Persija Jakarta secara resmi mengumumkan perubahan besar dalam struktur tim pelatih setelah kompetisi BRI Super League 2025/2026 berakhir. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala mereka, Mauricio Souza.
Kabar perpisahan ini diumumkan langsung oleh manajemen Persija pada Selasa (27/05/2026) malam WIB melalui keterangan resminya. Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa manajemen tengah mempersiapkan strategi baru untuk mengejar ambisi juara di musim mendatang.
Meskipun target juara belum berhasil dicapai, Mauricio Souza dianggap telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan tim selama masa baktinya. Persija di bawah asuhannya mampu tampil sangat kompetitif dan mencatatkan performa salah satu yang terbaik dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
Selama musim 2025/2026, identitas permainan Persija terlihat sangat jelas dan memiliki karakter yang kuat. Strategi yang agresif serta keberanian tim untuk mendominasi penguasaan bola menjadi ciri khas yang melekat pada skuat Macan Kemayoran racikan pelatih asal Brasil tersebut.
Seluruh Staf Pelatih Brasil Ikut Angkat Kaki
Keputusan manajemen untuk merombak tim pelatih ternyata tidak hanya berlaku bagi Mauricio Souza secara personal. Lima orang staf kepelatihan yang selama ini mendukung kinerja Souza juga dipastikan meninggalkan tim ibu kota tersebut.
Daftar staf kepelatihan asal Brasil yang resmi berpisah dengan Persija Jakarta:
- Italo Bartole Resende: Menjabat sebagai asisten pelatih utama selama musim 2025/2026.
- Vitor Branco da Cruz: Bertugas sebagai pelatih fisik yang menjaga kebugaran pemain.
- Gerson Rodrigues Rios: Pelatih kiper yang membimbing barisan penjaga gawang Macan Kemayoran.
- Caio Araujo: Sosok analis yang membedah kekuatan lawan dan performa tim sendiri.
- Claudio Luzardi: Interpreter atau penerjemah yang menjembatani komunikasi teknis di lapangan.
Kepergian seluruh paket tim pelatih ini menunjukkan adanya evaluasi menyeluruh dari pihak manajemen klub. Langkah ini diambil agar pelatih baru nantinya memiliki keleluasaan penuh dalam menyusun staf pendukung pilihannya sendiri.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi yang diberikan Souza dan timnya. Prapanca mengakui bahwa Souza telah berhasil menanamkan karakter yang kuat pada wajah permainan Persija sepanjang musim lalu.
Namun, ia juga menegaskan bahwa alasan utama pemutusan kerja sama ini adalah tidak terpenuhinya target yang telah disepakati sejak awal. Oleh karena itu, kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang masa kerja sama dan menempuh jalan masing-masing.
Prapanca mendoakan agar Mauricio Souza beserta Italo, Vitor, Gerson, Caio, dan Luzardi tetap meraih sukses di karier profesional mereka selanjutnya. Persija berharap perjalanan mereka di klub lain akan semakin bersinar setelah menimba pengalaman di kompetisi sepak bola Indonesia.
Warisan Rekor dan Poin Tertinggi Satu Dekade
Walaupun gelar juara liga belum berhasil dibawa pulang ke Jakarta, Mauricio Souza meninggalkan warisan statistik yang tergolong impresif. Persija Jakarta berhasil mengakhiri kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan menempati posisi ketiga di klasemen akhir.
Rincian pencapaian statistik Persija Jakarta di bawah asuhan Mauricio Souza:
| Kategori Statistik | Data Pencapaian |
|---|---|
| Peringkat Klasemen Akhir | Posisi ke-3 |
| Total Poin yang Diraih | 71 Poin |
| Jumlah Kemenangan | 22 Kali Menang |
| Hasil Imbang | 5 Kali Seri |
| Jumlah Kekalahan | 7 Kali Kalah |
Data di atas menunjukkan bahwa Persija tampil sangat konsisten di papan atas klasemen sepanjang musim berlangsung. Perolehan 71 poin tersebut sekaligus menjadi rekor poin tertinggi bagi Persija sejak Liga Indonesia kembali menggunakan format satu wilayah dalam sepuluh tahun terakhir.
Kini, manajemen Persija mulai bergerak cepat untuk mencari nahkoda baru guna menyongsong musim 2026/2027. Pihak klub mengonfirmasi bahwa mereka sudah melakukan komunikasi intens dengan beberapa kandidat pelatih potensial.
Manajemen berjanji akan segera menentukan sosok pelatih yang paling tepat untuk memimpin Macan Kemayoran. Tujuan utamanya tetap konsisten, yakni membawa Persija Jakarta kembali merengkuh trofi juara pada kompetisi kasta tertinggi musim depan.