Purbaya Tegaskan: Kurva Imbal Hasil SUN Terbalik Bukan Tanda Resesi Ekonomi 2026

Purbaya Tegaskan: Kurva Imbal Hasil SUN Terbalik Bukan Tanda Resesi Ekonomi 2026
Foto: Purbaya Tegaskan: Kurva Imbal Hasil SUN Terbalik Bukan Tanda Resesi Ekonomi 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi isu mengenai kurva imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) yang mengalami pembalikan. Fenomena ini diartikan sebagai Inverted Yield Curve oleh beberapa pihak, namun Purbaya menegaskan bahwa ini tidak selalu menunjukkan adanya ancaman resesi ekonomi.

Purbaya menjelaskan dalam konferensi pers APBN Kita pada Jumat (5/6/2026) bahwa kondisi tersebut terjadi karena adanya kebijakan Bank Indonesia (BI) yang secara sengaja meningkatkan imbal hasil jangka pendek melalui SRBI. “Ini bukan sepenuhnya kondisi pasar karena ada kebijakan yang menaikkan imbal jangka pendek,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya menyatakan bahwa teori ekonomi dari literatur atau perbandingan dengan negara lain tidak selalu relevan untuk Indonesia. Hal ini dikarenakan penyebab dari pembalikan imbal hasil tersebut harus diperhatikan lebih lanjut. “Ini bukan berbasis pasar murni, ada campur tangan dari bank sentral untuk menarik dolar,” jelas Purbaya.

Purbaya juga mengingatkan bahwa penting bagi pasar untuk memperhatikan intervensi jangka pendek serta melihat data ekonomi dan fondasi lainnya. Pengamat diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa ekonomi Indonesia sedang menuju resesi.

Artikel Terkait

```

Artikel terkait

Rekomendasi