Pertandingan pekan terakhir Serie A musim 2025/2026 akan menyuguhkan duel menarik antara dua tim yang sedang berupaya bangkit dari keterpurukan. Parma dijadwalkan menjamu Sassuolo di Stadion Ennio Tardini pada Minggu malam WIB, 24 Mei 2026.
Laga ini sebenarnya tidak lagi memberikan pengaruh besar terhadap posisi klasemen akhir bagi kedua kesebelasan. Parma dipastikan tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan dengan menempati urutan ke-13, sementara Sassuolo aman di peringkat ke-11.
Misi Mengakhiri Tren Negatif di Laga Pamungkas
Meski posisi di liga sudah aman, baik Parma maupun Sassuolo memiliki beban moral untuk mengakhiri musim dengan hasil positif. Kedua tim saat ini sedang dibayangi oleh rentetan hasil buruk yang mengecewakan dalam beberapa pekan terakhir.
Parma mencatatkan performa yang merosot tajam setelah menelan tiga kekalahan berturut-turut di pengujung kompetisi. Pasukan asuhan Carlos Cuesta ini tentu berambisi memutus tren negatif tersebut demi memberikan kado perpisahan musim yang indah bagi para pendukungnya.
Kondisi serupa dialami oleh kubu tamu yang ditangani oleh pelatih Fabio Grosso. Sassuolo datang ke markas Parma dengan modal dua kekalahan beruntun yang merusak catatan positif mereka sebelumnya.
Sepanjang musim 2025/2026, Parma tampil cukup stabil di papan tengah meski tidak terlalu memberikan kejutan berarti. Saat ini Gialloblu mengoleksi 42 poin dan tertahan di posisi ke-13 setelah hanya mampu memenangkan dua laga dari 11 pertandingan terakhir.
Rekor kandang mereka di Ennio Tardini juga tidak terlalu membanggakan bagi tim sekelas Parma. Dari 18 laga kandang, mereka hanya meraih empat kemenangan, enam hasil imbang, dan harus menelan delapan kali kekalahan.
Kemenangan terakhir yang dirasakan oleh tifosi Parma terjadi pada 25 April 2026 saat menaklukkan Pisa dengan skor tipis 1-0. Setelah momen tersebut, Parma justru terpuruk dengan kalah dari Inter Milan, AS Roma, hingga tim promosi Como.
Statistik dan Performa Tim Tamu
Sassuolo memiliki pencapaian yang sedikit lebih mentereng dibandingkan tuan rumah dengan mengunci posisi ke-11 klasemen. Tim yang baru kembali ke Serie A ini mengumpulkan 49 poin, unggul tujuh angka dari koleksi poin milik Parma.
Walaupun berada di posisi yang lebih baik, tim berjuluk I Neroverdi ini memiliki titik lemah yang cukup mencolok saat bermain di luar kandang. Mereka tercatat belum pernah meraih kemenangan dalam 12 pertandingan tandang terakhirnya secara beruntun.
Dari total 18 laga tandang musim ini, Domenico Berardi dan kolega hanya membawa pulang 20 poin. Hasil tersebut didapat dari lima kali menang, lima kali seri, dan delapan kali menderita kekalahan.
Dalam dua laga teranyar, performa Sassuolo menurun drastis setelah dilumat oleh Torino dan dipaksa menyerah oleh Lecce. Laga melawan Parma pun menjadi kesempatan terakhir bagi Fabio Grosso untuk memperbaiki catatan tandang timnya sebelum musim berakhir.
Berikut adalah rincian data perbandingan performa kedua tim di klasemen Serie A musim ini :| Kategori Statistik | Parma | Sassuolo |
|---|---|---|
| Posisi Klasemen | 13 | 11 |
| Total Poin | 42 | 49 |
| Kemenangan Terakhir | 25 April 2026 | 2 Laga Lalu |
| Tren Terkini | 3 Kekalahan Beruntun | 2 Kekalahan Beruntun |
| Status Liga Musim Depan | Bertahan di Serie A | Bertahan di Serie A |
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun Sassuolo unggul dalam perolehan poin secara keseluruhan, kedua tim sama-sama sedang mengalami krisis kemenangan menjelang akhir musim. Hal ini diprediksi akan membuat jalannya pertandingan menjadi lebih terbuka karena kedua tim ingin segera bangkit.
Kabar Pemain: Jay Idzes Kembali Absen
Sorotan dalam laga ini kembali tertuju pada bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang membela Sassuolo. Sayangnya, Idzes dipastikan absen dalam lawatan ke markas Parma karena masih bergelut dengan cedera tumit yang dideritanya.
Absennya Jay Idzes menjadi kehilangan besar bagi lini pertahanan Sassuolo mengingat ia disebut-sebut sebagai salah satu bek paling berpengaruh di tim. Pemain bertubuh jangkung ini sudah menepi dari lapangan hijau selama tiga pekan terakhir.
Selain Idzes, pelatih Fabio Grosso juga kehilangan beberapa pilar penting lainnya di lini belakang dan tengah. Daniel Boloca, Filippo Romagna, Sebastian Walukiewicz, Fali Cande, hingga Edoardo Pieragnolo dilaporkan harus absen karena berbagai masalah cedera fisik.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Sassuolo akan tetap mengandalkan kreativitas Domenico Berardi di lini serang. Berardi diharapkan mampu menyuplai bola matang untuk M’bala Nzola dan Armand Lauriente dalam membongkar pertahanan lawan.
Di pihak tuan rumah, badai cedera juga belum beranjak dari skuat Carlos Cuesta yang kehilangan enam pemain intinya. Nama-nama seperti Benjamin Cremaschi, Adrian Bernabe, dan striker Matija Frigan dipastikan tidak bisa memperkuat Parma di laga penutup ini.
Parma diprediksi akan tetap mengandalkan kiper Zion Suzuki untuk mengawal gawang dari gempuran penyerang Sassuolo. Sementara di lini depan, ketajaman Mateo Pellegrino akan menjadi tumpuan utama Gialloblu dalam mengejar gol kemenangan.
Berikut adalah perkiraan susunan pemain yang akan diturunkan oleh kedua tim pada pertandingan mendatang :- Parma (3-5-2): Suzuki; Circati, Troilo, Valenti; Del Prato, Keita, Ordonez, Carboni, Caviglia; Strefezza, Pellegrino. Pelatih: Carlos Cuesta.
- Sassuolo (4-3-3): Turati; Coulibaly, Felipe, Muharemovic, Garcia; Matic, Thorstvedt, Kone; Berardi, Nzola, Lauriente. Pelatih: Fabio Grosso.
Formasi yang diterapkan oleh kedua pelatih menunjukkan pendekatan yang berbeda, di mana Parma cenderung menggunakan skema tiga bek sejajar. Sementara itu, Sassuolo tetap setia dengan formasi agresif 4-3-3 untuk memaksimalkan peran para pemain sayap mereka.
Jika menilik rekor pertemuan, Parma sedikit lebih unggul dengan meraih lima kemenangan dari 13 duel terakhir melawan Sassuolo. Sementara Sassuolo baru mengemas tiga kemenangan, dan lima pertandingan lainnya berakhir dengan skor imbang.
Duel dua tim yang sedang "terluka" ini diprediksi akan berjalan sengit demi menjaga gengsi di pertandingan terakhir kasta tertinggi Liga Italia. Siapapun yang menang akan mendapatkan momentum positif sebagai modal penting menyongsong persaingan di musim yang baru.