Gelaran Jogja Run D-City (JRDC) 2026 yang berlangsung pada Minggu (24/5) pagi sukses menyedot perhatian ribuan pelari. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Jogja Financial Festival ini menciptakan suasana meriah di pusat Kota Yogyakarta.
Sejak pukul 04.30 WIB, kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM di Sleman sudah dipenuhi peserta yang antusias melakukan pemanasan. Semangat para pelari terlihat jelas saat mereka bersiap menaklukkan rute lari yang telah disediakan panitia.
Kategori Lomba dan Partisipasi Peserta
Jogja Run D-City 2026 menawarkan pengalaman berlari yang inklusif bagi berbagai kalangan masyarakat. Panitia menyediakan dua pilihan jarak utama yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.
Daftar kategori lomba yang tersedia pada Jogja Run D-City 2026:
- 10K Race Run: Ditujukan bagi peserta yang ingin berkompetisi secara serius di lintasan lari.
- 5K Fun Run: Kategori lari santai yang mengutamakan kegembiraan dan kebersamaan antar peserta.
Kedua kategori tersebut dibagi kembali ke dalam beberapa sub-kelompok kompetisi. Mulai dari kategori pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, hingga peserta berkewarganegaraan asing (foreigner).
Momen Flag Off dan Tokoh yang Hadir
Proses pelepasan peserta atau flag off dilakukan secara bertahap untuk menjaga alur perlombaan tetap kondusif. Rombongan pelari kategori 10K Race Run berangkat lebih awal pada pukul 05.30 WIB.
Sepuluh menit berselang, tepatnya pukul 05.40 WIB, giliran peserta 5K Fun Run yang memulai langkah mereka dari garis start. Sejumlah tokoh nasional turut hadir secara langsung untuk melepas para pelari di lokasi acara.
Proses flag off dipimpin oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, bersama Chairman CT Corp, Chairul Tanjung. Mereka didampingi oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu.
Acara ini juga semakin semarak dengan kehadiran pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, dan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Tak ketinggalan, pesohor sekaligus mantan atlet basket Denny Sumargo juga ikut meramaikan suasana.
Sebelum memulai perlombaan, Anggito Abimanyu sempat memberikan pesan singkat untuk memotivasi para peserta. Beliau menyampaikan harapan agar seluruh pelari bisa menjadi pemenang dengan cara menyelesaikan tantangan lari tersebut.
Rute Ikonik dan Fasilitas Peserta
Para pelari disuguhi rute yang menarik dengan titik start di gerbang utama Universitas Gadjah Mada (UGM). Lintasan ini dirancang agar peserta dapat menikmati suasana kota yang kaya akan nilai budaya.
Rute lomba mengajak peserta menyusuri kawasan legendaris Malioboro sebelum akhirnya kembali menuju garis finis di GIK UGM. Perjalanan ini memberikan pengalaman unik berlari di tengah keindahan arsitektur dan keramahan Yogyakarta.
Aspek keamanan dan kenyamanan peserta menjadi prioritas utama pihak penyelenggara selama perlombaan berlangsung. Fasilitas pendukung disiagakan di berbagai titik strategis sepanjang jalur lari.
Fasilitas pendukung yang tersedia di sepanjang rute lari:
- Water Station: Titik hidrasi untuk memastikan kebutuhan cairan para peserta tetap terpenuhi.
- Petunjuk Arah: Rambu-rambu yang jelas untuk memandu pelari agar tetap berada di jalur yang benar.
- Ambulans: Layanan medis darurat yang bersiaga untuk menangani kendala kesehatan peserta secara cepat.
Kehadiran fasilitas medis dan hidrasi ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta dapat berlari dengan rasa aman dari awal hingga akhir.
Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Ajang Jogja Run D-City 2026 tidak hanya menawarkan pengalaman olahraga, tetapi juga apresiasi besar bagi para peserta. Panitia telah menyiapkan total hadiah mencapai Rp140 juta untuk berbagai kategori pemenang.
Pembagian hadiah dilakukan berdasarkan prestasi lari serta kreativitas peserta selama acara berlangsung. Berikut adalah rincian pemberian hadiah untuk setiap kategori lomba.
Detail pembagian hadiah Jogja Run D-City 2026:
| Kategori Lomba | Jenis Apresiasi/Pemenang |
|---|---|
| 10K Race Run | Finisher tercepat posisi pertama, kedua, dan ketiga. |
| 5K Fun Run | Pemenang Best Costume dan Best Social Media Post. |
Melalui sistem ini, peserta kategori 5K tetap berpeluang membawa pulang hadiah meskipun tidak finis terdepan. Kreativitas dalam berpakaian dan aktivitas di media sosial menjadi poin penilaian utama bagi kategori lari santai tersebut.