Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah merancang program pengembangan khusus bagi pemain muda berbakat, Mathew Baker. Dalam program ini, sosok bek senior Kevin Diks dipercaya untuk menjadi mentor langsung bagi pemain berusia 17 tahun tersebut.
Herdman baru saja merilis daftar 23 pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi laga FIFA Matchday edisi Juni 2026. Skuad Garuda dijadwalkan akan bertanding melawan dua kekuatan sepak bola, yakni Oman dan Mozambik.
Nama Mathew Baker menjadi perhatian karena ini merupakan pemanggilan perdananya ke tim nasional senior. Meski masih sangat muda, Herdman memiliki alasan kuat untuk menyertakan Baker bersama para pemain yang jauh lebih berpengalaman.
Strategi Percepatan Talenta Muda
Keputusan memanggil Baker didasari oleh apa yang disebut Herdman sebagai acceleration strategy atau strategi percepatan. Program ini dirancang untuk memaksimalkan potensi pemain muda agar lebih cepat beradaptasi dengan level internasional.
Herdman menjelaskan bahwa Baker telah menunjukkan kualitas yang luar biasa sejak mengikuti pemusatan latihan pada Mei lalu. Tim pelatih mengaku sangat terkesan dengan kemampuan teknis dan fisik yang ditunjukkan oleh remaja tersebut.
Menurut Herdman, memulai karier di level internasional pada usia dini akan membuka peluang berkembang yang lebih besar. Semakin cepat seorang pemain merasakan atmosfer tim nasional, semakin tinggi level yang bisa mereka capai di masa depan.
Peran Penting Kevin Diks sebagai Mentor
Dalam proses adaptasi ini, Kevin Diks mendapatkan tugas khusus untuk membimbing juniornya tersebut. Mengingat keduanya menempati posisi yang sama sebagai pemain bertahan, peran Kevin dianggap sangat krusial.
Rencana bimbingan untuk Mathew Baker selama periode pemusatan latihan adalah:
- Memberikan bimbingan teknis mengenai cara bertahan di level sepak bola internasional.
- Membantu proses adaptasi mental agar Baker tidak merasa canggung berada di skuad senior.
- Berbagi pengalaman profesional untuk meningkatkan kedisiplinan dan pemahaman taktik.
- Memberikan gambaran langsung mengenai intensitas permainan dalam standar FIFA Matchday.
Melalui pendampingan ini, Baker diharapkan bisa menyerap ilmu sebanyak mungkin dari seniornya. Pengalaman tersebut dinilai akan menjadi modal berharga bagi perjalanan karier panjang Baker di masa mendatang.
Belajar dari Pengalaman Sukses di Kanada
Herdman mengungkapkan bahwa pendekatan serupa pernah ia terapkan saat masih menangani tim nasional Kanada. Ia sering memberikan jam terbang lebih awal kepada talenta muda yang dinilai memiliki potensi istimewa.
Ia mencontohkan nama-nama besar seperti Jonathan David dan Liam Miller yang sukses melalui jalur tersebut. Keduanya mendapatkan kesempatan di usia sangat muda sebelum akhirnya mampu menembus klub-klub elit di kancah dunia.
Walaupun memberikan program spesial, Herdman tetap menekankan pentingnya disiplin dan standar tinggi bagi Baker. Sejauh ini, sikap dan etos kerja yang ditunjukkan Baker selama sesi latihan dinilai sangat positif oleh tim pelatih.
Pelatih asal Inggris tersebut menutup dengan pengingat bahwa Baker masih memiliki ruang berkembang yang sangat luas. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan sang pemain mampu menjaga konsistensi agar tetap berada di jalur perkembangan yang tepat.