Peluang Terbuka, Ian Maatsen dan Pascal Struijk Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?

Peluang Terbuka, Ian Maatsen dan Pascal Struijk Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?
Foto: Peluang Terbuka, Ian Maatsen dan Pascal Struijk Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Tim nasional Belanda telah menetapkan jajaran pemain bintang untuk mengarungi kompetisi bergengsi Piala Dunia 2026. Di tengah ketatnya persaingan memperebutkan tempat di skuad Oranje, dua nama pemain keturunan Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat masyarakat Tanah Air.

Sosok tersebut adalah Ian Maatsen dan Pascal Struijk yang nasibnya kini sedang diperhatikan publik. Nama Maatsen mulai ramai dibahas setelah pelatih Ronald Koeman hanya mencantumkan namanya dalam daftar siaga untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Pemain yang kini membela Aston Villa itu diposisikan sebagai pilihan cadangan jika Jurrien Timber gagal pulih tepat waktu dari cederanya. Melansir laporan dari Reuters, Koeman sengaja memasukkan Maatsen bersama Lutsharel Geertruida ke dalam daftar tunggu guna mengantisipasi kondisi fisik Timber yang masih belum stabil.

Kabar ini kembali memicu spekulasi mengenai kemungkinan masa depan internasional Maatsen bagi tim nasional lain. Namun, banyak pihak yang mempertanyakan apakah peluang bagi Timnas Indonesia benar-benar masih tersedia untuknya.

Di sisi lain, Pascal Struijk juga belum berhasil mengamankan posisi tetap di dalam skuad utama senior Belanda. Bek andalan Leeds United ini dilaporkan masih terus berjuang demi mewujudkan impian mengenakan seragam Oranje di level internasional tertinggi.

Ian Maatsen dan Peluang yang Menipis bagi Indonesia

Jika menilik latar belakangnya, Ian Maatsen memang diketahui memiliki garis keturunan Indonesia. Berdasarkan sejumlah informasi yang beredar, pemain berusia 24 tahun tersebut mempunyai darah Jawa dari silsilah keluarganya.

Kendati demikian, harapan Indonesia untuk menaturalisasi Maatsen tampaknya sudah hampir tertutup sepenuhnya. Saat ini, bek kiri Aston Villa tersebut telah masuk ke dalam jajaran radar utama tim nasional senior Belanda.

Maatsen bahkan tercatat sudah mencatatkan debut resminya bersama tim senior Oranje pada Maret 2025 lalu. Momen bersejarah bagi sang pemain tersebut terjadi dalam ajang UEFA Nations League ketika Belanda berhadapan dengan Spanyol.

Berdasarkan data internasional terkini, kehadiran Maatsen dalam pertandingan tersebut membuatnya resmi memiliki caps di level senior. Kondisi ini membuat proses perpindahan federasi menjadi jauh lebih rumit sesuai aturan FIFA, terutama karena laga yang dijalani termasuk dalam kategori kompetitif.

Sebelum mencapai posisi ini, Maatsen sebenarnya sempat mengalami jalan terjal untuk menembus skuad Belanda. Pada gelaran Euro 2024, namanya sempat dicoret sebelum akhirnya dipanggil kembali dalam kondisi darurat untuk menggantikan Frenkie de Jong yang cedera.

Kini, persaingan di posisi bek kiri tim nasional Belanda juga tergolong sangat kompetitif dan brutal. Koeman memiliki segudang pilihan berkualitas seperti Nathan Ake, Micky van de Ven, Jorrel Hato, hingga Jurrien Timber yang bisa beroperasi di area yang sama.

Bahkan untuk persiapan Piala Dunia 2026, status Maatsen masih sebatas opsi darurat bagi tim asuhan Ronald Koeman. Ia hanya akan dipanggil secara resmi apabila kondisi kebugaran Timber tidak memungkinkan untuk bertanding secara penuh.

Status Pascal Struijk yang Masih Belum Pasti

Situasi yang dialami Pascal Struijk ternyata cukup kontras dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Ian Maatsen. Meski pernah masuk dalam daftar skuad sementara Belanda menjelang Piala Dunia 2022, Struijk belum berhasil menjadi pemain reguler di tim senior Oranje.

Pemain berusia 26 tahun ini dikabarkan masih memendam ambisi besar untuk membela Belanda pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Struijk berharap performa konsistennya bersama Leeds United di Premier League bisa menjadi kunci pembuka jalan menuju tim nasional utama.

Kondisi ini membuat status internasional Struijk masih berada di area yang belum pasti jika dibandingkan dengan Maatsen. Di saat yang sama, bek tengah Leeds United ini juga sering dikaitkan dengan darah keturunan Indonesia yang ia miliki.

Beberapa media menyebutkan bahwa silsilah keluarganya memiliki kaitan erat dengan Indonesia, walaupun detail lengkap mengenai hal tersebut belum pernah dipublikasikan secara mendalam. Statusnya yang belum menjadi langganan tetap di tim senior Belanda membuat spekulasi terus berkembang.

Secara teoritis, peluang Struijk untuk berpindah federasi mungkin masih lebih terbuka lebar daripada Maatsen. Namun, segala keputusan akhir tetap akan merujuk pada regulasi FIFA yang berlaku, status kewarganegaraan, serta keinginan pribadi dari sang pemain itu sendiri.

Pencarian Bakat Diaspora oleh PSSI

Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia memang sedang gencar melakukan perburuan pemain diaspora di luar negeri. Beberapa faktor utama di balik strategi perekrutan pemain keturunan ini antara lain:

  • Peningkatan kualitas kedalaman skuad untuk bersaing di level Asia.
  • Target jangka panjang federasi untuk meloloskan tim nasional ke putaran final Piala Dunia.
  • Memanfaatkan regulasi FIFA terkait pemain keturunan yang memiliki kualitas kompetitif di liga-liga Eropa.
  • Memperkuat mental bertanding tim dengan menghadirkan pemain yang berpengalaman di kompetisi papan atas dunia.

Langkah strategis ini secara langsung membuat masyarakat sepak bola Indonesia sering mengaitkan pemain berdarah campuran dengan agenda naturalisasi. Namun, setiap kasus memiliki tingkat kesulitan yang berbeda tergantung pada status internasional pemain tersebut.

Kasus Ian Maatsen dan Pascal Struijk memberikan gambaran jelas mengenai perbedaan tantangan yang dihadapi PSSI. Maatsen kini terlihat sudah mantap di jalur tim utama Belanda, sehingga peluang untuk membawanya pulang ke Indonesia terasa semakin mustahil.

Sementara itu, Pascal Struijk masih berada di persimpangan jalan karena belum benar-benar mengamankan tempatnya di jajaran elit internasional Oranje. Hingga saat ini, perkembangan karier kedua pemain tersebut masih terus dipantau oleh para penggemar sepak bola di tanah air.

Artikel terkait

Rekomendasi