Pop-up Store Perfect Crown Tutup Lebih Awal, Buntut Kontroversi yang Banyak Dicari 2026

Pop-up Store Perfect Crown Tutup Lebih Awal, Buntut Kontroversi yang Banyak Dicari 2026
Foto: Pop-up Store Perfect Crown Tutup Lebih Awal, Buntut Kontroversi yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
p>Operasional toko pop-up drama Korea Perfect Crown resmi diakhiri lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah tegas ini diambil oleh pihak promotor bersama stasiun televisi MBC sebagai respons atas gelombang kecaman publik.

Masyarakat Korea Selatan melontarkan kritik tajam karena drama tersebut dituding melakukan distorsi sejarah pada salah satu adegannya. Toko pop-up yang berlokasi di The Hyundai Seoul, Distrik Yeongdeungpo, kini telah menghentikan seluruh aktivitasnya.

Penutupan Operasional dan Perubahan Format

Awalnya, toko ini direncanakan tetap buka hingga beberapa hari ke depan untuk menyapa para penggemar. Namun, per hari Senin (25/5), operasional tempat tersebut dipastikan berakhir atau tiga hari lebih cepat dari rencana semula.

Berdasarkan laporan Korea JoongAng Daily, aktivitas penjualan suvenir resmi sebenarnya sudah dihentikan sejak Sabtu (23/5). Pada hari Minggu dan Senin, area tersebut hanya difungsikan sebagai ruang pameran bagi pengunjung yang datang.

Penyelenggara menginformasikan perubahan mendadak ini kepada para pemegang tiket pesan awal melalui pengumuman resmi. Mereka menyebutkan bahwa penyesuaian jadwal tersebut terjadi karena alasan operasional di lapangan yang tidak bisa dihindari.

Meski demikian, banyak pengamat industri hiburan meyakini bahwa alasan sebenarnya adalah untuk meredam polemik yang terus memanas. Keputusan ini dinilai sebagai upaya untuk meminimalisir sorotan negatif terhadap drama Perfect Crown.

Penghapusan Adegan dan Revisi Penyiaran

Selain menutup toko fisik, MBC selaku pihak penyiar juga mengambil langkah konkret dengan melakukan penyuntingan ulang. Mereka menyatakan akan menghapus potongan gambar yang bermasalah pada episode ke-11 drama tersebut.

Proses penghapusan adegan ini diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari hingga sistem penyiaran diperbarui sepenuhnya. Drama ini sendiri sebenarnya sudah menayangkan episode terakhirnya pada tanggal 16 Mei yang lalu.

Kontroversi ini bermula dari visualisasi upacara penobatan kerajaan yang dianggap tidak sesuai dengan fakta sejarah Korea. Kesalahan detail pada adegan tersebut dinilai sangat fatal oleh para sejarawan dan penonton setia.

Berikut adalah detail poin yang menjadi inti dari dugaan distorsi sejarah tersebut:

  • Atribut Mahkota: Karakter I-An saat dilantik menjadi raja terlihat mengenakan mahkota berumbai sembilan yang merupakan simbol negara vasal atau bawahan.
  • Standar Kaisar: Seharusnya karakter tersebut mengenakan mahkota berumbai 12 sebagai simbol kedaulatan seorang kaisar Korea yang merdeka.
  • Istilah Seruan: Dialog pejabat istana menggunakan kata "cheonse" (1.000 tahun), padahal seruan agung yang tepat untuk penguasa Korea adalah "manse" (10.000 tahun).

Kesalahan visual dan dialog ini memicu kekhawatiran karena dianggap mendukung klaim politik sejarah negara lain. Banyak kritikus berargumen bahwa penggambaran tersebut seolah-olah membenarkan narasi yang merugikan posisi sejarah Korea.

Permintaan Maaf dan Tinjauan Pemerintah

Menanggapi kekecewaan yang meluas, jajaran pemain utama yakni IU dan Byeon Woo-seok segera mengambil sikap. Mereka merilis permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat produksi tersebut.

Langkah serupa juga diikuti oleh sutradara Park Jun-hwa serta penulis naskah Yoo Ji-won. Mereka mengakui adanya kelalaian dalam memastikan keakuratan detail sejarah dalam proses kreatif pembuatan drama Perfect Crown.

Masalah ini kini bahkan telah masuk ke dalam pantauan serius pemerintah Korea Selatan. Hal ini terjadi setelah diketahui bahwa Badan Konten Kreatif Korea (KOCCA) terlibat memberikan bantuan dana untuk produksi drama ini.

Detail mengenai tindakan lanjutan dari pihak pemerintah dapat dirangkum sebagai berikut:

Pihak Terkait Tindakan yang Diambil Tujuan
KOCCA Meninjau ulang regulasi produksi Memastikan kepatuhan terhadap standar konten nasional.
Pemerintah Evaluasi dukungan finansial Mempertimbangkan penarikan kembali dana bantuan produksi.

Hingga saat ini, KOCCA masih mendalami apakah ada aturan yang dilanggar selama proses pemberian bantuan dana tersebut. Jika ditemukan pelanggaran serius, pihak lembaga tidak menutup kemungkinan untuk menuntut pengembalian dana produksi.

Kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi industri hiburan Korea Selatan dalam mengangkat tema sejarah ke layar kaca. Akurasi sejarah tetap menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan demi menjaga sentimen positif masyarakat luas.

Artikel terkait

Rekomendasi