Manajemen Persib Bandung secara resmi menanggapi sanksi berat yang dijatuhkan oleh Federasi Sepak Bola Asia (AFC). Keputusan ini merupakan buntut dari insiden yang terjadi saat laga melawan Ratchaburi FC di ajang Asia Champions League Two 2025/2026.
Klub berjuluk Maung Bandung tersebut menyatakan kekecewaan mendalam atas hukuman ini. Pasalnya, sanksi tersebut memberikan dampak negatif yang sangat signifikan dari berbagai aspek bagi klub.
Rincian Sanksi dan Kerugian Klub
Berdasarkan keputusan Komite Etik dan Disiplin AFC pada 13 Mei 2026, Persib harus menghadapi konsekuensi serius. Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa mereka menerima hukuman finansial dan larangan kehadiran penonton.
Berikut adalah rincian sanksi yang dijatuhkan AFC kepada Persib Bandung:
- Denda administratif dalam jumlah besar mencapai US$ 200 ribu atau setara dengan Rp3,5 miliar.
- Hukuman penutupan stadion untuk dua pertandingan kandang di kompetisi tingkat Asia pada musim mendatang.
- Kewajiban melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem pengamanan pertandingan di stadion.
Sanksi tersebut menjadi pukulan telak bagi manajemen PT Persib Bandung Bermartabat. Selain kerugian materiil, klub juga kehilangan dukungan langsung dari Bobotoh di kancah internasional.
Evaluasi Terhadap Perilaku Oknum Suporter
Pihak manajemen menyoroti adanya oknum suporter yang melakukan tindakan tidak terpuji saat pertandingan berlangsung. Beberapa pelanggaran yang tercatat meliputi penyalaan flare, pelemparan benda ke dalam lapangan, hingga kerusakan fasilitas stadion.
Persib menyayangkan perilaku segelintir oknum ini karena telah merusak iklim positif yang sudah dibangun bertahun-tahun. Tindakan tersebut dianggap sangat merugikan nama baik klub dan seluruh pendukung setia lainnya.
Poin penting terkait dampak perilaku oknum tidak bertanggung jawab:
- Kerusakan citra klub yang telah diupayakan melalui transformasi positif selama bertahun-tahun.
- Beban denda dan larangan penonton yang akhirnya harus ditanggung oleh klub serta jutaan pendukung lainnya.
- Terganggunya persiapan dan stabilitas klub dalam menghadapi kompetisi Asia di masa depan.
Manajemen menegaskan bahwa pelaku tindakan anarkis tidak menanggung risiko ini secara pribadi. Sebaliknya, hukuman kolektif ini justru mencederai kepentingan Persib secara luas dan merugikan Bobotoh yang disiplin.
Langkah Perbaikan dan Reformasi Keamanan
Menyikapi sanksi ini, manajemen Persib berkomitmen untuk melakukan introspeksi internal secara besar-besaran. Evaluasi total akan dilakukan pada setiap instrumen pertandingan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Fokus utama perbaikan terletak pada sistem keamanan dan teknis penyelenggaraan pada hari pertandingan. Persib menyadari bahwa penyempurnaan aspek operasional merupakan tanggung jawab penuh yang harus dijalankan secara konsisten.
| Fokus Perbaikan | Target Implementasi |
|---|---|
| Sistem Keamanan Stadion | Peningkatan pengawasan di setiap akses masuk dan area tribun. |
| Prosedur Pertandingan | Evaluasi menyeluruh pada teknis pelaksanaan matchday. |
| Edukasi Suporter | Membangun kesadaran kolektif untuk menjaga fasilitas dan ketertiban. |
Langkah-langkah tersebut diambil sebagai bentuk nyata pertanggungjawaban klub atas sanksi yang diterima. Persib berupaya memastikan standar penyelenggaraan pertandingan di masa depan sejalan dengan regulasi ketat yang ditetapkan oleh AFC.
Manajemen menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perbaikan harus dilakukan berkelanjutan. Hal ini semata-mata demi menjaga martabat klub di level internasional serta memastikan keamanan bagi seluruh elemen yang terlibat dalam pertandingan.