjang yang lengkap hasil swadaya masyarakat.
Dampak Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja
Roda ekonomi di Desa Krebet terus berputar berkat keberadaan lebih dari 50 rumah produksi kerajinan batik kayu yang masih aktif hingga saat ini. Selain itu, terdapat lebih dari 150 unit usaha masyarakat yang berkembang di sekitar area wisata tersebut.
Aktivitas produksi kerajinan ini mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja lokal yang memproduksi berbagai macam suvenir setiap harinya. Kolaborasi dengan Astra melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) turut memberikan dampak nyata dalam memajukan UMKM di wilayah tersebut.
Ringkasan data operasional dan potensi ekonomi Desa Wisata Krebet dapat dilihat pada tabel berikut:
| Kategori Informasi | Data dan Keterangan |
|---|---|
| Waktu Tempuh Perjalanan | 40 Menit (dari Yogyakarta) |
| Total Unit Usaha | Lebih dari 150 Unit |
| Jumlah Rumah Produksi | 50+ Workshop Batik Kayu |
| Jumlah Tenaga Kerja | Sekitar 200 Orang |
| Kapasitas Homestay | 300 Tamu (25 Unit Rumah) |
Data tersebut menggambarkan betapa besarnya potensi Desa Krebet dalam menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kerajinan tangan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas produksi serta jangkauan pasar hasil karya warga Krebet.