Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf setelah timnya dipastikan gagal meraih gelar juara Super League musim 2025/2026. Persaingan memperebutkan trofi kini hanya menyisakan dua kandidat kuat, yakni Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
Kepastian pahit ini harus diterima Macan Kemayoran setelah menderita kekalahan tipis 1-2 dari rival abadi mereka, Persib Bandung, pada pekan ke-32. Hasil tersebut membuat koleksi poin Persija tertahan di angka 65, yang secara matematis tidak mungkin lagi mengejar rival di puncak klasemen.
Persib dan Borneo FC saat ini telah mengantongi 75 poin, selisih sepuluh angka yang mustahil dikejar dalam dua laga tersisa. Jika Persija berhasil menyapu bersih sisa pertandingan dengan kemenangan, poin maksimal yang bisa mereka raih hanya mencapai 71 angka.
Ungkapan Penyesalan Rizky Ridho
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Rizky Ridho mengakui bahwa mengakhiri musim di posisi ketiga bukanlah tujuan utama tim sejak awal. Ia merasa bertanggung jawab atas pencapaian yang tidak sesuai dengan ekspektasi manajemen maupun suporter tersebut.
Pernyataan resmi Rizky Ridho mengenai kegagalan timnya mencapai target musim ini:
- Menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pendukung setia Persija, The Jakmania.
- Mengakui bahwa finis di urutan ketiga merupakan hasil yang mengecewakan bagi klub sebesar Persija.
- Menegaskan komitmen untuk tetap tampil maksimal dalam dua pertandingan penutup musim ini.
- Menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap performa pribadi maupun kolektif tim.
Ungkapan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam sang bek tengah, mengingat harapan besar yang disematkan pada pundak skuad Macan Kemayoran musim ini.
Tensi Tinggi dan Insiden Pascapertandingan
Kegagalan ini terasa semakin menyesakkan karena terjadi dalam laga krusial melawan rival bebuyutan yang juga sedang bersaing memperebutkan gelar. Intensitas pertandingan yang tinggi memicu emosi para pemain, termasuk Rizky Ridho yang sempat terlibat friksi dengan pemain lawan.
Insiden yang terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan tersebut sempat terekam kamera dan memicu berbagai spekulasi di kalangan penggemar sepak bola. Ridho menyadari bahwa aksinya berpotensi mengundang sanksi disiplin dari pihak berwenang di PSSI.
Berikut adalah detail situasi klasemen dan kondisi internal Persija saat ini:
| Aspek Pertandingan | Keterangan |
|---|---|
| Poin Saat Ini | 65 Poin |
| Posisi Klasemen | Peringkat 3 (Terhenti) |
| Status Persaingan Juara | Gagal Mengejar Persib dan Borneo FC |
| Potensi Sanksi Pemain | Menunggu Keputusan Komite Disiplin PSSI |
Data di atas menunjukkan posisi Persija yang sudah terkunci di papan atas namun tidak lagi memiliki peluang untuk naik ke podium juara. Fokus tim kini beralih pada penyelesaian jadwal kompetisi dengan menjaga profesionalisme di lapangan.
Rizky Ridho menyatakan siap menerima segala konsekuensi dari tindakan emosionalnya dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada pihak penyelenggara. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk melakukan pembenahan total demi hasil yang lebih baik pada musim mendatang.