Paris Saint-Germain (PSG) resmi mengangkat trofi juara Ligue 1 pada pertandingan pekan terakhir musim ini. Namun, ada pemandangan unik saat perayaan gelar juara tersebut berlangsung.
Skuad Les Parisiens terpaksa melakukan seremoni juara hanya di sudut stadion milik lawan mereka. Momen langka ini pun langsung menarik perhatian publik sepak bola dunia.
Selebrasi di Markas Rival Sekota
PSG sebenarnya sudah mengunci gelar juara Liga Prancis sejak pekan ke-33 kompetisi bergulir. Meski begitu, prosesi penyerahan trofi baru dilaksanakan pada laga pamungkas musim 2025/2026.
Pada pekan ke-34, PSG harus melakoni laga tandang melawan Paris FC di Stade Jean-Bouin. Pertandingan yang digelar Senin (18/5/2026) dini hari WIB ini berakhir pahit bagi sang juara.
Ousmane Dembele dan kawan-kawan harus menelan kekalahan tipis 1-2 dari tuan rumah. Meski kalah, PSG tetap bersiap untuk mengangkat trofi kemenangan mereka setelah laga usai.
Keunikan terjadi ketika podium juara diletakkan bukan di tengah lapangan sebagaimana mestinya. Panitia justru menempatkan panggung selebrasi di pojok stadion, tepat di hadapan tribun suporter tandang.
Alasan Penolakan Paris FC
Keputusan menempatkan podium di sudut lapangan bukan tanpa alasan yang mendasar. Kabarnya, Paris FC selaku tuan rumah menolak memberikan izin penggunaan seluruh area stadion untuk pesta juara PSG.
Melansir laporan Roundtable, tim asuhan Antoine Kombouare tersebut memiliki agenda tersendiri setelah pertandingan berakhir. Mereka ingin merayakan keberhasilan tim bertahan di kasta tertinggi liga.
Berikut adalah beberapa agenda internal Paris FC yang menjadi prioritas klub tersebut:
- Perayaan keberhasilan bertahan di Ligue 1 setelah baru saja promosi setahun yang lalu.
- Pemberian apresiasi atau tribute khusus kepada sejumlah pemain yang akan segera meninggalkan klub.
- Seremoni internal bersama para pendukung setia Paris FC di tengah lapangan.
Akibat adanya agenda tersebut, manajemen PSG akhirnya harus mengalah dalam urusan teknis seremoni. Mereka pun rela mengangkat trofi di lokasi yang cukup terbatas di sudut stadion.
Dominasi PSG dan Ambisi Treble
Meski selebrasi terasa kurang maksimal, kemenangan musim ini mencatatkan sejarah baru bagi klub asal Paris tersebut. Ini merupakan gelar juara Liga Prancis kelima mereka secara berturut-turut.
Catatan impresif ini menjadi rentetan kesuksesan terpanjang sepanjang kepemimpinan Nasser Al Khelaifi. PSG kini pun berada di jalur yang tepat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Rincian pencapaian dan target gelar juara PSG pada musim kompetisi ini:
| Kompetisi | Status / Capaian |
|---|---|
| Piala Super Prancis | Juara (Sudah Diraih) |
| Ligue 1 | Juara (Sudah Diraih) |
| Liga Champions | Final (Melawan Arsenal) |
Tabel di atas menunjukkan bahwa PSG berpeluang besar menutup musim dengan raihan treble winner. Syaratnya, mereka harus mampu mengalahkan Arsenal di babak final Liga Champions pekan depan.
Laga penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest. Keberhasilan di Eropa akan menjadi pelengkap sempurna bagi dominasi domestik yang telah mereka bangun.