Pada pertengahan tahun 2026, persaingan di pasar motor listrik Indonesia mulai memanas dengan kehadiran berbagai pemain global dan lokal. Pemerintah berencana memberikan insentif bagi pembelian motor listrik mulai Juni 2026 untuk memicu minat konsumsi terhadap kendaraan berbasis baterai.
Berbagai model dari berbagai merek hadir dengan rentang harga yang bervariasi. Ini bertujuan mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Banyak pabrikan lokal yang harus bersaing ketat dengan raksasa otomotif dari Jepang dan Vietnam, yang menawarkan model-model terkini dengan harga bersaing.
Kabar mengenai insentif baru dari pemerintah menjadi dorongan positif bagi industri ini. Menurut Menteri Keuangan, bantuan pembelian motor listrik akan mulai diberikan pada bulan Juni. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat kota untuk beralih dari motor berbahan bakar bensin ke motor listrik.
Saat ini, konsumen disuguhi pilihan mulai dari skuter harian hingga model sporty. Polytron tetap menjadi pilihan utama dengan seri Fox-nya yang dijual mulai harga belasan juta untuk skema sewa baterai, hingga Rp 43,2 juta untuk seri Fox 500.
ALVA mengisi segmen premium dengan model seperti One XP dan Cervo, yang berkisar antara Rp 37,5 juta hingga Rp 42,7 juta. Sementara itu, United menawarkan opsi lebih murah dengan model MT1500 dan MX-1200 mulai dari Rp 16,8 juta.
Selain itu, Honda dari Jepang serius menggarap pasar ini melalui produk ICON e seharga Rp 28 juta hingga CUV e RoadSync Duo yang mencapai Rp 59,6 juta. VinFast asal Vietnam juga berkompetisi dengan seri EVO dan Feliz II yang dihargai Rp 17,3 juta hingga Rp 18,5 juta.
Merek Smoot dengan sistem tukar baterai menyediakan harga mulai dari Rp 19,9 juta. Sementara MAKA memperkenalkan model Cavalry dengan harga Rp 36,3 juta. Harga-harga ini adalah estimasi on the road untuk wilayah Jakarta dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Kesenjangan harga bisa terjadi di daerah lain tergantung kebijakan diler dan skema pembelian yang dipilih oleh konsumen. Dengan lebih banyak pilihan dan subsidi yang ada, tahun 2026 menjadi saat penting bagi pemasyarakatan kendaraan listrik di Indonesia.