Resmi, Sistem SLiMS Kemendikdasmen Diadopsi Luar Negeri dan Terintegrasi SIBI 2026

Resmi, Sistem SLiMS Kemendikdasmen Diadopsi Luar Negeri dan Terintegrasi SIBI 2026
Foto: Resmi, Sistem SLiMS Kemendikdasmen Diadopsi Luar Negeri dan Terintegrasi SIBI 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan Pojok Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI). Langkah ini dibarengi dengan penggabungan layanan SIBI ke dalam Senayan Library Management System (SLiMS) pada Senin (25/5/2026).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengungkapkan bahwa integrasi ini merupakan langkah inovatif untuk menyediakan buku bacaan berkualitas bagi para siswa. SIBI dirancang sebagai sistem komprehensif yang mencakup proses seleksi hingga kurasi buku dalam satu platform.

Suharti menambahkan bahwa sistem ini diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan literasi di seluruh penjuru Indonesia. Melalui sistem yang lengkap, standar kualitas buku yang sampai ke tangan pelajar akan lebih terjamin.

Rencana Perluasan Akses Pojok SIBI

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menargetkan kehadiran Pojok SIBI akan terus diperluas di masa mendatang. Sekolah-sekolah yang sudah memiliki kesiapan infrastruktur rencananya akan mulai dilengkapi dengan fasilitas ini.

Selain di tingkat sekolah, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah juga akan difungsikan sebagai pusat sosialisasi SIBI. Upaya masif ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, menegaskan bahwa semua materi dalam sistem ini telah melalui verifikasi ketat. Buku-buku yang tersedia telah mendapatkan rekomendasi resmi dari Pusat Perbukuan Kemendikdasmen.

Karakteristik buku yang tersedia pada layanan SIBI meliputi:
  • Buku teks pelajaran yang sedang digunakan secara aktif di berbagai satuan pendidikan saat ini.
  • Koleksi buku teks utama yang telah disesuaikan dengan kurikulum nasional yang berlaku.
  • Berbagai informasi mendalam mengenai perkembangan ekosistem perbukuan di Indonesia.
  • Akses membaca dan mengunduh konten secara gratis untuk memudahkan siswa serta guru.

Ketersediaan akses gratis ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan biaya bagi siswa yang ingin mendapatkan buku teks berkualitas. Dengan begitu, sumber belajar resmi pemerintah dapat diakses lebih luas tanpa membebani orang tua murid.

SLiMS dan Pencapaian di Kancah Internasional

SLiMS awalnya dikembangkan khusus untuk mengelola perpustakaan di lingkungan Kemendikdasmen. Namun, seiring waktu, sistem ini berkembang menjadi perangkat lunak manajemen perpustakaan yang paling banyak digunakan di sekolah-sekolah tanah air.

Kepopuleran SLiMS ternyata tidak hanya berhenti di dalam negeri, melainkan sudah merambah ke kancah internasional. Tercatat beberapa negara di wilayah Asia Tengah hingga Bangladesh telah mengadopsi sistem informasi buatan Indonesia ini.

Penggabungan SIBI ke dalam ekosistem SLiMS menjadi strategi utama kementerian untuk meningkatkan keterjangkauan koleksi literasi. Masyarakat kini dapat menikmati bahan bacaan bermutu kapan saja tanpa harus berkunjung secara fisik ke perpustakaan.

Suharti menegaskan bahwa inovasi digital ini adalah solusi nyata untuk mengatasi kendala infrastruktur fisik yang masih terbatas. Berikut adalah ringkasan mengenai integrasi sistem perbukuan tersebut:

Aspek Sistem Keterangan Detail
Nama Sistem Utama Senayan Library Management System (SLiMS)
Fitur Unggulan SIBI Seleksi, kurasi, dan akses unduh gratis buku teks resmi
Target Pengguna Siswa, guru, dan pengelola perpustakaan sekolah
Jangkauan Global Digunakan di Indonesia, Bangladesh, dan Asia Tengah

Integrasi kedua platform ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan literasi nasional menuju tahun 2045. Melalui kemudahan akses, hambatan jarak dan lokasi geografis dalam menuntut ilmu dapat diminimalisir secara signifikan.

Artikel terkait

Rekomendasi