Masa depan Allano Lima bersama tim Macan Kemayoran akhirnya mencapai titik terang. Penyerang sayap asal Brasil tersebut secara resmi mengumumkan kepergiannya dari Persija Jakarta meski baru merumput selama satu musim.
Kabar perpisahan ini disampaikan langsung oleh Allano melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya pada Senin, 1 Juni 2026. Pemain berusia 31 tahun itu menuliskan pesan mendalam yang ditujukan khusus untuk manajemen klub dan para pendukung setia, The Jakmania.
Salam Perpisahan Menyentuh dari Sang Winger
Pemain yang pernah berkarier di kompetisi Portugal dan Turki tersebut mengungkapkan betapa sulit baginya untuk meninggalkan ibu kota:
"Untuk keluarga besar Persija Jakarta yang sangat saya cintai, dan juga para Jakmania yang selalu saya banggakan," tulis Allano mengawali pesannya.
Allano mengungkapkan bahwa menulis kata pamit ini merupakan salah satu momen paling berat dalam perjalanan karier profesionalnya sebagai pesepak bola. Ia menegaskan bahwa mengenakan seragam kebanggaan Persija Jakarta adalah sebuah kehormatan besar yang akan ia kenang selamanya.
Pemain yang dikenal agresif di lapangan ini juga menyoroti peran suporter yang sangat vital bagi eksistensi klub. Ia merasa cinta dan gairah yang diberikan The Jakmania sejak hari pertama kedatangannya merupakan ruh utama dari tim Persija.
Berikut adalah beberapa poin utama yang disampaikan Allano dalam pesan perpisahannya kepada publik sepak bola Jakarta:
- Menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak klub yang telah memberikan kesempatan baginya untuk berkarier di Indonesia.
- Mengapresiasi kehangatan masyarakat Indonesia yang telah menyambutnya dengan sangat terbuka hingga ia merasa seperti berada di rumah sendiri.
- Mengutarakan kesedihan karena sebenarnya ia memiliki keinginan kuat untuk tetap bertahan dan berjuang bersama skuad Macan Kemayoran.
- Menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai masa depannya di tim bukan berada di bawah kendalinya secara pribadi.
Melalui poin-poin tersebut, Allano secara tersirat menunjukkan bahwa sebenarnya ada keinginan untuk melanjutkan kerja sama dengan Persija. Namun, berbagai faktor di luar keinginannya membuat perjalanan tersebut harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Statistik Gemilang yang Dibayangi Rekor Disiplin
Selama membela Persija Jakarta di ajang BRI Super League musim 2025/2026, Allano Lima sebenarnya mencatatkan performa yang sangat impresif. Ia menjadi salah satu pilar penyerangan yang paling kontributif bagi tim asuhan pelatih Persija sepanjang musim tersebut.
Data performa Allano Lima selama satu musim kompetisi dapat dilihat pada tabel rangkuman berikut ini:
| Kategori Statistik | Jumlah / Catatan |
|---|---|
| Jumlah Penampilan | 29 Pertandingan |
| Gol | 9 Gol |
| Assist | 9 Assist |
| Man of the Match (MOTM) | 8 Kali |
| Kartu Kuning | 14 Kartu |
Data di atas menunjukkan betapa besarnya peran Allano dalam skema serangan tim, di mana ia terlibat langsung dalam 18 gol Persija. Namun, catatan disiplinnya menjadi sorotan tajam karena ia mengoleksi 14 kartu kuning sepanjang musim berjalan.
Jumlah kartu kuning yang sangat banyak tersebut menempatkan Allano sebagai pemain "tergalak" kedua di liga setelah gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya. Masalah emosi dan kontrol diri di lapangan hijau inilah yang sering kali membuat manajemen dan tim pelatih memberikan peringatan keras kepadanya.
Isu Pengganti dan Permohonan Maaf kepada Suporter
Kepergian Allano Lima ini terjadi bertepatan dengan kencangnya rumor mengenai kedatangan pemain asing baru ke markas Persija. Nama Mariano Peralta, winger tajam milik Borneo FC Samarinda, disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan mengisi slot yang ditinggalkan Allano.
Jika dibandingkan, statistik Mariano Peralta memang jauh lebih mentereng dengan torehan 20 gol dan 14 assist dari 34 laga musim lalu. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Persija sedang berupaya meningkatkan daya gedor lini depan mereka dengan profil pemain yang lebih klinis.
Sebagai penutup dalam pesan panjangnya, Allano tidak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen pendukung Persija:
"Saya memohon maaf yang tulus jika ada kesalahan yang pernah saya lakukan dan karena belum bisa membawa trofi liga ke Jakarta," ucapnya dengan rendah hati.
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya memberikan kemampuan terbaik dan bekerja keras hingga tetes keringat terakhir demi lambang di dada. Meski takdir belum mengizinkan Persija menjadi juara pada musim ini, Allano mengaku membawa pulang banyak pelajaran berharga.
Walaupun kini sudah tidak lagi menjadi bagian dari skuad, Allano berjanji akan terus mendukung Persija Jakarta dari kejauhan. Pengalaman singkat namun berkesan di Indonesia telah membuat klub ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas dirinya sebagai pesepak bola profesional.