Tim putra Indonesia harus menelan pil pahit setelah dipastikan tersingkir lebih awal pada fase grup Piala Thomas 2026 yang berlangsung di Denmark. Kekalahan telak 1-4 dari Prancis pada laga penentu di Forum Horsens menjadi penyebab utama kegagalan skuad Merah Putih.
Hasil ini memicu catatan sejarah kelam bagi Indonesia sebagai negara dengan koleksi gelar Piala Thomas terbanyak. Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Indonesia gagal melaju ke babak perempat final.
Kegagalan Beruntun di Empat Partai Awal
Indonesia kehilangan momentum sejak awal pertandingan setelah gagal mengamankan poin di empat partai pertama. Jonatan Christie yang turun di partai pembuka harus mengakui keunggulan Christo Popov dua gim langsung.
Kekalahan berlanjut saat Alwi Farhan ditundukkan oleh Alex Lanier, diikuti oleh Anthony Sinisuka Ginting yang kalah dramatis melalui duel ketat tiga gim melawan Toma Junior Popov. Harapan Indonesia benar-benar tertutup setelah ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga menelan kekalahan.
Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan antara Indonesia melawan Prancis:
| Partai | Sektor | Hasil Pertandingan |
|---|---|---|
| Tunggal 1 | Tunggal Putra | Jonatan Christie vs Christo Popov (19-21, 14-21) |
| Tunggal 2 | Tunggal Putra | Alwi Farhan vs Alex Lanier (16-21, 19-21) |
| Tunggal 3 | Tunggal Putra | Anthony Ginting vs Toma Junior Popov (21-17, 13-21, 20-22) |
| Ganda 1 | Ganda Putra | Sabar/Reza vs Eloi Adam/Leo Rossi (Kalah) |
| Ganda 2 | Ganda Putra | Fajar/Fikri vs Popov Bersaudara (Menang) |
Satu-satunya poin hiburan bagi tim Indonesia diraih oleh pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Christo Popov/Toma Junior Popov pada partai penutup pertandingan tersebut.
Kalah Selisih Poin dan Rekor yang Terhenti
Meski mengantongi dua kemenangan pada laga sebelumnya, Indonesia harus puas mengakhiri fase grup di posisi ketiga Grup D. Poin kemenangan yang sama antara Prancis, Thailand, dan Indonesia membuat penentuan kelolosan harus dihitung melalui selisih kemenangan partai.
Prancis dan Thailand akhirnya berhak melaju ke babak delapan besar karena memiliki keunggulan rasio kemenangan. Hal ini terasa sangat ironis mengingat Indonesia sempat tampil perkasa saat mencukur Aljazair 5-0 dan menumbangkan Thailand 3-2.
Tumbangnya Indonesia di fase grup ini menghentikan rekor impresif yang telah terjaga selama 68 tahun sejak debut tahun 1958. Sebelumnya, pencapaian terburuk Indonesia hanyalah terhenti di babak perempat final pada edisi 2012 silam.
Tragedi di Denmark ini menjadi sinyal waspada bagi dunia bulu tangkis tanah air mengenai peta persaingan global yang semakin merata. Evaluasi total diharapkan segera dilakukan untuk mengembalikan kejayaan tim putra di masa mendatang.