Pelatih tim nasional Qatar, Julen Lopetegui, memberikan perhatian khusus kepada Timnas Indonesia menjelang gelaran Piala Asia 2027 mendatang.
Komentar ini muncul setelah hasil undian menempatkan Qatar berada di Grup F bersama Indonesia, Jepang, dan Thailand.
Tantangan Berat di Grup F
Meski Indonesia memiliki peringkat FIFA terendah di grup ini, Lopetegui menegaskan bahwa dirinya tidak akan meremehkan kekuatan skuad Garuda.
Mantan pelatih Real Madrid tersebut mengaku telah memantau perkembangan sepak bola di kawasan Asia, termasuk kemajuan signifikan yang dialami Indonesia.
Berikut adalah pandangan Julen Lopetegui mengenai peta persaingan di Grup F:
- Jepang: Menjadi tim yang paling dijagokan untuk memuncaki klasemen grup.
- Indonesia: Dinilai sebagai tim yang menunjukkan pertumbuhan kualitas yang pesat.
- Thailand: Dianggap memiliki kompetensi yang solid dan mampu memberikan persaingan ketat.
Lopetegui meyakini bahwa persaingan di grup ini akan berlangsung sangat sengit dan seimbang bagi semua kontestan.
Persiapan Qatar Menghadapi Indonesia
Juru taktik berusia 59 tahun itu menekankan pentingnya persiapan matang karena setiap lawan memiliki karakteristik permainan yang berbeda.
Lopetegui sendiri mulai menjabat sebagai pelatih Qatar sejak Mei 2025 dan sukses membawa tim tersebut melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Jadwal pertandingan Timnas Indonesia di babak grup telah ditentukan sebagai berikut:
| Laga | Lawan | Tanggal Pertandingan |
|---|---|---|
| Pertama | Jepang | Januari 2027 |
| Kedua | Qatar | 16 Januari 2027 |
| Ketiga | Thailand | Januari 2027 |
Pertemuan antara Indonesia dan Qatar diprediksi akan menjadi momen krusial bagi kedua tim untuk mengamankan poin di fase grup.
Optimisme dari Sisi Indonesia
Di sisi lain, pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyambut hasil undian ini dengan penuh semangat dan rasa optimis.
Pelatih asal Inggris tersebut yakin bahwa anak asuhnya mampu memberikan kejutan meskipun berstatus sebagai tim yang tidak diunggulkan.
Herdman percaya bahwa kolektivitas tim dan persiapan yang matang akan menjadi modal utama Garuda di ajang bergengsi tersebut.
Kini, fokus utama kedua pelatih adalah mematangkan strategi demi menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.