Penyebab Nokia Bangkrut padahal Dulu Meraja, Ini Fakta Mengejutkan Terbaru 2026

Penyebab Nokia Bangkrut padahal Dulu Meraja, Ini Fakta Mengejutkan Terbaru 2026
Foto: Penyebab Nokia Bangkrut padahal Dulu Meraja, Ini Fakta Mengejutkan Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nokia pernah menjadi pemain besar di dunia ponsel, terutama pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Pada masa itu, perangkat Nokia merajai pasar global dan digunakan oleh jutaan orang di berbagai belahan dunia. Menurut analis dari CCS Insight, Ben Wood, merek Nokia bahkan begitu lekat dengan industri ponsel saat itu. "Orang-orang lebih sering menyebutkan nomor model seperti 3210, ketimbang mereknya," ujar Wood. Keadaan ini berbeda dari tren saat ini, di mana merek disebutkan terlebih dahulu sebelum modelnya.

Dominasi Nokia mulai goyah dengan kemunculan Apple dan iPhone pada tahun 2007. Dalam kurun waktu singkat, pangsa pasar smartphone Nokia menurun drastis. Sebagaimana dilaporkan oleh firma riset Gartner, pada 2007 pangsa pasar Nokia berada di angka 49,4 persen. Angka ini kemudian berangsur turun menjadi 43,7 persen, 41,1 persen, dan 34,2 persen pada tahun-tahun berikutnya. Hingga paruh pertama tahun 2011, pangsa pasar Nokia bahkan turun hanya menjadi 3 persen.

Faktor-faktor Penyebab Keruntuhan Nokia

Ada beberapa alasan mengapa Nokia kehilangan dominasinya di industri ponsel. Tidak hanya sekadar masalah teknologi, tetapi berhubungan juga dengan budaya kerja, kepemimpinan, dan strategi perusahaan. Menurut Ben Wood, titik balik terbesar bagi Nokia terjadi saat Steve Jobs memperkenalkan iPhone pada Januari 2007. Momentum itu membuat Nokia, yang merasa terlalu percaya diri, terhenyak.

"Mereka merasa tidak mungkin berbuat kesalahan," kata Wood, dilansir dari BBC. Kemunculan iPhone mengubah arah industri smartphone. Sekiranya Nokia lebih mengutamakan inovasi perangkat keras, Apple justru fokus pada perangkat lunak sebagai inti pengalaman pengguna. "Nokia menciptakan ponsel yang hebat dengan inovasi hardware luar biasa selama sepuluh tahun. Namun Apple melihat bahwa yang dibutuhkan hanyalah sebuah kotak berlayar persegi panjang, sementara elemen lainnya dikendalikan oleh software," lanjut Wood.

Salah satu aspek penting yang mendapat sorotan adalah sistem operasi Symbian milik Nokia. Banyak analis berpendapat bahwa platform ini tidak bisa bersaing dengan perkembangan iOS dari Apple.

Artikel terkait

Rekomendasi