Real Madrid tengah menghadapi situasi sulit pada kompetisi musim 2025/2026 setelah tersingkir dari Liga Champions dan terancam gagal meraih gelar juara La Liga. Hingga pekan ke-34, Los Blancos masih tertahan di peringkat kedua klasemen dengan koleksi 77 poin, tertinggal 11 angka dari Barcelona yang memuncaki klasemen dengan 88 poin.
Meskipun performa musim ini menurun, Real Madrid tetap menyandang status sebagai raja Eropa dengan koleksi 15 gelar Liga Champions serta jumlah trofi liga domestik yang sangat besar. Berdasarkan data dari Planetfootball, raksasa Spanyol ini masih mendominasi daftar klub dengan gelar liga terbanyak di Eropa, mengungguli tim-tim besar lainnya seperti Manchester United, AC Milan, dan Paris Saint-Germain.
Daftar Klub dengan Gelar Liga Terbanyak di Eropa
| Peringkat | Nama Klub | Jumlah Gelar Liga |
|---|---|---|
| 1 | Juventus | 36 |
| 2 | Real Madrid | 36 |
| 3 | Bayern Munich | 35 |
| 4 | Barcelona | 28 |
| 5 | Inter Milan | 21 |
Inter Milan: Dominasi Baru di Italia
Inter Milan telah bertransformasi menjadi kekuatan yang sangat dominan di sepak bola Italia selama satu dekade terakhir hingga berhasil mengamankan gelar Scudetto ke-21 mereka. Kepastian gelar juara pada tahun 2026 ini diraih dengan sangat meyakinkan saat kompetisi masih menyisakan empat pertandingan lagi bagi Nerazzurri.
Tim asuhan Simone Inzaghi ini menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mencatatkan 26 kemenangan dari 35 pertandingan yang telah mereka jalani sepanjang musim ini. Pencapaian ini sangat mengesankan bagi klub yang secara tradisional sering dianggap kesulitan mencapai garis finis meski selalu tampil kompetitif di papan atas Serie A.
Kejayaan Inter sebenarnya sudah mulai terpupuk sejak era Jose Mourinho yang berhasil memberikan gelar juara Liga Italia pada musim debutnya di 2008/2009 setelah meninggalkan Chelsea. Pada musim berikutnya, Mourinho membawa Inter meraih pencapaian sejarah berupa treble winners dengan memenangkan Liga Italia, Coppa Italia, serta mengakhiri penantian 45 tahun gelar Liga Champions.
Barcelona: Mengejar Ketertinggalan dari Sang Rival
Sebelum era kepemimpinan Pep Guardiola dimulai pada tahun 2008, Barcelona memiliki selisih yang sangat jauh hingga 13 gelar liga di bawah rival abadi mereka, Real Madrid. Namun, berkat performa konsisten dalam hampir dua dekade terakhir, kesenjangan gelar tersebut kini telah terpangkas secara signifikan hingga hanya menyisakan selisih delapan trofi saja.
Klub asal Catalan ini memiliki peluang besar untuk segera memperpendek jarak menjadi tujuh gelar jika mampu menjaga momentum positif mereka di kompetisi domestik Spanyol. Jika dominasi yang mereka tunjukkan dalam 18 tahun terakhir terus berlanjut, bukan tidak mungkin suatu saat nanti posisi Los Blancos akan terancam oleh mereka.
Kenangan manis klub juga tidak lepas dari jasa duet legendaris Xavi dan Iniesta yang sempat berpose dengan trofi Liga Champions di Berlin setelah mengandaskan perlawanan Juventus. Transformasi taktik dan pembinaan pemain muda yang kuat telah menjadi fondasi utama bagi Barcelona untuk tetap bersaing memperebutkan supremasi tertinggi di tanah Spanyol.
Bayern Munich: Penguasa Mutlak Bundesliga
Dominasi Bayern Munich di kancah sepak bola Jerman terlihat sangat menakutkan karena mereka berhasil memenangkan 13 dari 14 gelar juara Bundesliga dalam periode terakhir. Meskipun Bayer Leverkusen di bawah asuhan Xabi Alonso sempat memutus dominasi tersebut, raksasa Bavaria ini mampu segera bangkit dan mengembalikan keadaan menjadi normal kembali.
Di bawah arahan Vincent Kompany, Bayern Munich diprediksi tidak akan menemui hambatan berarti untuk segera menambah koleksi trofi Bundesliga mereka yang ke-36 dan ke-37. Keunggulan finansial dan kedalaman skuad membuat persaingan domestik di Jerman seringkali dianggap kurang seimbang karena kekuatan Bayern yang terlalu menonjol dibanding lawan-lawannya.
Fakta menariknya adalah Bayern Munich kini memiliki jumlah gelar juara liga yang lebih banyak dibandingkan total gabungan gelar milik seluruh klub lain di Jerman. Prestasi ini sangat fenomenal mengingat liga utama Jerman atau Bundesliga baru resmi dibentuk lebih dari setengah abad setelah liga-liga top Eropa lainnya berdiri.
Real Madrid: Sejarah Panjang Sang Raja Spanyol
Real Madrid secara mengejutkan belum pernah lagi memenangkan gelar juara La Liga secara berturut-turut dalam kurun waktu hampir 20 tahun terakhir di kompetisi domestik. Pelatih terakhir yang mampu mempersembahkan gelar liga secara beruntun bagi publik Santiago Bernabeu adalah Leo Beenhakker yang melakukannya pada akhir periode 1980-an.
Menariknya, dalam 15 tahun terakhir, Real Madrid justru tercatat lebih sukses dan lebih sering memenangkan trofi Liga Champions dibandingkan trofi Liga Spanyol. Dominasi domestik yang stabil seperti yang dirasakan Bayern Munich atau Juventus jarang mereka alami, kecuali pada era 1980-an saat mereka meraih lima gelar beruntun.
Meski demikian, kekayaan sejarah Real Madrid tetap membuat mereka unggul jauh di puncak klasemen gelar sepanjang masa dengan koleksi trofi yang diraih sejak tahun 1930-an. Jumlah gelar La Liga yang dimiliki Los Blancos saat ini bahkan masih lebih banyak jika dibandingkan gabungan gelar semua klub Spanyol lainnya selain Barcelona.
Juventus: Kebangkitan Si Nyonya Tua
Juventus sudah lama menyandang status sebagai klub tersukses di Italia bahkan sebelum skandal Calciopoli memaksa mereka harus terdegradasi ke kasta Serie B pada tahun 2006. Saat masa sulit itu terjadi, banyak pihak menduga klub-klub asal Milan akan mengambil alih dominasi sepak bola Italia dan meruntuhkan rekor milik Juventus.
Prediksi tersebut ternyata salah besar karena Si Nyonya Tua hanya membutuhkan waktu singkat untuk kembali ke kasta tertinggi dan merajai kompetisi Serie A lagi. Setelah kembali promosi, Juventus langsung mengukir sejarah dengan memenangkan sembilan gelar Scudetto berturut-turut yang menegaskan kembali posisi mereka sebagai tim tak terkalahkan di Italia.
Namun saat ini Juventus tengah mengalami periode paceklik karena sudah enam tahun berlalu sejak terakhir kali mereka mengangkat trofi juara Liga Italia. Durasi kekeringan gelar ini merupakan yang terlama bagi mereka sejak masa transisi setelah promosi kembali ke Serie A dari divisi bawah satu dekade silam.
Profil Marcelo dan Perjalanan di Real Madrid
Marcelo merupakan salah satu sosok ikonik yang telah memperkuat Real Madrid selama hampir 15 tahun sejak didatangkan dari Fluminense dengan biaya transfer 6,5 juta euro. Bek kiri asal Brasil yang kini berusia 34 tahun tersebut telah mencatatkan total 545 pertandingan di berbagai ajang kompetisi resmi bersama Los Blancos.
Selama masa baktinya, Marcelo memberikan kontribusi nyata berupa 38 gol dan 103 assist serta mengoleksi berbagai gelar bergengsi termasuk 6 trofi La Liga dan 5 Liga Champions. Setelah kontraknya berakhir, empat klub besar seperti Arsenal, Juventus, Inter Miami, dan mantan klubnya Fluminense dikabarkan siap menjadi pelabuhan baru bagi sang pemain.