Panduan Lengkap Sholat Idul Adha 2026: Niat, Tata Cara, dan Sunnah Terbaru

Panduan Lengkap Sholat Idul Adha 2026: Niat, Tata Cara, dan Sunnah Terbaru
Foto: Panduan Lengkap Sholat Idul Adha 2026: Niat, Tata Cara, dan Sunnah Terbaru. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha setiap tanggal 10 Zulhijah dengan penuh rasa syukur. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol ketaatan yang merujuk pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Salah satu agenda utama pada hari besar ini adalah pelaksanaan salat Idul Adha yang dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Momen ini menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Panduan Tata Cara Salat Idul Adha

Salat Idul Adha memiliki hukum sunnah muakkadah, yang berarti ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Shalat ini terdiri dari dua rakaat dan diakhiri dengan penyampaian khutbah oleh khatib kepada para jamaah.

Berikut adalah urutan pelaksanaan salat Idul Adha sesuai tuntunan syariat:
  • Membaca niat salat Idul Adha di dalam hati atau dilafalkan secara lisan.
  • Melakukan Takbiratul Ihram sebagaimana salat pada umumnya.
  • Membaca doa iftitah untuk mengawali ibadah.
  • Melakukan takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama.
  • Di sela-sela takbir, jamaah dianjurkan membaca kalimat tasbih dan tahmid.
  • Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surat pendek dari Al-Qur'an.
  • Melakukan gerakan rukuk, iktidal, sujud, hingga duduk di antara dua sujud.
  • Bangkit untuk memulai rakaat kedua.
  • Melakukan takbir sebanyak 5 kali pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah.
  • Menyelesaikan gerakan salat hingga duduk tahiyat akhir dan ditutup dengan salam.

Setelah salat selesai, jamaah disunnahkan untuk tetap duduk tenang guna mendengarkan khutbah Idul Adha. Khutbah merupakan bagian penting yang melengkapi rangkaian ibadah salat Id tersebut.

Bacaan Niat Salat Idul Adha

Niat merupakan rukun penting dalam beribadah yang menentukan keabsahan salat seseorang. Berikut adalah bacaan niat bagi imam maupun makmum dalam bahasa Arab dan terjemahannya.

Posisi Jamaah Bacaan Niat (Latin) Artinya
Sebagai Makmum Ushalli sunnatal li’idil adha rakataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillahi ta’ala. Aku niat sholat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala.
Sebagai Imam Ushalli sunnatal li’idil adha rakataini mustaqbilal qiblati imåman lillahi ta’ala. Aku niat sholat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Taala.

Niat tersebut sebaiknya dihadirkan dalam hati sesaat sebelum melakukan takbiratul ihram. Hal ini bertujuan untuk memantapkan tujuan ibadah hanya semata-mata karena Allah SWT.

Amalan Sunnah Sebelum Berangkat Salat

Sebelum melangkahkan kaki menuju tempat salat, terdapat beberapa anjuran Nabi Muhammad SAW yang bisa menambah pahala. Amalan ini membantu umat Muslim dalam mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Daftar amalan yang disunnahkan sebelum melaksanakan salat Idul Adha:
  • Bagi yang berkurban, disarankan tidak memotong rambut dan kuku hingga hewan kurbannya disembelih.
  • Melaksanakan mandi sunnah Idul Adha untuk membersihkan diri.
  • Mengenakan pakaian terbaik yang bersih serta rapi sebagai bentuk penghormatan hari raya.
  • Berangkat lebih pagi ke tempat salat agar bisa menempati barisan depan.
  • Mengumandangkan takbir sejak malam hari hingga menjelang pelaksanaan salat.
  • Disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Idul Adha.

Anjuran tidak makan sebelum salat Idul Adha bertujuan agar makanan pertama yang disantap adalah daging hasil kurban. Hal ini berbeda dengan kebiasaan pada saat Idul Fitri.

Anjuran Setelah Melaksanakan Salat

Ibadah Idul Adha tidak berakhir begitu saja setelah salam diucapkan oleh imam. Ada beberapa kebiasaan baik yang juga diajarkan untuk dilakukan setelah prosesi ibadah di masjid selesai.

Beberapa kegiatan sunnah setelah menunaikan salat adalah sebagai berikut:
  • Mengambil rute jalan yang berbeda saat pulang ke rumah dibandingkan rute saat berangkat.
  • Menikmati hidangan atau makan bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur.
  • Bagi pekurban, diperbolehkan memotong kuku, rambut, dan memakai wewangian setelah penyembelihan selesai.

Perbedaan rute pulang dan pergi bertujuan agar kita bisa bertemu dan bertegur sapa dengan lebih banyak orang. Selain itu, hal ini juga dianggap sebagai bentuk penyebaran syiar Islam di lingkungan sekitar.

Dengan memahami tata cara dan amalan sunnah ini, diharapkan kualitas ibadah Idul Adha kita semakin meningkat. Semoga semangat pengorbanan ini dapat memperkuat kepedulian sosial kita terhadap sesama umat manusia.

Artikel terkait

Rekomendasi