Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, akhirnya memberikan tanggapan terkait rasa kecewa yang ditunjukkan oleh Dean Huijsen. Bek muda andalan Real Madrid tersebut secara mengejutkan tidak masuk dalam daftar skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026.
Keputusan ini memicu perdebatan hangat mengingat performa Huijsen yang sangat solid sepanjang musim ini. Pemain berusia 21 tahun itu tercatat menjadi starter sebanyak 36 kali dari total 40 penampilannya bersama Los Blancos di berbagai kompetisi.
Kontroversi Skuad Tanpa Pemain Real Madrid
Langkah De la Fuente tergolong berani karena ia tidak memanggil satu pun pemain dari Real Madrid ke dalam skuad yang berisi 26 nama. Huijsen yang semula diprediksi akan menjadi pilar utama di lini pertahanan pun harus gigit jari.
Menanggapi pencoretan tersebut, Huijsen bereaksi melalui media sosial dengan membagikan unggahan sang ayah, Don Huijsen. Unggahan itu menampilkan data statistik yang menunjukkan kualitas Huijsen di lapangan hijau.
Rincian performa Dean Huijsen berdasarkan data statistik tersebut adalah sebagai berikut:
- Menjadi salah satu bek dengan performa terbaik di LaLiga sepanjang musim 2025/2026.
- Memiliki rating yang secara statistik melampaui beberapa bek pilihan De la Fuente.
- Mengungguli duo bek Barcelona, Eric Garcia dan Pau Cubarsi, dalam penilaian versi Sofascore.
Data tersebut seolah mempertegas ketimpangan komposisi timnas yang didominasi oleh delapan pemain Barcelona. Publik pun mulai mempertanyakan objektivitas pemilihan pemain di bawah kendali De la Fuente.
Respon Luis de la Fuente Terkait Reaksi Huijsen
Meski situasi memanas, Luis de la Fuente memilih untuk tidak terlalu mempermasalahkan reaksi anak asuhnya tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui secara detail apa yang terjadi di jagat maya karena tidak aktif menggunakan media sosial.
“Saya memahami jika ada pemain yang tidak terpilih merasa kesal, namun ada batasan rasa hormat yang harus dijaga,” ungkap De la Fuente. Ia menekankan bahwa rasa frustrasi adalah hal yang wajar namun harus dikelola dengan bijak.
Pelatih berusia 64 tahun itu menganggap kejadian ini sebagai bagian dari proses pendewasaan bagi Huijsen. Menurutnya, usia yang masih sangat muda membuat Huijsen masih memiliki banyak ruang untuk belajar.
Beberapa poin penting dari pernyataan Luis de la Fuente adalah:
- Pemain yang merasa kecewa tetap harus menghargai rekan setim yang terpilih.
- Masalah ini dianggap bukan persoalan besar bagi keharmonisan tim nasional.
- Pentingnya menanamkan nilai rasa hormat dan persahabatan di atas ambisi pribadi.
De la Fuente percaya bahwa seiring berjalannya waktu, Huijsen akan memahami apa yang paling krusial dalam karier sepak bola. Baginya, integritas tim dan saling menghormati jauh lebih penting daripada sekadar statistik individu.
Kini Timnas Spanyol tengah bersiap menuju Piala Dunia 2026 dengan komposisi pemain yang didominasi penggawa Barcelona. Keputusan berisiko De la Fuente ini tentu akan diuji saat turnamen akbar tersebut dimulai nanti.