Banyak pihak sempat meragukan masa depan Persib Bandung setelah mereka melepas banyak pemain bintang usai menjuarai Liga 1 musim 2024/2025. Nyatanya, klub berjuluk Maung Bandung ini justru berhasil membuktikan bahwa eksistensi mereka tetap kokoh meski harus melakukan perombakan besar-besaran.
Tercatat sebanyak 14 pemain memilih untuk hengkang dan tidak lagi memperkuat tim menjelang Super League 2025/2026. Kehilangan sosok pilar seperti Ciro Alves, David da Silva, hingga Nick Kuipers sempat membuat Persib diibaratkan sebagai kuil yang ditinggalkan para pendekar terbaiknya.
Transformasi Skuad dan Tantangan di Awal Musim
Kebijakan "cuci gudang" di sepak bola Indonesia sebenarnya dipicu oleh tradisi kontrak pemain yang umumnya berdurasi pendek hanya satu musim saja. Hal ini sering kali menjadi alasan utama mengapa banyak klub kesulitan mempertahankan gelar juara pada musim berikutnya.
Prediksi kegagalan Persib sempat menguat ketika mereka tampil kurang meyakinkan pada ajang pramusim Piala Presiden 2025. Kala itu, Marc Klok dan rekan setimnya gagal meraih kemenangan saat berhadapan dengan Port FC serta Dewa United.
Kondisi mulai berubah ke arah positif setelah Persib menjalani pemusatan latihan di Thailand yang membuahkan hasil menjanjikan. Performa tim meningkat tajam dengan catatan tak terkalahkan dalam tiga laga uji coba, termasuk kemenangan atas Western Sydney.
Daftar pemain inti yang meninggalkan Persib Bandung:
- Ciro Alves, Nick Kuipers, dan David da Silva.
- Mateo Kocijan, Kevin Ray Mendoza, dan Gustavo Franca.
- Gervane Kastaneer, Tyronne del Pino, dan Victor Igbonefo.
- Ahmad Agung, Edo Febriansah, dan Ryan Kurnia.
- Rachmat Irianto dan penjaga gawang Sheva Sanggasi.
Kepergian deretan pemain di atas memaksa manajemen untuk bergerak cepat dalam mendatangkan amunisi baru yang sepadan di bursa transfer. Strategi ini diambil guna menjaga keseimbangan tim yang juga harus bersaing di level Asia.
Strategi Transfer dan Dampak Pemain Baru
Persib bergerak agresif dengan memaksimalkan kuota 11 pemain asing dan mendatangkan nama-nama berkualitas seperti Federico Barba dan Luciano Guaycochea. Kehadiran pemain baru ini bertujuan agar tim bisa berbicara banyak di kompetisi kasta kedua Asia, Liga Champions Asia Two.
Langkah manajemen semakin ambisius dengan mendaratkan dua pemain naturalisasi timnas Indonesia, yakni Thom Haye dan Eliano Reijnders. Investasi besar ini dilakukan untuk menutup lubang yang ditinggalkan para bintang lama sekaligus meningkatkan standar permainan tim.
Rincian pemain baru dan status peminjaman pemain Persib:
| Kategori Pemain | Nama Pemain |
|---|---|
| Pemain Baru Utama | Thom Haye, Eliano Reijnders, Federico Barba |
| Pemain Baru Pendukung | Luciano Guaycochea, Berguinho, Uilliam Barros |
| Pemain Dipinjamkan | Dedi Kusnandar, Henhen Herdiana, Dimas Drajad |
| Pemain Muda Dipinjamkan | Ferdiansyah, Adzikry Fadillah, Ikhwan Tanamal |
Tabel tersebut menunjukkan bagaimana Persib menyeimbangkan komposisi skuad dengan mendatangkan pemain kelas dunia sambil merampingkan tim melalui skema peminjaman. Selain nama di atas, pemain seperti Zalnando juga masuk dalam daftar pemain yang dipinjamkan ke klub lain.
Meski sempat berada di papan tengah pada awal kompetisi, Persib perlahan bangkit seiring dengan proses adaptasi cuaca dan peningkatan fisik para pemain. Tangan dingin pelatih Bojan Hodak terbukti mampu menjaga stabilitas tim hingga akhirnya sukses mengunci gelar juara paruh musim.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa atmosfer juara di Kota Bandung tetap menyala meskipun ditinggal banyak pemain kunci. Kematangan strategi dan mentalitas juara membuat Persib justru mencapai level baru yang lebih tinggi untuk musim-musim mendatang.