Langkah ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat, terpaksa terhenti lebih awal di ajang Malaysia Masters 2026. Pasangan ini harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah dalam laga babak pertama yang berlangsung di Kuala Lumpur.
Berlaga di Stadion Axiata Arena pada Selasa (19/5), Rian/Rahmat ditundukkan oleh wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Mereka kalah melalui dua gim langsung dengan skor kembar 18-21 dan 18-21.
Evaluasi Mendalam Usai Tersingkir
Kekalahan di babak 32 besar ini menjadi catatan serius bagi performa pasangan baru tersebut. Rian mengakui bahwa pencapaian mereka dalam beberapa turnamen terakhir masih jauh dari kata konsisten.
Menurut Rian, performa terbaik mereka sejauh ini hanya mencapai babak perempat final di All England. Selain itu, mereka lebih sering terjegal di babak-babak awal turnamen yang diikuti.
Rian menegaskan perlunya kerja keras dan porsi latihan tambahan untuk mengejar ketertinggalan level dari pemain papan atas dunia. Ia mengidentifikasi beberapa aspek teknis yang menjadi penyebab utama kekalahan dari pasangan peringkat kedelapan dunia tersebut.
Beberapa faktor teknis yang perlu diperbaiki menurut Rian Ardianto:
- Penguasaan permainan di area depan lapangan yang lebih dominan.
- Kualitas servis dan pukulan pembukaan yang harus lebih tajam.
- Mengurangi kesalahan sendiri yang memberikan poin mudah bagi lawan.
- Ketangkasan dalam mengantisipasi serangan balik lawan secara cepat.
Fokus utama Rian adalah memperkuat koordinasi agar tidak mudah melakukan unforced errors dalam poin-poin krusial. Hal ini dianggap vital untuk menghadapi lawan dengan peringkat yang lebih tinggi.
Ambisi Bangkit di Indonesia Open 2026
Bagi Rahmat Hidayat, kegagalan di Malaysia Masters menjadi motivasi tambahan untuk meningkatkan kualitas individunya. Atlet berusia 22 tahun itu bertekad untuk memberikan performa yang jauh lebih solid pada turnamen berikutnya.
Rahmat mengakui bahwa adaptasi dengan kondisi non-teknis di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Hal ini mencakup penyesuaian terhadap arah angin dan karakter shuttlecock yang digunakan.
Kini, fokus pasangan ganda putra ini beralih sepenuhnya ke ajang Indonesia Open 2026. Bertanding di hadapan pendukung sendiri menjadi momentum yang sangat mereka nantikan untuk memutus tren negatif.
Meskipun hasil dalam beberapa kompetisi terakhir belum memuaskan, Rahmat optimistis bahwa proses evaluasi akan membuahkan hasil. Mereka berharap bisa meraih prestasi yang lebih membanggakan saat berlaga di tanah air nanti.
Ringkasan jadwal dan hasil pertandingan Rian/Rahmat:
| Aspek Pertandingan | Detail Informasi |
|---|---|
| Turnamen Terakhir | Malaysia Masters 2026 |
| Lawan (Babak 32 Besar) | Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) |
| Skor Akhir | 18-21, 18-21 |
| Target Selanjutnya | Indonesia Open 2026 |
Data di atas menunjukkan bahwa fokus pembenahan kini tertuju pada turnamen level tinggi berikutnya yang akan digelar di Jakarta. Kehadiran suporter tuan rumah diharapkan menjadi suntikan energi tambahan bagi Rian dan Rahmat.