Performa mengecewakan AC Milan musim ini berjalan beriringan dengan merosotnya produktivitas Rafael Leao. Kegagalan klub mengamankan posisi empat besar di klasemen akhir Liga Italia menjadi pukulan telak bagi tim maupun sang pemain.
Leao yang selama ini menjadi tumpuan di sektor penyerangan seolah kehilangan tajinya saat tim sangat membutuhkannya. Kondisi ini membuat musim 2025/2026 menjadi periode yang sangat berat bagi pemain berkebangsaan Portugal tersebut.
Statistik Penurunan Performa Rafael Leao
Mengawali musim dengan cukup menjanjikan, Leao sempat diganggu oleh cedera betis yang memaksanya absen di beberapa laga awal. Namun, ia berhasil bangkit dengan torehan lima gol dan satu assist hingga penghujung tahun.
Kala itu, AC Milan masih berada dalam jalur persaingan gelar Scudetto yang sengit melawan rival sekota mereka, Inter Milan. Sayangnya, performa impresif tersebut tidak berlanjut saat memasuki paruh kedua kompetisi.
Berikut adalah ringkasan performa Rafael Leao sepanjang musim ini:
- Total Penampilan: 31 Pertandingan di berbagai kompetisi.
- Total Gol: Mencetak 10 gol secara keseluruhan.
- Total Assist: Menyumbangkan 3 umpan berbuah gol.
- Paruh Pertama: Menghasilkan 5 gol dan 1 assist sebelum pergantian tahun.
- Paruh Kedua: Hanya menambah 4 gol dan 2 assist dalam sisa musim.
Data di atas menunjukkan adanya penurunan efektivitas serangan yang signifikan sejak memasuki bulan Maret. Setelah mencetak gol terakhirnya ke gawang Cremonese, produktivitas Leao praktis terhenti total.
Dampak Kegagalan dan Masa Depan Leao
Kemandulan Leao berdampak buruk pada posisi AC Milan yang perlahan mulai tercecer dari perburuan gelar dan posisi Liga Champions. Puncaknya, Rossoneri harus menelan pil pahit setelah kalah dari Cagliari di kandang sendiri pada pekan terakhir.
Hasil minor ini memicu amarah dari para pendukung Milan yang kecewa dengan kontribusi para pemain bintang. Sebagai pemain dengan gaji mencapai 7 juta euro per tahun, ekspektasi besar tentu dibebankan kepada pundak Leao.
Isu mengenai ketidakhadiran fokus Leao mulai mencuat di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola. Muncul spekulasi bahwa sang pemain tengah mencari klub baru menyusul godaan gaji besar yang datang musim panas lalu.
Menanggapi situasi sulit tersebut, Rafael Leao akhirnya angkat bicara melalui media sosial pribadinya. Ia mengakui bahwa musim ini merupakan salah satu momen terberat dalam karier profesionalnya.
"Musim ini sangat menguji fisik dan psikis saya. Hanya orang-orang terdekat yang benar-benar tahu betapa sulitnya perjalanan ini," ungkap Leao melalui akun Instagram miliknya.
Leao juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan selama masa sulit ini. Ia tetap menyimpan harapan agar AC Milan bisa kembali berjaya di kompetisi domestik maupun Eropa musim depan.
Pernyataan tersebut mencerminkan keinginan kuat sang pemain untuk bangkit dari keterpurukan saat ini. Meski demikian, manajemen Milan dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah strategis, termasuk isu pergantian pelatih untuk memperbaiki performa tim secara keseluruhan.