Pelatih Ajax Amsterdam, Oscar Garcia, mengaku sangat terkesan dengan kemampuan luar biasa yang ditunjukkan Maarten Paes di bawah mistar gawang. Kiper andalan Timnas Indonesia tersebut menjadi bintang saat timnya melakoni drama adu penalti yang mendebarkan melawan Utrecht.
Momen epik ini terjadi pada pertandingan final playoff untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi Europa Conference League. Laga yang berlangsung di Kras Stadion, Volendam, pada Minggu malam WIB tersebut berakhir manis bagi kubu Ajax Amsterdam.
Ajax berhasil menundukkan Utrecht melalui babak adu penalti dengan skor akhir 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini memastikan langkah klub berjuluk De Godenzonen tersebut untuk berlaga di kompetisi Eropa musim depan.
Pertandingan sendiri berjalan sangat sengit sejak menit awal karena kedua tim mengincar kemenangan krusial. Ajax sempat memimpin jalannya pertandingan lewat gol yang dicetak oleh Davy Klaassen, namun keunggulan itu tidak bertahan lama.
Utrecht mampu menyamakan kedudukan melalui aksi Gjivai Zechiël yang membuat skor menjadi imbang. Meskipun kedua tim terus berusaha mencetak gol tambahan pada dua kali 15 menit masa perpanjangan waktu, skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Situasi ini memaksa pemenang harus ditentukan melalui adu ketangkasan dari titik putih. Di sinilah Maarten Paes menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper papan atas dengan melakukan aksi-aksi penyelamatan yang krusial.
Empat eksekutor dari Ajax Amsterdam berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membobol gawang lawan. Namun, sorotan utama tertuju pada Paes yang sukses menggagalkan tendangan dari dua pemain bintang Utrecht.
Dua pemain yang gagal menaklukkan ketangguhan Paes adalah penyerang berpengalaman Sébastien Haller serta Souffian El Karouani. Kegemilangan Paes di bawah mistar gawang menjadi faktor penentu yang membawa Ajax terbang ke kasta ketiga kompetisi antarklub Eropa.
Pengakuan Oscar Garcia Terhadap Bakat Maarten Paes
Pelatih kepala Ajax, Oscar Garcia, tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya terhadap performa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya tersebut. Ia mengakui bahwa kemampuan Paes dalam mengantisipasi tendangan penalti benar-benar di luar ekspektasinya.
Garcia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya baru menyadari potensi besar yang dimiliki sang kiper dalam situasi bola mati. Hal ini menjadi kejutan yang menyenangkan bagi staf kepelatihan tim raksasa Belanda tersebut.
"Jujur saja, saya tidak tahu dia bisa melakukan hal luar biasa ini sebelumnya, tapi sekarang saya sudah menyaksikannya sendiri. Dia adalah sosok penjaga gawang yang sangat lincah dan memiliki kualitas yang sangat bagus," ujar Garcia seperti dikutip dari media Voetbal Primeur.
Walaupun memuji aksi heroik Paes, Garcia memiliki pandangan tersendiri mengenai jalannya pertandingan secara keseluruhan. Pelatih asal Spanyol itu sebenarnya berharap timnya bisa menyelesaikan laga lebih cepat tanpa harus melalui drama adu penalti.
Ia menilai bahwa anak asuhnya memiliki cukup banyak peluang untuk mengunci kemenangan di waktu normal. Namun, ia tetap bersyukur karena pada akhirnya Ajax berhasil mencapai target utama mereka untuk lolos ke kualifikasi Eropa.
Minim Persiapan Khusus untuk Skenario Penalti
Satu fakta menarik yang diungkapkan oleh Oscar Garcia adalah ketiadaan instruksi khusus untuk berlatih penalti menjelang laga final tersebut. Garcia secara pribadi memang kurang percaya pada efektivitas sesi latihan tendangan penalti.
Menurutnya, atmosfer di lapangan latihan sangat berbeda jauh dengan tekanan mental yang dihadapi pemain saat pertandingan sesungguhnya. Meskipun kiper yang dihadapi sama, beban psikologis saat laga penentuan tidak bisa disimulasikan dalam latihan biasa.
Fakta menarik seputar sesi latihan penalti Ajax Amsterdam sebelum laga final:
- Oscar Garcia secara terang-terangan mengaku tidak memasukkan menu latihan penalti dalam program resminya.
- Para pemain Ajax justru memiliki inisiatif sendiri untuk berlatih menendang penalti di akhir sesi latihan.
- Sang pelatih menganggap semua pemain profesional pasti bisa mencetak gol, namun tekanan pertandingan tetap menjadi faktor penentu utama.
- Keberhasilan dalam adu penalti lebih banyak dipengaruhi oleh ketenangan dan insting pemain saat berada di lapangan.
Pernyataan Garcia ini menegaskan bahwa keberhasilan Paes dan para penendang Ajax lebih didorong oleh kesiapan mental individu. Inisiatif para pemain untuk tetap berlatih secara mandiri terbukti membuahkan hasil yang manis bagi klub.
Prestasi Individu dan Pengakuan di Indonesia
Karier Maarten Paes memang sedang berada di puncak, tidak hanya di level klub tetapi juga di mata publik sepak bola Indonesia. Performa konsistennya sepanjang musim telah membuahkan berbagai apresiasi bergengsi.
Dalam ajang PSSI Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Maarten Paes secara resmi dinobatkan sebagai Penjaga Gawang Terbaik. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusinya yang luar biasa bagi kemajuan Timnas Indonesia.
Selain Paes, nama kiper Timnas lainnya yakni Emil Audero juga mendapatkan sorotan dalam ajang penghargaan tersebut. Audero berhasil meraih kategori Penyelamatan Terbaik berkat aksi-aksi memukaunya di kompetisi kasta tertinggi.
Keberhasilan kedua kiper ini menjadi bukti bahwa sektor pertahanan terakhir Indonesia kini dihuni oleh pemain-pemain berkualitas dunia. Hal ini tentu memberikan rasa optimis bagi pendukung Garuda dalam menatap berbagai turnamen internasional di masa depan.
Rencana dan Jadwal Padat Ajax di Musim Depan
Setelah mengakhiri kompetisi Eredivisie 2025/2026 di posisi kelima, Ajax Amsterdam tidak bisa bersantai terlalu lama. Tiket Conference League yang baru saja diraih menuntut persiapan yang jauh lebih matang dan intens.
Skuad asuhan Oscar Garcia dijadwalkan akan menjalani masa libur kompetisi yang tergolong cukup singkat. Pada akhir Juli mendatang, seluruh pemain sudah harus berkumpul kembali untuk memulai agenda pramusim yang padat.
Berikut adalah ringkasan jadwal penting Ajax Amsterdam untuk menyongsong musim baru 2026/2027:
| Agenda Kegiatan | Waktu Pelaksanaan | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|
| Pengundian Kualifikasi | 17 Juni 2026 | Penentuan lawan babak kedua |
| Kualifikasi Babak Ke-2 | 23 & 30 Juli 2026 | Sistem kandang dan tandang |
| Dimulainya Eredivisie | 7-9 Agustus 2026 | Pekan pertama liga domestik |
| Kualifikasi Babak Ke-3 | 6 & 13 Agustus 2026 | Jika lolos dari babak kedua |
| Play-off Conference | 20 & 27 Agustus 2026 | Babak penentuan fase grup |
Tabel di atas menunjukkan betapa sibuknya jadwal yang harus dihadapi oleh Maarten Paes dan rekan-rekannya di musim panas nanti. Mereka harus berjuang ekstra keras melewati beberapa tahapan kualifikasi sebelum benar-benar masuk ke fase grup utama.
Fokus utama manajemen dan tim pelatih saat ini adalah menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap bugar saat pramusim dimulai. Kehadiran Maarten Paes diharapkan tetap menjadi pilar utama di bawah mistar gawang untuk menjaga ambisi klub meraih prestasi lebih tinggi.
Dengan performa yang semakin matang, Paes kini menjadi salah satu aset paling berharga yang dimiliki oleh Ajax. Publik sepak bola kini menanti apakah ia mampu mempertahankan tren positifnya saat kompetisi Eropa kembali bergulir nanti.