Tim nasional Iran saat ini telah mendarat di Turki untuk memulai program pemusatan latihan atau training center (TC). Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan serius mereka menyambut turnamen akbar Piala Dunia 2026.
Keputusan untuk berlatih di Turki bukan tanpa alasan yang mendesak bagi skuad berjuluk Tim Melli tersebut. Keberangkatan ini terpaksa dilakukan karena seluruh pemain dan ofisial tim hingga kini belum berhasil mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat.
Mehdi Taj selaku Ketua Federasi Sepak Bola Iran memberikan konfirmasi langsung terkait hambatan administratif yang dialami timnya. Ia menegaskan bahwa otoritas terkait belum menerbitkan satu pun visa untuk anggota skuad maupun jajaran pelatih.
Hingga saat ini, pihak federasi mengaku masih buta informasi mengenai proses perizinan masuk tersebut. "Kami belum mendapatkan kabar apa pun dari pihak lain mengenai siapa saja yang sudah diberikan visa," tutur Mehdi Taj mengutip laporan dari Euro News.
Persoalan visa ini pun memicu reaksi keras dari pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri mereka. Juru bicara kementerian, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat yang tidak kunjung menerbitkan visa merupakan sebuah bentuk pelanggaran.
Baghaei bahkan melontarkan tuduhan serius bahwa pihak Amerika Serikat sengaja mencari-cari alasan tertentu. Ia menilai langkah tersebut bertujuan untuk menghalangi partisipasi aktif timnas Iran dalam ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
Rencananya, Timnas Iran akan menetap di Turki selama beberapa pekan ke depan sembari menunggu kejelasan dokumen perjalanan mereka. Agenda selama di sana tidak hanya sekadar latihan fisik, namun juga melibatkan sejumlah pertandingan persahabatan.
Salah satu agenda uji coba yang sudah terjadwal adalah pertemuan melawan timnas Gambia di wilayah Antalya pada 29 Mei mendatang. Selain itu, terdapat rencana laga menghadapi klub lokal Turki serta pertandingan kontra Puerto Rico di Arizona, Amerika Serikat.
Namun, kepastian laga di Amerika Serikat tersebut sepenuhnya bergantung pada rampungnya urusan birokrasi visa. Jika dokumen tersebut tidak segera terbit, maka agenda uji coba di Negeri Paman Sam dipastikan bakal berantakan.
Sejauh ini, persiapan Iran untuk turnamen paling bergengsi di dunia tersebut memang dinilai jauh dari kata ideal. Banyak jadwal uji coba yang harus dibatalkan menyusul ketegangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari lalu.
Kondisi internal tim semakin diperumit dengan mundurnya asisten pelatih asal Italia, Antonio Gagliardi. Gagliardi memutuskan untuk memutus kontraknya secara sepihak karena merasa situasi geopolitik saat ini menciptakan ketidakpastian bagi masa depan tim.
Di sisi teknis, pelatih utama Amir Ghalenoei sebenarnya sudah merilis daftar sementara yang berisi 30 nama pemain pilihan. Namun, publik sepak bola Iran dikejutkan dengan dicoretnya nama penyerang andalan mereka, Sardar Azmoun.
Absennya striker yang telah berpengalaman di dua edisi Piala Dunia sebelumnya itu menjadi perbincangan hangat. Pencoretan Azmoun dikabarkan berkaitan erat dengan adanya perbedaan pandangan politik antara sang pemain dengan otoritas terkait.
Masalah visa yang dialami skuad Iran memang tidak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Hal ini dipicu oleh status Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Kanada.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, telah menegaskan posisi pemerintahannya terkait kebijakan masuk ke wilayah mereka. Ia menyatakan bahwa individu mana pun yang memiliki keterkaitan dengan IRGC dilarang keras untuk menginjakkan kaki di Amerika Serikat.
Berikut adalah rangkuman mengenai posisi dan jadwal pertandingan Iran di babak penyisihan grup:
- Iran tergabung dalam Grup G bersama tim-tim kuat lainnya.
- Lawan yang akan dihadapi meliputi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
- Seluruh pertandingan fase grup timnas Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
- Ketidakpastian visa mengancam kehadiran tim di lokasi pertandingan resmi tersebut.
Informasi di atas merangkum tantangan besar yang dihadapi Iran sebelum memulai langkah mereka di panggung dunia. Jika masalah birokrasi ini tidak segera menemui titik terang, nasib keikutsertaan mereka di laga grup bisa terancam.
| Lawan di Grup G | Lokasi Pertandingan | Status Persiapan |
|---|---|---|
| Belgia | Amerika Serikat | TC di Turki |
| Mesir | Amerika Serikat | Kendala Visa |
| Selandia Baru | Amerika Serikat | Ketegangan Geopolitik |
Tabel tersebut menunjukkan peta persaingan yang harus dihadapi Iran di tengah situasi sulit yang melanda internal dan eksternal tim. Fokus para pemain kini terpecah antara latihan intensif di Turki dan menunggu kepastian administratif dari pihak Amerika Serikat.